Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
Episode 43


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


"Aaaaaaaaaa! Tolong!" teriak Salma yang membuat Jaka langsung menoleh karena terkejut.


"Salma?!"


"Balikin tas gue!! Jaka bantuin ih!" teriak Salma yang sedang berusaha merebut tasnya dari orang tersebut yang ternyata adalah copet.


"Hei balikin tas istri saya!" pinta Jaka sambil berjalan menghampiri mereka berniat ingin membantu istrinya.


Melihat Jaka yang berjalan ke arahnya membuat cepet itu langsung menarik Salma, membalikkan tubuhnya ke belakang sambil mengunci pergerakan tangannya dan mengambil benda tajam di saku celananya.


"Serahin harta kalian atau cewek ini gue bunuh!!!" ancam copet itu sambil menodongkan pistol ke wajah Salma.


"Tolong! Lepasin gue!" teriak Salma ketakutan.


"DIEM!" bentaknya yang membuat Salma gemetaran.


Sedangkan Jaka masih mencari cara untuk menyelematkan istrinya, "Kita orang miskin gak punya apa-apa! Kamu lihat sendiri kan kita ke sini pake motor butut kayak gitu! Dan asal kamu tahu, pakaian kita juga pinjem dari tetangga. Buat gaya aja," ucap Jaka berbohong yang membuat copet itu langsung terdiam, sepertinya sedang berpikir.


Karena berhasil telah membuat penjahat itu lengah. Tidak mau membuang-buang waktu Jaka langsung menendangnya sampai tersungkur begitupun dengan pistolnya yang terlempar jauh. Dan ia langsung menarik istrinya agar menjauh.


"Kurang ajar!!" pekiknya kembali berdiri dan langsung menyerang Jaka.


Bugh! Bugh!


Jaka menghindari serangannya lalu ia menonjok wajah dan menendang perutnya. Tidak terima penjahat itu pun membalasnya dan terjadilah perkelahian di antara mereka.

__ADS_1


Bugh! Bugh! Bugh!


"Saya cuman mau kasih tau, cari duit itu yang halal! Jangan bisanya ambil harta orang dengan kekerasan! Itu gak baik, sama saja kamu tidak memikirkan keselamatan orang lain. Kamu mencelakai banyak orang hanya karena kepentingan kamu?! Kalau ingin melakukan sesuatu pikirkan dulu dengan cara matang!! Jika membahayakan keselamatan orang lain, jangan lakukan itu!" nasehat Jaka kepada penjahat tersebut yang tersungkur di tanah ketika mereka selesai berkelahi.


"Maaf bang, saya terpaksa ngelakuin ini karena Ibu saya. Dia sakit dan saya gak punya uang buat bawa dia ke rumah sakit," ucapnya sambil mendudukkan kepalanya takut.


Jaka menghela nafas lalu ia merogoh saku celananya dan mengambil dompetnya, "Ini ada sedikit uang tabungan saya, siapa tau bisa bantu buat bawa Ibu kamu ke rumah sakit," ucap Jaka sambil memberikan uang kepada copet tersebut.


"G-gak usah bang, nanti saya cari kerja aja. Saya gak mau nyusahin orang lain," tolaknya lembut.


"Udah gapapa ini ambil aja, semoga Ibu kamu cepat sembuh yah," ucap Jaka sambil memberikan beberapa lembar uang kertas berwarna merah.


"M-makasih Bang, saya jadi gak enak tadi udah sakitin Abang sama istrinya. Ternyata kalian orang baik, sekali lagi terimakasih banyak yah dan maafin saya soal yang tadi."


"Iyah sama-sama, lain kali jangan di ulangi lagi yah. Cari pekerjaan itu yang halal! Oh iyah saya boleh lihat wajah kamu? Siapa tau nanti suatu hari kita ketemu lagi di jalan biar kenal," ujar Jaka.


"Oh boleh kok Bang," sahutnya sambil membuka penutup wajahnya.


"Hehehe iyah Bang, kalau gitu saya pamit dulu mau bawa Ibu saya ke rumah sakit. Sekali lagi makasih yah, saya permisi! Maaf yang tadi yah Mbak. Saya do'ain semoga kalian langgeng dan cepet-cepet di kasih momongan," ucapnya kepada Salma sambil membungkukkan tubuhnya. Setelah itu ia pun berlalu pergi meninggalkan Salma dan Jaka yang lagi saling tatap.


"Kamu gapapa kan?" tanya Jaka tiba-tiba sambil tersenyum menghampiri istrinya.


"A-aku gapapa kok," jawab Salma terlihat masih gemetaran.


"Sini," Jaka menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya, "Udah tenang aja, tadi kamu lihat sendiri kan kalau dia itu orang baik. Dia terpaksa ngelakuin itu demi Ibunya."


"Iyah sih, tapi gak ngancem mau bunuh Aku juga kali. Eh tapi kamu kenapa baik gitu sama dia? Dia kan udah bikin kamu babak belur kayak gitu, udah ngancem mau bunuh aku lagi," ujar Salma.


"Kita kan sesama manusia harus saling tolong menolong. Dia lagi membutuhkan uang buat bawa ibunya ke rumah sakit, dan kebetulan saya juga punya sedikit uang. Ya siapa tahu itu bisa membantunya, hmm ya udah yuk kita ke sini kan niatnya mau ke makam ibu. Ayo!" sahut Jaka mengalihkan pembicaraan.


Salma hanya mengangguk dan mereka pun mulai berjalan menuju makam ibunya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, Ibu apa kabar? Maaf yah Jaka baru bisa ke sini lagi. Eh Ibu lihat deh Jaka ke sini sama siapa? Sama Salma Bu, menantu Ibu," rilih Jaka sambil mengelus nisan ibunya dan tak terasa air matanya lolos membasahi pipinya.


Salma mengelus punggung suaminya seakan memberikan semangat untuk tetap kuat. Jaka menoleh lalu mengembangkan senyuman manisnya. Dan mereka pun mulai membacakan do'a untuk Ibunya agar tenang di alam sana.


***


Usai berziarah ke makam Ibunya kini mereka sudah berada di pasar. Awalnya Salma karena suaminya malah membawanya ke pasar bukan ke supermarket. Tapi mau gimana lagi karena Jaka sekarang sudah berani mengancamnya akan meninggalkannya sendirian Jika tidak mau ikut dengannya ke pasar.


"Kenapa gak bilang mau ke pasar sih, kalau gini caranya mending gak ikut aja. Udah tempatnya becek, bau lagi pasti makanannya juga gak higienis," gerutu Salma kesal.


"Ssstt ... jangan marah-marah nanti cepet tua lho. Katanya mau belajar menjadi istri yang baik. Ya udah turutin aja apa kata suami, sekalian kamu belajar berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar. Jangan di tempat-tempat yang mahal mulu," sahut Jaka.


"Ckk ... Iyah-iyah!"


Mereka pun memilih untuk melanjutkan berkeliling-keliling pasar mencari bahan-bahan makanan yang di butuhkan. Walaupun Salma selalu menggerutu kesal, tetapi ia selalu tersenyum melihat suaminya yang pinter mencari bahan-bahan makanan dan juga selalu ramah kepada semua orang yang menyapanya. Padahal mereka tidak saling kenal tetapi Jaka selalu menebarkan senyumnya ke semua orang.


"Jaka mau es krim," pinta Salma sambil menunjuk sebuah pedagang es krim.


"Gak boleh, kamu kan baru sembuh," ujar Jaka.


"Pokoknya titik gak pake tanda seru, aku mau es krim!" sahut Salma sambil berlalu meninggalkan suaminya menuju pedagang es krim.


Jaka lagi-lagi menghela nafas lalu menyusul istrinya yang sedang memakan es krim dengan lahapnya. Sampe-sampe belepotan, seperti anak kecil saja.


"Pelan-pelan makannya, gak bakal ada yang ngambil kok," ucap Jaka sambil mengelap es krim yang belepotan di sudut bibirnya.


Lagi-lagi Salma di buat jantungan oleh suaminya. Dengan posisinya yang sangat dekat seperti itu membuat jantungnya kembali dag-dig-dug.


"Sal," panggil Jaka terlihat serius yang di balas kerutan kening oleh istrinya.


"Jika takdir berkata lain memisahkan kita untuk tidak bersama, apakah kamu bakal terima?" tanya Jaka yang membuat Salma hanya diam, "Haha, saya bodoh yah. Saya terlalu berharap, pasti itu malah membuat kamu senang karena tidak di takdirkan dengan lelaki seperti saya," lanjutnya sambil tersenyum palsu dan menundukkan wajahnya.

__ADS_1


>Bersambung ....


__ADS_2