
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
"Siapa Kak?" tanya Rere penasaran.
"Mommy, katanya Bibi jatuh di kamar mandi. Dia minta aku pulang untuk periksa keadaannya. Jadi gapapa kan ke rumahku dulu?" ujar Kelvin yang di angguki pelan oleh Rere.
Akhirnya Kelvin pun kembali mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya.
Beberapa menit kemudian, setelah sampai di rumahnya. Kelvin langsung mengajak Rere masuk ke dalam.
"Hai Bang," sapa Gibran sambil tersenyum yang kebetulan sedang berada di ruang tamu.
"Oh hai," sahut Kelvin lalu ia menoleh ke arah Rere yang sedari diam saja, "Re kamu tunggu di sini dulu sebentar gapapa kan?" tanyannya yang lagi-lagi di angguki oleh gadis itu.
"Ya udah aku ke kamar Bibi dulu yah, kamu gak usah sungkan di sini mah anggap aja rumah sendiri. Gibran," Kelvin menganggukkan wajahnya yang di juga di balas anggukan kecil oleh Pria itu.
Setelah kepergian Kelvin, tinggalah hanya mereka berdua. Kebetulan sekali Gibran sedang sendirian, entah kemana kekasihnya itu. Suasana sangat hening, mereka sama-sama merasa canggung.
Sambil menundukkan kepalanya, Rere mendudukkan dirinya di seberang tempat duduk Gibran. Ia tidak berani menatap Pria di depannya yang masih ia cintai. Begitupun Gibran yang merasa sangat canggung, ia juga sebenarnya masih merasa bersalah karena telah menolak wanita di hadapannya.
"Mmm, gimana kabar kamu?" tanya Gibran canggung sambil melirik gadis itu sekilas, lalu kembali mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Rere mendongakkan wajahnya, "S-siapa? Aku?" tanyannya sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Ya, siapa lagi?" sahut Gibran sambil sedikit tersenyum melihat gadis itu yang terlihat kebingungan.
"Hmm, aku baik," jawab Rere singkat sambil kembali menundukkan kepalanya.
"Mmm, A-aku minta ma--"
"Hai sayang, ini aku bawain jus sama cemilan buat kamu!"
Ucapan Gibran terpotong karena tiba-tiba Keyra datang dengan membawa nampan berisi jus dan cemilan. Sontak membuat Gibran dan Rere langsung menoleh ke arah gadis tersebut.
"Maaf, nunggu lama yah?" tanya Keyra sambil menaruh nampan yang ia bawa tadi di meja. Ia belum menyadari keberadaan Rere.
__ADS_1
"Eh, Kakak ipar?! Kapan datang?" tanya Keyra setelah menyadari keberadaan Rere, gadis yang kini akan menjadi calon Kakak iparnya. Ia sudah tahu semuanya karena orang tuanya sudah menceritakan kepadanya.
Rere hanya terdiam tipis sambil mengangguk pelan, "Belum lama sih."
"Kakak ipar?" gumman Gibran pelan tapi masih terdengar oleh kekasihnya. Ia masih bingung kenapa Keyra memanggil Rere dengan sebutan seperti itu.
Keyra tersenyum ke arah kekasihnya lalu berkata, "Iyah, dia Kakak iparku. Karena sebentar lagi dia akan menikah dengan Abang Kelvin," jelasnya yang membuat Gibran langsung menoleh ke arah Rere yang sedang menundukkan wajahnya.
"Oh iyah, Kakak ipar mau minum apa? Biar aku buatkan," tanya Keyra yang membuat Rere langsung mendongakkan wajahnya.
"Mmm, terimakasih, tapi tidak usah. Oh iyah panggil saja Rere, lagian kita seumuran. Tidak usah memanggilku dengan sebutan Kakak ipar," ujar Rere sambil tersenyum tipis.
"Baiklah, tapi tidak enak masa Kakak lagi main tidak di kasih apa-apa. Tunggu di sini sebentar biar ku buatkan minuman," Keyra kembali ke belakang untuk membuat minuman buat Rere. Ya karena Bibi sedang sakit jadi terpaksa ia membuatnya sendiri.
Setelah kepergian Keyra, seperti biasa suana menjadi hening. Rere yang memilih mengalihkan pandangannya ke arah lain karena sedari tadi ia merasa Gibran terus menatapnya.
Memang benar Gibran sedang menatapnya, tidak tau kenapa ia merasa sedih setelah tahu gadis itu akan menikah. Tapi di satu sisi ia juga merasa senang karena gadis itu akhirnya bisa mengikhlaskannya. Walaupun ia masih merasa bersalah karena telah menyakiti hatinya.
.
.
.
Beberapa hari kemudian ...
Di Tokyo, Jepang. Waktu menjelang siang, terlihat seorang gadis cantik baru saja turun dari mobilnya. Ia berdiri di dekat mobil sambil menatap sebuah perusahaan yang telah bekerjasama dengannya.
Ya, pasti tujuannya sekarang adalah untuk membahas rencana yang akan di rancang bersama pemilik saham perusahaan tersebut. Yang sebenarnya perusahaan pusatnya adalah berada di Jerman, dan itu adalah salah satu saham perusahaannya. Kebetulan mereka sudah membuat janji. Gadis itu datang sendiri ke sana karena sekretarisnya tidak masuk karena sedang sakit.
Saat hendak ingin melangkahkan kaki, tidak sengaja pandangannya tertuju pada seorang wanita paruh baya yang memakai kursi roda. Ia terlihat kesusahan untuk masuk ke dalam perusahaan tersebut karena kebetulan jalannya sedikit tinggi.
Merasa kasihan dengan wanita tersebut, ia pun memilih untuk menghampirinya.
"Tante ingin kemana? Sini biar aku bantu," tanyannya sambil tersenyum.
"S-saya ingin bertemu anak saya," jawabnya.
"Baiklah, dimana anak Tante? Apa dia bekerja di sini?" tanyanya lagi yang di angguki oleh wanita paruh baya itu.
__ADS_1
Ia pun mulai mendorong kursi rodanya menuju ke dalam.
"Sudah di sini saja Nak, biar saya cari sendiri saja. Takut merepotkanmu," pintanya.
"Tidak apa-apa Tante, kebetulan sekali aku juga ingin bertemu seseorang di sini. Jadi sekalian saja," ujar gadis yang bernama Salsa sambil tersenyum ramah.
"Baiklah, terimakasih ..."
Ketika melewati meja resepsionis, mereka pun di tanya untuk apa datang ke sana. Karena Salsa menjawab sudah membuat janji dengan CEO di sana akhirnya di perbolehkan masuk.
Karena Tante itu tidak memberitahu jelas siapa nama anaknya dan hanya mengatakan menjadi Bos di sana. Akhirnya mereka pun berkeliling untuk mencari keberadaan. Namun ketika sampai di depan sebuah ruangan CEO. Kebetulan sekali seorang Pria muda baru saja keluar dari ruangan tersebut.
"Sam!" panggil wanita paruh baya yang sedang bersama Salsa. Sontak membuat Pria itu langsung menoleh ketika mendengar namanya di panggil. Suara itu tak familiar baginya.
"Mama?! Mama ngapain di sini?!" tanya Pria yang bernama Sam sambil berjongkok di depan kursi roda.
"Mama hanya bosan diam di rumah, jadi Mama ke sini. Apa tidak boleh?" jawabnya sambil menundukkan kepalanya dengan mata berkaca-kaca.
"Bukan begitu Ma, setidaknya jika ingin ke sini hubungin Sam terlebih dahulu. Kalau kayak gini caranya Mama malah buat Sam khawatir. Lagian sama siapa coba Mama ke sini?" tanya Sam tegas.
"Mama naik taksi sendiri," jawabnya jujur.
"Apa, sudah Sam bilang jangan keluar sendiri apalagi naik taksi. Mama ini nekat sekali, lagian buat apa Mama ke sini? Sam juga di sini sedang bekerja bukan bermain. Sebaiknya Mama di rumah saja bersama Qila!" ujar Sam merasa kesal, karena Mamanya selalu saja nekat keluar sendiri.
"Maaf, tapi Mama bosan di rumah. Lagian Aqila juga tidak ada sedang keluar," ucap Mamanya sambil menundukkan kepalanya.
"Maaf tuan, sebaiknya jika sedang berbicara dengan orang tua itu turunkan nada bicaranya," ujar Salsa ikut nimbrung yang sedari tadi diam saja masih tidak percaya karena ternyata wanita yang ia bantu tadi adalah Tante Lia. Sahabat Bundanya sendiri yang dulu sering menggendongnya saat kecil.
Mendengar itu sontak Sam langsung mendongakkan kepalanya menatap seorang gadis yang sedang berdiri di belakang kursi roda Mamanya.
"Aca?!"
"Aca?!" ulang Mamanya sambil menatap Putranya dengan raut wajah bingung.
>Bersambung ....
Maaf baru up, abis berduka sama sibuk lagi mpls juga 🙏🙂 Jadi mohon maklum yah guys authornya baru masuk SMA jadi udah mulai sibuk, mohon jangan hapus dulu dari fav🥺 Dan buat pembaca yang masih setia ngikutin ceritanya. Aku ucapin terimakasih banyak-banyak❤️❤️❤️
Oh iyah btw selamat hari raya idul Adha, mohon maaf lahir dan batin 🙏☺️ Maaf telat;v
__ADS_1