Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
Episode 45


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


๐Ÿฃ๐Ÿฃ๐Ÿฃ


"Sal, kasih saya waktu buat ngejelasin semuanya!" pinta Jaka.


"Gak perlu, kalau Lo gak mau pergi mending gue aja yang pergi dari sini!" sahut Salma dan berlalu pergi.


Tidak tinggal diam Jaka pun berlari ke luar ruangan berniat untuk mengejar istrinya. Namun di tengah-tengah ia merasa perut bawah bagian kirinya merasa sakit.


"Ahkk! Kenapa akhir-akhir ini sering sakit yah?" ringis Jaka sambil memegangi perutnya.


Tak mau membuang-buang waktu Jaka pun memilih untuk melanjutkan langkahnya berniat untuk mengejar istrinya. Ia menaiki lift menuju lantai paling bawah. Namun sayangnya setelah sampai di parkiran ternyata sudah tidak ada mobil istrinya.


Jaka berjalan menuju jalan berniat untuk mencari angkutan umum. Namun tiba-tiba sebuah mobil hitam berhenti di depannya dan tiba-tiba ada seseorang turun dengan pakaian serba hitam dengan wajah di tutup.


Tidak peduli dengan kedatangan mereka Jaka memilih mengalihkan pandangannya pura-pura tidak melihat sambil fokus mencari angkutan umum yang lewat. Melihat Jaka yang lengah tiba-tiba orang itu langsung membiusnya, memasukkan ke dalam mobil dan membawanya pergi.


โ˜˜๏ธ Flashback on pas c*um*nโ˜˜๏ธ


Jaka berjalan menaiki anak tangga berniat untuk menuju ruangannya. Namun saat sampai di anak tangga paling atas tidak ia menabrak seorang gadis cantik yang membuatnya terjatuh.


"Kamu gapapa kan?" tanya Jaka sambil membantu gadis itu untuk berdiri.


"Aku gapapa kok," jawabnya sambil tersenyum.


"Oh iyah kenalin Aku Rara, panggil aja Ara. Nama kamu siapa?" ujar gadis yang bernama Rara itu sambil mengulurkan tangannya.


"Jaka," sahut Jaka sambil menerima uluran tangannya, "Kalau gitu saya duluan yah masih ada pekerjaan, soal yang tadi maaf," ucapnya yang di angguki oleh Rara. Baru saja Jaka ingin melangkahkan dan begitupun dengan Rara, tiba-tiba high heels yang di pakainya hampir aja patah yang membuatnya hilang keseimbangan dan hampir saja terjatuh.


Dengan sigap Jaka langsung menangkapnya, ia menarik pinggangnya dan tidak sengaja bibir mereka malah menyatu. Mata Jaka melotot sempurna, namun tidak dengan Rara yang tersenyum smrik. Dan dengan sengaja Rara malah memperdalam kecupannya menjadi c*um*n panas yang membuat Jaka terkejut dan mencoba memberontak untuk melepaskan dirinya dengan mendorong tubuh mungil gadis itu.


Tanpa Jaka sadari ternyata ada sepasang mata yang telah berhasil merekam aksi mereka saat berc*um*n tadi.


"Kamu apa-apaan sih?!" ucap Jaka marah setelah berhasil bebas.


"Upss sorry ... Kelepasan tadi, abis bibirnya manis sih," sahut Rara dengan watadosnya.


"Lain kali jangan di ulangi lagi, kita bukan muhrim!" ujar Jaka kesal dan langsung berlalu pergi.


Setelah kepergian Jaka tiba-tiba ada seseorang yang datang menghampiri Rara, "Gimana?" tanya Rara kepada orang tersebut.

__ADS_1


"Tenang udah berhasil gue rekam, berkas-berkasnya juga udah gue ganti tadi. Eh bay the way makasih loh Dek," jawab pria tersebut ya siapa lagi kalau bukan Reza.


"Iyah sama-sama, apa sih yang enggak buat abangku tercintahhh. Tapi bibirku jadi korban nih," sahut Rara sambil cemberut. "Gapapa deh manis juga bibirnya, ngemeng-ngemeng dia ganteng juga yah Bang," lanjutnya yang mendapat cubitan kecil di hidungnya.


"Jangan naksir sama dia, awas aja kamu!" ancam Reza.


"Iyah-iyah, tapi yang Rara anehin. Kenapa wajahnya sekilas mirip Papah yah?" tanyanya bingung.


"Gue juga ngerasa gitu, tapi udahlah mending sekarang kita pergi takut ketahuan. Kita rencanain rencana selanjutnya, ingat ini belum selesai," ujar Reza yang di acungin jempol.


โ˜˜๏ธ Flashback ofโ˜˜๏ธ


Jaka mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali, samar-samar ia melihat tempatnya sekarang merasa sangat asing. Sebuah bangunan tua yang sepertinya sudah lama tidak di huni.


"S-saya dimana?" tanya Jaka bingung sambil menatap keselilingnya.


Ia menoleh ke belakang melihat tangannya yang di ikat, saat ini posisinya sedang duduk di sebuah kursi dengan tangan dan kaki di ikat.


"Udah sadar ternyata," ucap seseorang yang baru saja datang dengan pakaian rapi serba hitam juga wajah di tutup membuat Jaka susah untuk mengenalinya, tapi suaranya tidak asing baginya.


"K-kamu siapa? Lepasin saya!" pinta Jaka sambil berusaha untuk melepaskan diri.


"Gue bakal lepasin Lo, tapi Lo harus turutin permintaan gue dulu. Sangat mudah kok permintaannya," pria itu mengambil sebuah kertas berserta pulpen lalu menuliskan sesuatu.


๐Ÿ‚Kamu tau gak, saya nikahin Salma sebenernya hanya terpaksa karena ingin hartanya saja. Dan sekarang dengan perlahan saya mau buat hidupnya hancur ๐Ÿ‚


Jaka melotot melihat isi kertas itu, ia berpikir jika mau menurutinya pasti setelah ini akan terjadi sesuatu yang menimpanya. Pasti Salma akan membencinya setelah mendengar rekamannya mengatakan seperti itu. Dengan cepat Jaka menggeleng.


"Gak, saya gak bakal turutin permintaan kamu!"


"Oh berani yah Lo! Sepertinya harus pakai kekerasan," Pria itu mengeluarkan sebuah pisau dari sakunya lalu menodongkan ke leher Jaka.


"CEPET TURUTI PERINTAH GUE, ATAU LO GUE BUNUH!" bentaknya.


"Silahkan, bunuh saja saya! Lebih baik saya mati daripada hidup harus di benci istri saya!" sahut Jaka tidak takut.


"Ckk ... Berani bermain-main dengan gue?" ia berdecak kesal lalu menjauhkan dirinya dari Jaka dan menepuk-nepuk tangannya memanggil seseorang.


"CULIK NYONYA SALMA ALEXANDER LALU BUNUH DIA! JIKA SUDAH DI BUNUH BAWA MAYATNYA KE HADAPAN SUAMINYA!" titahnya kepada orang yang baru saja datang, sepertinya anak buahnya. Sedangkan Jaka yang mendengar itu sangat terkejut.


"Baik tuan!" sahut anak buahnya sambil membungkuk dan berniat untuk pergi.


"Tunggu!" panggil Jaka. "O-oke saya bakal turuti permintaan kamu, tapi jangan sentuh istri saya! Apalagi menyakitinya!" ujar Jaka yang membuat pria itu tersenyum penuh kemenangan di balik penutup wajahnya.

__ADS_1


"Hmm, oke gue tidak akan menyakiti istri Lo. Tapi tahu kan Lo harus apa?" tanyannya sambil merongoh ponsel di saku celananya.


Jaka menghela nafas sambil memejamkan matanya lalu ia mulai mengatakan yang tertulis di kertas tadi seakan ia sedang berbicara dengan seseorang.


"Ternyata Lo bodoh juga yah!" ucapnya setelah berhasil mendapatkan rekaman suaranya. Lalu ia menelpon seseorang.


Call on.


"Gimana? Udah beres? Jangan sampai ketahuan!" ucapnya kepada orang di seberang sana.


"...."


"Ok, gue bakal bawa dia ke sana. Inget, jangan sampai ketahuan!"


Call off.


Ia kembali menepuk-nepuk tangannya bertanda memanggil seseorang, "Bawa dia pulang ke rumahnya! Ingat jangan sampai kabur! Udah tau kan rencana kita selanjutnya?" ujarnya yang di angguki oleh beberapa anak buahnya. Sedangkan Jaka hanya menatapnya bingung, rencana apalagi yang akan mereka lakukan.


*****


"Sal, Salma! Gawat!" ucap Reza kelihatan panik.


Salma yang sedang terduduk di tepian danau langsung berdiri dan menghampirinya, "Sekretaris sekaligus suami Lo, Sal! Tadi gue lihat dia lagi berduaan sama cewek, terus gak sengaja gue mendengar obrolan mereka!" ujarnya yang membuat Salma mengerutkan kening.


"Ini Sal, gue tadi sempat merekamnya sedikit!" Reza memberikan ponselnya sambil menyalakan rekaman suara Jaka yang sepertinya sedang berbicara dengan seseorang.


๐Ÿ‚Kamu tau gak, saya nikahin Salma sebenernya hanya terpaksa karena ingin hartanya saja. Dan sekarang dengan perlahan saya mau buat hidupnya hancur ๐Ÿ‚


"Kurang ajar!" umpat Salma geram sambil mengepalkan kedua tangannya.


Reza tersenyum smrik lalu ia kembali merubah ekspresinya agar terlihat panik, "Tadi gue juga sempat dengar, katanya sekarang juga dia bakal hancurin rumah Lo karena tadi Lo udah berani memarahinya!"


"Serius?!" tanya Salma yang di angguki oleh Reza.


Wanita cantik itu langsung berlari menuju mobilnya dan segera menancapkan pedal gas menuju rumahnya meninggalkan Reza sendirian dengan senyuman penuh kemenangan.


"Ternyata mudah juga yah buat Salma benci sama Lo! Haha, siapa suruh Lo berani masuk ke dalam kehidupan orang yang gue cintai!" ucapnya sambil tersenyum menyeringai.


Sedangkan Salma tidak membutuhkan waktu cukup lama ia sudah tiba di rumahnya. Ia segera turun dari mobil dan terkejutnya ia melihat rumahnya yang terbakar. Salma menatapnya tidak percaya.


"Jaka?!" seru Salma membulatkan matanya sempurna melihat suaminya yang sedang berdiri sambil memegangi jerigen bensin.


"S-Salma?! I-ini gak--"

__ADS_1


>Bersambung.....


__ADS_2