
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Samuel masih terdiam, apa yang di katakan Salsa benar juga. Tidak mungkin gadis itu lancang masuk ke ruangan pribadinya jika ia menyediakan kamar mandi dan alat Sholat.
Betapa bodohnya ia juga yang sudah lupa mengerjakan kewajibannya sebagai umat muslim. Ia selalu meninggalkan sholat lima waktunya hanya karena selalu menghabiskan waktu tidak penting yang membuatnya seperti ini.
Pria itu menghela nafas, lalu menarik lengan Salsa dengan pelan, "Ayo ikut gue!" ajaknya.
Tak lama mereka telah sampai di sebuah kamar serba pink tidak tahu kamar siapa. Memang markas milik Sam hampir sama seperti rumah atau mansion. Semuanya lengkap, makanya ia betah tinggal di sana. Dan terasa tenang juga karena berada di sebuah hutan.
Di markasnya terdapat ratusan Mafioso yang berjaga di sana dan masih banyak juga Mafioso di markas lainnya. Ia juga memiliki markas di Jerman, karena memang ia menetap di sana. Ia datang ke Indonesia hanya ketika ada keperluan saja dan sekarang karena ada masalah, ia masih mencari Refan karena sudah berani membuat masalah dengannya.
__ADS_1
Walaupun hanya beberapa senjata api, namun itu sangat berharga baginya. Ia merakitnya sendiri bahkan sampai berbulan-bulan. Dan sekarang setelah jadi malah ada orang yang berani mencurinya.
Jika ada yang tanya, kenapa Ciko bisa lolos saat mencuri senjata itu? Padahal banyak sekali Mafioso di sana? Ya karena Ciko licik, dia selalu menggunakan bola asap untuk menghilang. Yang membuat mereka susah menangkapnya.
"Ini kamar siapa?" tanya Salsa sambil menatap keselilingnya heran. Ia yakin jika kamar ini adalah kamar perempuan, karena warna tembok dan barang-barang lainnya serba pink.
"Lo gak usah banyak tanya, katanya mau ke kamar mandi. Di sini sudah ada kamar mandi dan juga mukena untuk Lo Sholat. Jika Lo mau mandi juga, pakai baju yang ada di walk in closet aja," ujar Samuel yang hanya di angguki oleh Salsa. Pria itu berlalu pergi keluar dari kamar itu meninggalkan Salsa sendirian, tidak lupa ia juga menyuruh Mafioso untuk berjaga di depan kamar tersebut.
"Aww, perih banget!" pekik Salsa melihat tangannya yang memar karena ulah Sam tadi.
"Enak banget suaranya, bikin hati adem ..." gumman Samuel yang tanpa sadar sambil tersenyum. Ternyata ia diam-diam mengintip Salsa yang usai Sholat tadi langsung membaca Qur'an.
Sedangkan Salsa, setelah selesai Sholat dan membaca Qur'an. Ia beranjak dari tempatnya, namun tiba-tiba ia merasa kepalanya sangat pusing.
"Ahkk! Kepalaku, pusing sekali! Ssstt ... Ahkk!" ringis Salsa, mungkin karena belum makan dari pagi dan terlalu banyak pikiran juga membuatnya pusing. Pandangannya mulai kabur.
__ADS_1
Samuel yang melihat itu langsung berlari menghampiri Salsa sebelum gadis itu benar-benar ambruk.
Brukk!
Salsa ambruk di pelukan Samuel, Pria itu langsung menggendong Salsa ala bridal style dan membaringkannya di kasur.
"Gadis ini merepotkan saja! Tapi kenapa hanya sama dia aku merasa kasihan? Baru menyiksanya segitu saja aku sudah tidak tega, padahal belum seberapa!" gumamnya sambil memandang wajah Salsa yang masih ada bekas beberapa goresan di pipinya.
Pria itu beralih melihat lengan Salsa yang memar karena ulahnya tadi. Ia memegangi lengan mungil itu berniat untuk melihat lukanya. Ia menyingkapkan sedikit lengan bajunya, yang memperlihatkan sebuah gelang yang melingkar di sana.
Samuel mengerutkan keningnya, ia memandangi gelang itu. Sampai tiba-tiba ia merasa kepalanya pusing.
"G-gelang itu ...? Ahkk! Kepalaku, sakit sekali?" Samuel memegangi kepalanya sambil memejamkan matanya. Sebuah bayangan anak kecil laki-laki dan perempuan sedikit buram yang tidak tau siapa tiba-tiba terlintas di benak kepalanya.
>Bersambung ....
__ADS_1
Sorry semalam ketiduran, jadi gak up 🙃