Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
Episode 16


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


"Hai Mas ganteng ... Sendirian aja nih di sini?" tanya cewek-cewek genit yang tiba-tiba sudah berada di hadapan mereka tidak tahu datang darimana.


Jaka yang ingin menyuapkan makanan ke dalam mulut tidak jadi, ia memilih mendongakkan kepalanya dan terkejutnya ia ketika melihat wajah orang yang memanggilnya ternyata di bilang cowok tidak pasti dan di bilang cewek juga tidak pasti.


"Hai Mas, sendirian aja nih di sini? Mau kita temenin gak?" tanyanya sambil tersenyum genit.


'Udah tahu ada orang di sini, malah di tanya sendirian aja. Gak lihat apa cewek secantik gue.' ucap Salma dalam hati yang diam saja menatap mereka.


'Tapi lucu juga yah, gue kira yang nyamperin Jaka cewek-cewek ganjen yang mau caper. Eh taunya banci, Ha-ha-ha ... MAM-PUS Lo Jaka di taksir sama banci. Ha-ha-ha ...' ledek Salma dalam hati.


Jaka terdiam memaku karena bingung. Lalu ia melirik ke arah istrinya yang terlihat sedang menahan tawa. Jaka menatapnya kesal, ia memanggil-manggil namanya pelan untuk meminta bantuan. Namun Salma tidak menghiraukannya, gadis itu masih tetap menahan tawanya.


"Salma ..." panggil Jaka pelan sambil memberikan kode lewat bibirnya meminta tolong untuk carikan ide.


"Mas ... Boleh yah kita temenin Mas di sini?" tanya kedua banci itu sambil bergelayut manja di pundak Jaka.


"Mmm, b-bo-boleh kok," ucap Jaka gagap sambil menatap wajah Salma dengan wajah melasnya.


'Kasihan juga dia,' ucap Salma di dalam hati merasa tidak tega dengan suaminya.


"Ekhem-ekhem ... Maaf yah Mas ganteng atau Mbak cantik apa kalian tidak lihat di sini ada istrinya?" tanya Salma tiba-tiba sambil melipat kedua tangannya di dada.


Kedua banci itu langsung menoleh dan menatap ke arah Salma dengan tersenyum menyeringai, 'Hmmm boleh juga nih.' batin mereka.


Salma mulai beranjak dari tempat duduknya, ia berdiri dengan masih melipat kedua tangannya di dada sambil menatap ke arah banci itu dengan tatapan tajam.


Melihat Salma menatapnya seperti itu, mereka mulai mendekati Salma. Semakin dekat, semakin dekat dan ...


"Aaaaaa!"


"Salma!!!" teriak Jaka yang melihat istrinya akan terjatuh karena dua orang tidak jelas itu tiba-tiba mengambil ponsel Salma dari saku celananya dan mereka langsung pergi begitu saja sambil menyenggol pundak Salma.


Karena kehilangan keseimbangan membuat gadis itu akan terjatuh. Namun dengan sigap Jaka langsung beranjak dari tempat duduknya, lalu menarik pinggang Salma ke dekapannya. Dan ...


Cup!


Deg!

__ADS_1


Tidak sengaja Salma mengecup bibir suaminya. Gadis itu membulatkan matanya tidak percaya dengan detak jantung yang berdebar hebat dan begitupun dengan Jaka. Yang terdiam memaku dengan jantung yang berdebar tak karuan.


'Jantungku, kenapa berdebar seperti ini? Apa aku punya penyakit jantung? Masa sih? Perasaan selama ini aku tidak pernah mengalaminya.' ucap Salma dalam hati masih dengan posisi yang sama.


'Kedua kalinya aku menyentuh bibirnya, pertama di saat dia sedang tidak sadarkan diri karena tidak sengaja. Dan kedua dia yang menyentuh bibirku di saat dia sedang sadar, itupun karena tidak sengaja juga.' ucap Jaka dalam hati.


Tiba-tiba Salma tersadar akan sesuatu, dengan spontan ia langsung mendorong tubuh Jaka dengan sangat keras hingga membuat pria itu terjatuh.


"Ahkkk!" pekik Jaka.


Sedangkan Salma tidak menghiraukan, ia langsung berlari ke luar sambil berteriak.


"MALING! DIMANA KAU MALING! KEMBALIKAN PONSEL GUE!" teriak Salma sambil berlari-lari mencari keberadaan orang yang mengambil ponselnya.


"KEMBALIKAN PONSEL GU--! Ahkkk!" tiba-tiba Salma terjatuh karena sebuah batu sedikit besar yang menghalangi jalannya.


"SALMA!!!" teriak Jaka mencari keberadaan istrinya, dan terkejutnya ia ketika melihat gadis yang di carinya sedang terduduk di tanah sambil meringis kesakitan.


Tanpa berpikir panjang Pria kampung itu langsung menghampirinya, "Salma!"


"Ahkkk kakiku, hikss ..." ringis Salma kesakitan.


"Kamu kenapa? Kaki kamu kenapa?" tanya Jaka khawatir.


"Lepas! Pergi Lo!! Gue gak butuh Lo! Gara-gara Lo gue hampir saja mati karena kecelakaan, mobil gue hangus terbakar, dan sekarang ponsel gue di ambil sama orang gara-gara Lo ngajak gue makan di tempat beginian! Ini semua gara-gara Lo, hikss ... Lo lihat, Lo lihat kaki gue terluka kayak gini juga gara-gara Lo!" ucap Salma sambil menangkis lengan Jaka yang berniat untuk menolongnya.


"Ha-ha-ha, Lo mau ganti mobil dan ponsel gue? Uang darimana Lo?! Dan lagian gue gak butuh ganti rugi Lo, palingan kalau Lo ganti juga bayarnya nyicil! Gue gak butuh itu, yang gue butuh itu ponsel gue balik lagi ke tangan gue. Karena di ponsel itu banyak file-file penting perusahaan, gue lupa mindahin filenya! Argghhh! Sekarang gue harus gimana?!" ledek Salma, lalu ia mengacak-acak rambutnya frustasi.


"Tenang dulu, semua masalah pasti ada jalan keluarnya! Ayo sekarang kamu ikut saya yah, kita obatin dulu kaki kamu!"


"Berisik Lo! Gue gak mau!" tolak Salma.


Jaka tidak menggubris ucapan Salma dan tanpa aba-aba dia langsung menggendongnya ala bridal style. Salma yang terkejut refleks langsung mengalungkan tangannya di leher Jaka.


Kini wajah mereka sangat dekat, mereka saling memandang satu sama lain. Jaka yang tersadar langsung mengalihkan pandangannya dan mulai berjalan menuju tempat mereka makan tadi.


"Aden sama non teh gapapa?" tanya Bu Ijah setelah mereka sampai.


"Gapapa kok Bu, ini kaki istri saya cuman keseleo aja tadi. Saya mau urut kakinya dulu yah Bu," ucap Jaka lembut.


"Iyah sok silahkan."


Jaka pun menurunkan Salma yang sedari tadi diam saja dan mendudukkannya. Lalu ia pun mulai mengurut kakinya dengan perlahan.

__ADS_1


"Aw-aw! Sakit!" ringis Salma sambil memejamkan matanya.


"Tahan sebentar yah, sekarang kamu pegang pundak saya. Dan kalau kamu kesakitan cengkeram aja pundak saya," ucap Jaka langsung di turuti oleh Salma.


"Saya mulai lagi yah?" tanya Jaka yang memang tadi ia berhenti sejenak karena tidak tega melihat Salma kesakitan.


Salma mengangguk, "Pelan-pelan!"


Jaka pun kembali mengurut kaki Salma dengan sangat hati-hati. Sedangkan Salma yang merasa kesakitan langsung mencengkram pundak Jaka dengan erat.


"Aww! Jaka pelan-pelan ih sakit!!" ucap Salma semakin mencengkram erat pundak Jaka.


"Alhamdulillah, udah selesai," ucap Jaka, mendengar itu dengan perlahan Salma membuka matanya.


"Udah?" tanyanya sambil mengerutkan keningnya.


Jaka menganggukkan kepalanya, "Iyah, coba gerakin dulu. Pelan-pelan," pintanya.


Salma pun mulai menggerak-gerakkan kakinya dengan perlahan, "Sedikit mendingan sih, ternyata Lo jago juga ngurut. Apa jangan-jangan di kampung Lo tukang urut?!"


Jaka menghela nafas, lalu ia memilih menghampiri Bi Ijah berniat untuk membayar semua makanannya.


"Bu saya mau bayar makanan tadi, ini uangnya. Cukup gak Bu?" ucap Jaka sambil memberikan beberapa dua lembar uang seratus ribuan.


"Malah ini masih ada kembaliannya lho, Den," ucap Bi Ijah.


"Udah gapapa, kembaliannya ambil aja Bu," ujar Jaka sambil tersenyum.


'Jaka ternyata orangnya baik juga yah, ramah sama orang yang lebih tua. Tapi kalau sama gue nyebelin banget.' ucap Salma dalam hati sambil memandang wajah tampan Jaka.


"Ya Allah, makasih banyak lho Den. Makasih," ucap Bu Ijah senang.


"Ya udah kalau gitu saya sama istri saya pamit dulu yah Bu, Assalamu'alaikum!" ucap Jaka sambil membungkukkan tubuhnya.


"Waalaikumsalam."


Jaka pun mulai menghampiri istrinya yang sedari tadi terdiam memikirkan sesuatu, "Salma ayo kita pulang!" ajak Jaka.


"A-ah iyah," Salma langsung berdiri dan, "Aww!" ringisnya yang merasa kakinya masih sakit.


"Kaki kamu itu masih sakit, jadi sini biar saya papah aja yah," tawar Jaka, Salma hanya mengangguk pasrah karena ia benar-benar ingin segera pulang ke rumahnya untuk istirahat. Dan mereka pun mulai meninggalkan warung makan tersebut.


"Aden itu romantis juga yah, orangnya baik lagi. Tapi sepertinya si Nonnya seperti tidak suka gitu sama si Adennya. Eh udahlah saya hanya bisa do'ain semoga mereka langgeng dan jadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Dan semoga si Nonnya juga cepet sadar kalau dia beruntung memiliki suami yang baik," ucap Bu Ijah sambil menatap kepergian mereka.

__ADS_1


>Bersambung....


I'm sorry kalau ceritanya gaje 🐣


__ADS_2