
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
π£π£π£
Keesokan Harinya ...
Di ruangan Sam, Aqila dan Sam terlihat masih tertidur pulas. Tanpa mereka sadari ternyata sudah ada orang tuanya di sana.
"Emmm," Aqila menggeliat lalu mulai membuka matanya secara perlahan karena merasa terusik dengan cahaya matahari yang menembus jendela. Kebetulan sekali ruangan Sam berada di lantai atas.
"Sudah bangun?" tanya Papahnya yang membuat Qila yang sedang mengucek-ngucek matanya sontak langsung menoleh.
"Papah?! Papah ada di sini?! Kapan datangnya?" tanya Aqila masih tidak percaya.
"Papah baru sampai sini hmm. Gimana keadaan Abang kamu?" tanya David kepada Putrinya.
"Alhamdulillah Abang udah berhasil melawan masa kritisnya Pah. Semalam baru selesai di operasi," jawab Aqila. Ia menoleh untuk melihat keselilingnya.
Tidak sengaja gadis itu melihat seorang wanita paruh baya yang sedang tertidur di sofa ruangan tersebut, "Mamah?! Kenapa ada di sini?!" ia menoleh ke arah Papahnya seakan meminta penjelasan.
"Mamah kamu semalam tidak sengaja mendengar percakapan Papah dengan anak buah Papah di telfon. Jadinya dia maksa ingin ikut ke sini. Dan sepertinya sekarang sangat kelelahan, jadi biarkan saja dia istirahat," jelas Papahnya.
βοΈ Flashback OnβοΈ
Malam hari di ruang keluarga. Saat ini David terlihat sedang telfonnan dengan tangan kanannya.
__ADS_1
"Cari tahu siapa yang menusuk Sam! Dan suruh anak buahmu menyiapkan penerbanganku ke Indonesia malam ini juga!" pinta David dan langsung mematikan panggilannya secara sepihak.
Setelah selesai menelfon tadi ia berniat ingin menuju kamarnya untuk menyiapkan bersiap-siap. Namun tanpa di sadari istrinya yang ternyata mendengar percakapannya tadi langsung menghampirinya.
"Apa aku tidak salah dengar? Siapa yang tertusuk Mas?!" tanyannya penasaran.
David terdiam, ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia menghela nafasnya mencoba untuk tetap tenang, "A-anu, mmm ..."
"Siapa?! Apa Sam?! Kenapa dia bisa tertusuk?! Siapa yang melakukannya?! Apa dia baik-baik saja sekarang?!" tanya Lia bertubi-tubi.
David berjalan menuju istrinya yang terlihat tidak tenang. Ia berjongkok di hadapannya, "Hei sayang Sam tidak apa-apa kok. Dia sudah baik-baik aja sekarang, aku tahu dia anaknya kuat. Sekarang aku ingin menyusul anak-anak kita ke sana, kamu di sini aja yah. Nanti kalau aku sudah sampai di sana aku hubungin kamu," ujarnya sambil mengelus rambut istrinya lembut.
"Tidak mau! Aku ingin ikut! Pokoknya harus ikut!" sahut Lia terkekeh.
"Tap--"
"Sebenarnya aku juga tidak tenang ninggalin kamu sendirian di sini, walaupun banyak bodyguard dan pembantu. Hmm, ya udah kamu ikut tapi penerbangannya nanti aja besok yah. Ini udah malam," ujar David.
"Sekarang saja!"
"Tapi sayang ini udah malam, aku gak mau nanti malah terjadi apa-apa denganmu," ucap David.
"Aku tidak apa-apa, sekarang saja kita terbang ke Indonesia," sahut Lia kekeh.
"Baiklah aku akan menyuruh anak buahku menyiapkan semuanya. Kita naik jet pribadi saja."
βοΈ Flashback off βοΈ
__ADS_1
Kembali lagi ke cerita yang tadi. Aqila mulai berjalan menuju sofa dimana Mamahnya sedang tertidur.
"Tapi kasihan juga Mamah, pasti dia kelelahan," ucap Aqila kepada Papahnya.
"Papah tahu, tapi di kekeh ingin ikut bahkan ingin terbang malam hari," sahut David.
"Hmm, Mamah ini sangat keras kepala sekali," Aqila berjongkok di hadapan Mamahnya lalu mengelus-elus wajah lelah Mamahnya dengan sangat hati-hati.
Sedangkan David mulai duduk di kursi samping Putranya. Dengan perlahan ia menyentuh tangannya sambil mengelusnya lembut. Sam yang merasa terusik dari tidurnya dengan perlahan membuka matanya.
"Hngg ..." Sam mengucek-ngucek lalu ia menatap ke sekelilingnya.
"Papah?! Kapan tiba?" tanya Sam sedikit terkejut melihat Papahnya sudah berada di sampingnya.
"Hmm, apa yang sebenarnya terjadi?" Papahnya malah bertanya balik.
"S-sebenarnya ada orang yang mencoba ingin membunuh Aca. Jadi aku menyelamatkannya," jawab Sam.
"Apa kondisimu sudah membaik?" tanya Papahnya lagi.
"Sudah Pah, semalam abis di operasi dan Sam berhasil melewati masa kritis Sam. Hanya saja mmm ..." Sam menjeda ucapannya sambil menundukkan kepalanya yang membuat Papahnya penasaran tambah khawatir.
"Kenapa?!"
>Bersambung....
Sorry jika banyak typo bertebaran atau ada kata" kurang nyambung. Author semalam ketiduran pas lagi nulis;)
__ADS_1