Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~ Episode 116


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


"Apa maksud kamu? Kamu pikir pindah rumah itu gampang?!" tanya Jaka sedikit ngegas.


"Ya udah kalau gak mau gak usah ngegas! Aku mau pindah rumah karena gak mau anakku terus-terusan menderita di sini! Di sini banyak orang jahat yang ingin menghancurkan keluarga kita! Kamu lihat Salsa sekarang! Apa kamu gak kasihan?!" sahut Salma sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain. Sesekali ia mengusap air matanya yang sedari tadi mengalir.


"Sayang bukan gitu maksud aku. Aku tadi kaget karena kamu tiba-tiba bilang pengen pindah. Itu gak gampang sayang, kalau kita pindah kita bakal jauh dari Mamah dan Papah. Terus juga gimana kerjaan aku? Sekolah Gibran? Dan gimana kuliah Salsa? Terus kita bakal pindah kemana? Kita gak punya siapa-siapa lagi selain Mamah dan Papah kamu di sini," ujar Jaka sambil memegangi pundak istrinya lembut agar mengerti maksudnya.


"Pokoknya aku mau pindah, aku udah gak betah di sini. Apa kamu mau keluarga Ayah kamu itu ganggu kita lagi dan celakai anak-anak kita? Apa kamu tidak ingat siapa yang dari dulu gak mau kita bahagia? Ya keluarga dari Ayah kamu sendiri! Mereka udah jahat sama kamu, tapi kamunya aja yang dengan mudahnya memaafkan mereka. Dan tadi kamu suruh Sam untuk tidak menemui kita jika dirinya belum merubah dirinya! Gimana kalau dia nekat deketin Salsa dan sakitin Salsa lagi?!" balas Salma yang membuat Jaka hanya terdiam.


"Kalau kamu bingung karena mikir pekerjaan, sekolah Gibran dan kuliah Salsa. Kita cari lagi pekerjaan di tempat tinggal kita yang baru, kalau mau aku juga bakal bantu kamu kerja. Mau pun itu jadi pembantu aku mau! Dan kalau masalah sekolah tinggal pindah aja! Kalau kamu kepikiran juga tentang orang tuaku, kapan-kapan kan kita bisa main ke sini. Lagian selama di sini juga kita jarang ketemu!" ujar Salma serius yang membuat Jaka tidak percaya jika istrinya rela akan kerja hanya karena ingin jauh dari negara ini.

__ADS_1


"Apa yang kamu katakan, sayang? Seyakin itukah kamu pengen pindah rumah sampai-sampai kamu mau bekerja jika aku susah cari kerjaan di tempat tinggal kita yang baru?" Salma mengangguk, "Tapi itu tidak akan pernah terjadi, jika memang aku tidak punya pekerjaan. Aku akan terus berusaha mencarinya walaupun pekerjaan apapun itu yang penting halal. Demi kalian aku akan rela banting tulang, aku tidak akan pernah membiarkanmu sampe ikutan mencari nafkah. Aku tidak akan membiarkan itu, kamu itu harusnya di nafkahi bukan menafkahi!!"


"Hmm, lalu sekarang gimana? Apa kamu mau kita pindah?" tanya Salma sambil menatap wajah suaminya penuh harapan.


"Baiklah, kalau itu mau kamu aku akan mengurus semuanya. Kebetulan aku masih punya banyak uang tabungan. Tapi kita pindah setelah kamu sembuh yah?" Salma mengangguk lalu memeluk tubuh suaminya erat.


"Makasih udah mau turutin kemauan aku. Sebenarnya aku juga tidak mau jauh dari Mamah dan Papah, tapi di sisi lain aku tidak mau lihat anakku terus-terusan menderita. Kita pindah ke luar negeri sekalian pengobatan untuk Salsa, apa boleh?" Salma mendongakkan kepalanya menatap wajah Jaka menanti jawaban.


"Tentu boleh dong sayang, aku tidak akan melarangnya jika itu demi kesembuhan anak kita. Malah aku seneng jika pengobatan di sana bagus dan bisa membuat Salsa cepet sembuh," sahut Jaka sambil tersenyum mengelus puncak kepala istrinya lembut.


"Apa kalian beneran mau pindah?!" tanya seseorang yang tidak sengaja mendengar percakapan mereka.


"Apa bener kalian akan pindah dari sini?" tanya Bu Saskia ibunya Salma, walaupun sudah tua tetapi ia masih awet muda.


"Kenapa?! Apa kalian ingin menjauh dari kita?!" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Gak Mah kita gak bermaksud seperti itu! Salma ingin bawa anak-anak Salma jauh dari sini untuk sementara saja. Salma ingin hidup tenang Mah, gak mau lihat Salsa terus-terusan menderita. Lagian kita cuman pindah, masih bisa bertemu kan? Nanti kapan-kapan Salma bakal sering main ke rumah Mamah sama Papah kok," ujar Salma.


"Kalau Papah sih terserah kalian saja, asal kalian baik-baik di sana. Gak tau kalau Mamah?" sahut Pak Devan sambil bertanya kepada istrinya. Bu Saskia hanya mengangguk.


"Mamah juga sudah setuju, tapi gimana dengan pekerjaanmu Nak Jaka? Dan kalian akan pindah kemana?" tanya Pak Devan.


"Untuk pekerjaan insyaallah nanti Jaka bakal cari di tempat tinggal kita yang baru Pah. Dan kalau masalah itu Jaka belum tahu, nanti akan kita rencanain dulu mau pindah kemana," jawab Jaka.


"Gimana kalau kalian pindah ke Jepang saja? Kebetulan di sana ada saham perusahaan Papah, walaupun kecil tapi siapa tahu bisa membantu kalian. Di sana ada orang kepercayaan Papah, sudah sangat lama juga Papah tidak ke sana. Kamu urus saja di sana, biar yang di sini serahkan sama Papah. Apa kalian mau?" tawar Pak Devan.


"Makasih Pah, ini sudah lebih dari cukup. Tapi apa tidak merepotkan Papah? Terus gimana dengan perusahaan di sini? Apa Papah tidak akan kewalahan sendirian?" tanya Jaka merasa tidak enak.


"Kamu tidak usah sungkan, dan soal perusahaan di sini juga tidak usah khawatir. Papah masih banyak anak buah kepercayaan Papah," jawab Pak Devan.


"Baiklah, Jaka akan terima tawaran dari Papah. Sekali lagi makasih Pah. Tapi apa kamu mau sayang!" ucap dan tanya Jaka kemudian kepada istrinya yang hanya mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


>Bersambung ...


Maaf jika banyak typo bertebaran dan eps ini agak gimana gitu. Author ngetiknya gak fokus karena ngantuk 😴😴😴😴😴


__ADS_2