
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Setelah selesai di periksa dan di izinkan pindah ruangan. Sekarang Salma sudah satu ruangan dengan Putrinya.
"Gibran apa kamu sudah makan?" tanya Jaka yang di balas gelengan kepala oleh Putranya.
"Ya sudah kamu tunggu sebentar Ayah ingin keluar bentar membeli makanan," ujar Jaka.
"Biar Gibran aja Ayah!"
"Gak usah, udah kamu tunggu aja di sini. Biar Ayah aja yang beliin," pinta Jaka kepada Putranya.
"Baiklah," sahut Gibran pasrah.
Jaka pun berlalu pergi meninggalkan ruangan tersebut. Namun baru saja sampai di luar dan ketika ingin menutup pintu tiba-tiba saja ada memanggilnya.
__ADS_1
"Jaka!"
Jaka menoleh, terlihat seorang Pria seumuran dengannya sedang berdiri di hadapannya.
"Reza? Ada apa?!" tanya Jaka sambil mengerutkan keningnya.
"Aku ingin berbicara denganmu sebentar, apakah boleh?" Reza balik bertanya yang di angguki oleh saudara tirinya.
"Baiklah, Ayo!"
Mereka pun mulai berjalan menuju sebuah kursi yang ada di depan ruangan tersebut. Hening, suana tiba-tiba hening. Karena sudah lama tidak bertemu dan mengobrol membuat mereka merasa canggung.
Jaka mendongakkan kepalanya menatap wajah saudara tirinya. Ia menghela nafas pelan lalu mulai menceritakan semuanya.
"Sebenarnya beberapa tahun yang lalu ..." Jaka menceritakan semuanya dari A~Z. Sedangkan Reza masih terdiam tidak percaya.
"Aku benar-benar tidak percaya jika Mamah akan setega itu. Maafin Mamah dan Putraku ... Aku sangat merasa bersalah dengan kalian. Sekali lagi aku minta maaf," ujar Reza sambil menundukkan kepalanya.
"Sudahlah tidak usah di pikirkan, yang lalu biarlah berlalu. Btw kamu sekeluarga apa kabar? Gimana kabar Papah?" tanya Jaka mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Kamu ternyata masih sama yah, mudah memaafkan dan tidak pernah dendam. Hmm aku baik, ya Papah juga gitu-gitu aja. Kadang sering sakit katanya selalu kepikiran sama kamu," sahut Reza sambil tersenyum.
"Ngapain harus dendam? Iyahkah? Bilangin ke Papah gak usah mikirin aku. Aku baik-baik aja kok di sini. Jangan lupa sampaikan salamku ke Papah," ujar Jaka yang di angguki oleh Reza.
"Baiklah nanti aku sampaikan," sahut Reza.
"Ya sudah kalau gitu aku duluan yah, mau beli makanan buat Putraku. Sepertinya dia sudah menunggu."
"Emangnya kamu punya anak berapa Mas Bro?" tanya Reza yang di balas senyuman oleh Jaka mendengar kembali kata Mas Bro yang dulu sering di ucapkan oleh saudara tirinya itu.
"Aku punya anak dua, yang pertama perempuan dan kedua laki-laki," jawab Jaka.
"Woi hebat yah, aku aja dari dulu masih atu. Dan itu juga di buat pas keadaaan lagi gak sadar," gurau Reza yang membuat Jaka tertawa.
"Hahaha kamu ini, sabar aja. Mungkin belum di kasih kepercayaan lagi sama yang di atas. Eh ya udah aku duluan yah, nanti kapan-kapan kita ngobrol lagi," ujar Jaka sambil menepuk pundak saudaranya dan kembali pamit yang di angguki oleh Reza. Akhirnya Jaka pun mulai berjalan menuju kantin rumah sakit untuk mencari makanan. Sedangkan Reza kembali menuju ruangan istrinya.
>Bersambung ...
Guys cuman mau tanya. Ini malam apa yah? Kok hawanya merinding gitu yah? 👀 Hahaha Canda guys, mungkin ini efek jomblo kali yah🤣
__ADS_1
Dahlah, mon maaf jika banyak typo bertebaran. Maaf juga karena eps nya sedikit, tapi tenang aja author bakal up lagi kok😄