Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
Episode 41


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


"Hoaammm ... udah mendingan belum?" tanya Jaka yang sekali-kali menguap karena mengantuk.


"Belum, pokoknya jangan berhenti sampe aku tidur!" sahut Salma yang masih asyik memainkan ponselnya.


"Ya gimana mau tidur kalau kamunya aja dari tadi main handphone terus," cibir Jaka.


Kini masih di malam yang sama, Jaka di suruh istrinya untuk mengurut-urut perutnya karena sakit lagi datang bulan katanya. Sudah sekitar dua jam lamanya ia mengurut sampe-sampe menguap beberapa kali karena telah mengantuk.


Namun sedari tadi istri hanya cuek kepadanya sambil fokus memainkan handphone, gak ada niatan buat menyuruhnya untuk udahan kali yah? Tadi katanya sampe dia tertidur, ya tapi gimana mau tidur kalau main handphone terus. Itulah yang membuat Jaka kesal dan selalu mengumpat di dalam hati, udah-udah tadi gak jadi di kasih jatah pas lagi tegang-tegangnya. Eh kini malah di suruh mengurut-urut perutnya tanpa pakai baju lagi, tanpa malunya ia hanya pakai Bra, ya kalau masalah celana sih lengkap.


"Ih Jaka, kenapa malah pegang-pegang yang lain sih?!" tegur Salma kesal yang melihat tangan suaminya malah berkeliaran kemana-mana dengan mata terpejam karena tidak kuat lagi menahan kantuk.


"Hoaammm ... Ya maaf, abisnya saya ngantuk banget sih jadi gak lihat. Tapi ini enak juga lho Sal, kenyal-kenyal gitu," ujar Jaka dan tanpa sadar malah meremas benda kenyal milik istrinya.


"Ahkk! Jaka lepasin! Kurang ajar banget sih! Udah tidur aja sana," tutur Salma sambil berusaha melepaskan tangan suaminya.


Tanpa menghiraukan istrinya Jaka langsung melepaskan tangannya dan merebahkan tubuhnya di samping wanita itu. Tidak membutuhkan waktu lama ia sudah tertidur pulas.


Salma menatap wajah tampan suaminya sambil mengelus-elus wajahnya lembut. Bibir terangkat membentuk senyuman, "Kalau di lihat-lihat kamu ganteng juga yah. Nyesel juga dulu aku selalu kasar sama kamu, seharusnya aku bersyukur memiliki suami tampan, baik, perhatian, Sholeh lagi. Ya walaupun kalau soal harta kita gak sebanding, tapi seharusnya dari dulu aku bisa menerima kamu apa adanya. Bukan malah selalu membuat kamu down dengan kata-kata pedasku itu," rilihnya sambil menatap suaminya sendu.


Cup!


"Good night, my husband. Tidur yang nyenyak yah, aku janji mulai saat ini akan mencoba menjadi istri yang baik buat kamu," ucapnya setelah mengecup singkat kening suaminya.


Salma menaruh ponselnya di atas nakas, memakai bajunya kembali lalu ia ikut berbaring. Menarik selimut dan mulai memejamkan matanya sambil memeluk suaminya. Tak lama ia pun ikut masuk ke alam mimpi. Memang mereka tidur berdua karena Salma yang memintanya, dulu awalnya Jaka sempat menolak tapi istrinya tidak mau di bantah.


***

__ADS_1


Pagi menjelang, seperti biasa suara adzan subuh berkumandang saling menyahut di setiap mesjid dengan merdunya. Kali ini Salma terbangun lebih dulu dari suaminya.


Bibirnya mengembang membentuk senyuman hangat, samar-samar ia melihat wajah tampan suaminya yang masih terlelap. Ia melepaskan tangannya yang masih melingkar di pinggang Pria di hadapannya, lalu merubah posisinya menjadi duduk.


"Hoaammm ... Jam berapa sih ini?" gumman Salma sambil sekali-kali menguap karena masih mengantuk dan mengucek-ngucek matanya yang masih ingin terpejam.


"Oh udah subuh toh," gummannya lagi setelah melihat waktu di ponselnya yang semalam ia taruh di nakas.


"Jak, Jaka bangun!" ucap Salma mencoba membangunkan suaminya sambil menepuk-nepuk pipinya pelan.


Tidak membutuhkan waktu lama Jaka pun terbangun, "Hmm, jam berapa?" tanyannya dengan mata yang masih terpejam.


"Bangun gih, sholat subuh," ucap Salma sambil beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi berniat untuk menyiapkan air hangat.


Sampai di dalam kamar mandi, ia menguras bathroom, lalu menyalakan keran air hangat. Setelah terisi penuh dengan air tersebut, Salma pun berjalan menuju wastafel berniat untuk mencuci muka sekalian menggosok gigi.


Setelah selesai dengan rutinitasnya, Salma kembali masuk ke dalam kamar yang ternyata suaminya masih tertidur. "Jaka ayo bangun aku udah siapin air hangat buat kamu mandi. Cepet ih nanti aku siapin bajunya juga," ujarnya yang membuat Jaka langsung terbangun.


"Ini beneran kamu yah?" tanya Jaka lagi.


"Ya iyalah ini aku Salma, istri kamu. Siapa lagi?" Salma malah bertanya balik.


"Ya-ya aneh aja, semenjak pulang dari rumah sakit kamu berubah. Jadi lebih perhatian gini ke saya, mmm kalau boleh tau pas kamu koma. Apakah kamu pernah mimpiin sesuatu yang udah buat kamu berubah gini?" ujar Jaka.


"Iyah aku mimpi, mimpi kena azab seorang istri karena telah kasar dan selalu nyakitin suaminya!" sahut Salma yang membuat Jaka memicingkan matanya.


"Hahaha, gak kok aku gak mimpi apa-apa. Sekarang aku cuman mau mencoba belajar menjadi istri yang baik aja, sekarang aku sadar udah nikah. Ya walaupun karena terpaksa tapi mau gimana pun juga aku tetap udah sah menjadi seorang istri. Jadi inilah tugasku melayani kamu, memperhatikan kamu," ujar Salma kemudian yang membuat Jaka tersentuh. Dia tidak percaya istrinya benar-benar akan berubah seperti ini.


"Ya udah cepet mandi sana," suruh yang langsung di turuti oleh Jaka.


Sambil menunggu suaminya mandi, seperti yang di katakan tadi. Salma menyiapkan pakaian Koko milik suaminya di atas kasur. Setelah selesai ia memilih untuk menyenderkan kepalanya di tepi ranjang sambil memejamkan matanya yang terasa masih mengantuk.


Cklek!

__ADS_1


"Kalau masih ngantuk tidur lagi aja, kamu baru sembuh jadi harus banyak istirahat. Lagian lagi datang bulan juga yah kan? Jadi gak sholat dulu," ucap Jaka sambil berjalan mendekati istrinya yang membuat gadis itu kembali membuka matanya.


Salma terdiam dengan mulut ternganga, dan mata yang terlihat segar tidak mengantuk lagi. bukan terkejut apa yang Jaka katakan. Melainkan terkejut dengan pemandangan di hadapannya yang benar-benar menakjubkan. Ya apalagi kalau bukan tubuh six pack suaminya yang sangat menggoda.


Memang saat ini Jaka hanya mengenakan handuk mini yang melilit di pinggangnya. Apalagi dengan rambutnya yang basah serta menetes di dada bidangnya membuat pria itu terkesan sangat cool dan menggoda. Apalagi dengan roti sobeknya, beh ...


"Masih ngantuk yah?" tanya Jaka yang membuyarkan lamunan Salma.


'Udah gak ngantuk lagi kali gara-gara lihat roti sobek,' batin Salma.


"Eh iyah sedikit," jawab Salma.


"Ya udah saya pakai baju dulu yah, kalau ngantuk tidur lagi aja," ucap Jaka sambil meraih pakaian yang sudah di siapkan istrinya lalu bergegas untuk kembali ke kamar mandi.


Bukanya tidur Salma malah memilih untuk memainkan ponsel. Dan tak lama Jaka pun telah keluar yang sudah rapi dengan pakaian kokonya.


"Gak jadi tidurnya?"


"Udah gak ngantuk," jawab Salma yang masih fokus menatap layar ponselnya.


"Ya udah saya sholat dulu yah," ucap Jaka yang di angguki oleh Salma.


Usai melaksanakan sholat subuh, seperti biasa Jaka melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan merdunya. Yang membuat Salma selalu adem mendengarnya. Gadis itu tersenyum dan tidak terasa air matanya menetes membasahi pipi mulusnya karena merasa terharu.


>Bersambung...


Maaf kalau membosankan 🙃




Jan lupa sebelum/sesudah baca pencet tombol LIKE karena LIKE itu gratis lho guys 🥰 Makasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2