Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~ Episode 112


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


"Apa dia anak kecil yang waktu itu bersama Mamah kamu?! Yang udah buat tangan kiri Salsa jadi lumpuh?! Apa iyah?!" tanya Salsa kepada Reza sambil menunjuk Refan yang masih terdiam kebingungan.


"Apa maksudnya? Refan memang selalu bersama Neneknya saat kecil," jawab Reza.


"Jadi benar kamu dan Nenek kamu yang udah buat Salsa koma dan tangannya sampai lumpuh karena kecelakaan itu! Dan sekarang untuk kedua kalinya Salsa mengalami koma dan sampe sekarang belum sadar!" Salma kembali menatap Refan dan Reza.


"APA KALIAN TIDAK PUAS MEMBUAT KELUARGAKU MENDERITA?! APA BELUM PUAS?! PERGI KALIAN!! AKU SUDAH MUAK DENGAN PERBUATAN KALIAN!! DARI DULU KALIAN MEMANG JAHAT!! TIDAK INGIN MEMBUAT KITA BAHAGIA!! Hikss-hikss ... Pergiii!!!" teriak Salma frustasi.


"Sayang kamu jangan seperti ini, kamu harus tenang. Kontrol emosi kamu! Sebaiknya kalian pergi saja, maafin istri saya. Mungkin dia lagi stres jadi tidak bisa mengontrol emosinya," ujar Jaka kembali mendekap tubuh istrinya, ia menyuruh mereka untuk segera pergi. Karena ia takut Salma akan menjadi-jadi jika mereka masih berada di sana.


"Baiklah aku mengerti, Refan ayo kita pergi!" ajak Reza yang dengan cepat di balas gelengan kepala oleh Putranya.

__ADS_1


"Aku ingin nunggu di sini saja sampe Salsa sadar!" ucapnya.


"Refan tolong ngertiin yah, Om bukannya ngusir kamu. Tapi sebaiknya kamu ikut Papi kamu aja. Om tidak mau istri Om semakin stres jika kamu terus-terusan di sini," ujar Jaka.


"Refan, ayo ikut Papi! Apa kamu tidak kasihan sama Mami kamu?! Lihat sepertinya dia pingsan. Apa kamu tidak tahu Mami kamu seperti ini karena apa?! Karena kamu! Dan sekarang kamunya malah gini!" ujar Reza yang langsung menggendong tubuh istrinya.


Refan menatap Mami Papinya sendu, "Baiklah Refan ikut Papi."


"Ayo, kita pamit dulu yah. Maaf jika kami telah mengganggu kalian," pamit Reza yang di angguki oleh Jaka.


"Seharusnya kamu jangan seperti itu tadi. Mau gimanapun juga mereka tetap keluargaku," ujar Jaka yang membuat Salma langsung mendongakkan kepalanya.


"Kamu bela mereka?! Apa kamu tidak ingat, siapa yang udah buat aku benci sama kamu hanya karena kesalahpahaman?! Siapa yang buat kamu ninggalin aku pas lagi ngandung anak kamu?! Siapa juga yang udah buat anak kita kecelakaan sampe-sampe tangannya lumpuh?! Dan sekarang siapa yang udah buat Salsa jadi seperti ini?! Apa itu yang kamu bilang keluarga?!" tanya Salma sambil melepaskan pelukannya.


"Jangan pernah ungkap itu lagi, yang lalu biarlah berlalu!"


"Terserah, aku benar-benar tidak mengerti jalan pikir kamu. Sebenarnya kamu ini b3g0 atau terlalu baik sih?! Tau ah males ngeladenin kamu," Salma ingin berlalu masuk ke dalam ruangan Salsa.

__ADS_1


"Salma!"


"Ahkk kepalaku! Sa-kit ..." rintih Salma sambil memegangi kepalanya yang di perban karena terluka saat jatuh dari tangga waktu itu.


"Aku bilang juga apa, kamu lagi sakit! Di bilangin ngeyel sih," oceh Jaka yang tidak di gubris oleh istrinya. Salma masih memegangi kepalanya dan tidak lama ia mulai memejamkan matanya.


Salma ambruk di dalam pelukan suaminya. Jaka langsung menggendong tubuh istrinya dan membawanya masuk ke dalam ruangan.


Cklek!


"Gibran!" panggil Jaka kepada Putranya yang membuat Gibran langsung menoleh.


"Ayah? Bunda kenapa?!" tanya Gibran khawatir.


"Kamu jagain Bunda sama Kakak kamu sebentar yah. Ayah mau panggil Dokter buat cek kondisi Bunda kamu. Sekalian mau minta buat mindahin Bunda agar seruangan dengan Kakak kamu," ujar Jaka sambil menaruh Salma di sofa dan berlalu pergi.


>Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2