
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
Episode kali ini khusus Gibran dan Rere yah guys❤️
🐣🐣🐣
Di sisi lain, di sekolah Gibran. Di sebuah ruangan kelas X IPA 1 terlihat banyak murid-murid yang tertidur, main hp dan banyak lagi yang mengobrol. Memang kali ini jamkos karena gurunya sedang rapat.
Di sebuah bangku paling pojok terlihat Gibran sedang mengobrol dengan teman sebangkunya.
"Apakah kepalamu masih sakit? Maafkan aku yah, ini semua memang salahku. Seharusnya aku tidak kasar kepadamu," tanya Gibran kepada Rere, ia merasa sangat bersalah. Memang kepala gadis itu di perban karena ulahnya.
"Sudah baikan, kamu tidak usah minta maaf. Memang ini salahku karena selalu mengganggumu, padahal kan sudah jelas kamu tidak mau berteman denganku. Tapi akunya saja yang selalu memaksa," sahut Rere sambil tersenyum palsu.
"Bukan begitu, maksudku bukan tidak mau berteman denganmu. Maaf, memang akhir-akhir ini aku sedang pusing jadi tidak mau di ganggu dulu. Kemarin-kemarin aku pusing mikirin Kakakku yang hilang, dan mikirin Bunda juga yang jatuh dari tangga. Terus sekarang Kakak sudah di kembali tapi dengan keadaan sangat buruk," ujar Gibran sambil menundukkan wajahnya.
"Kamu tidak usah sedih, semangat terus yah. Semoga Bunda sama Kakak kamu cepat sembuh. Maafin aku juga karena selalu mengganggumu, aku mengerti sekarang," ucap Rere tersenyum tipis sambil mengelus-elus pundak Gibran pelan.
__ADS_1
"Makasih, sekali lagi aku minta maaf sama kamu karena sifatku yang selalu cuek. Maaf juga karena aku kepalamu sampe terluka kayak gitu," sahut Gibran sambil mendongakkan wajahnya menatap gadis di depannya dengan sangat merasa bersalah.
☘️ Flashback on ☘️
Di rooftop sekolah, Gibran terduduk termenung sendirian. Namun tiba-tiba ada seorang gadis yang menghampirinya. Gadis itu yang selalu mengganggu ketenangannya.
"Boleh aku temani kamu di sini?" tanya Rere pelan.
Gibran menoleh sekilas, lalu kembali mengalihkan pandangannya tanpa berkata apa-apa. Karena tidak di jawab Rere pun memilih duduk di bangku sebelah Gibran.
"Apakah kamu sedang ada masalah? Coba cerita, aku siap mendengarnya. Siapa tahu kamu akan lebih tenang," ujar Rere sambil tersenyum.
"Gibran tunggu!" Rere mencoba mengejar Gibran, "Aku hanya ingin berteman denganmu, apakah tidak boleh?" tanyanya pelan setelah berhasil meraih tangan Pria itu.
"Aku tidak ingin memiliki teman sepertimu! Ngerti?! Sekarang lepaskan tanganmu dari tanganku!" kata Gibran sambil mencoba melepaskan tangannya. Namun Rere tidak melepaskan juga, ia semakin mengeratkan genggamannya. Karena kesal Gibran menghempaskan tangan gadis itu dengan sangat kasar.
"Ahkk!"
"Rere?!" pekik Gibran, ia langsung menghampiri gadis itu.
__ADS_1
Karena ulahnya tadi menghempaskan tangan Rere dengan kasar. Membuat gadis itu terjatuh dan tidak sengaja keningnya terbentur lantai. Yang membuat Rere pingsan dengan darah sedikit mengalir di keningnya.
Dengan perasaan cemas bercampur takut gadis itu kenapa-napa. Ia langsung menggendongnya dan membawanya ke UKS.
☘️ Flashback off ☘️
Setelah lama jamkos, dan tiba-tiba saja wakel (wali kelas) mereka datang dan mengatakan kepada muridnya untuk pulang karena guru-gurunya sedang ada urusan lain.
Para siswa-siswi bersorak senang dan mulai berhamburan ke luar kelas. Dan tersisalah Gibran dan Rere yang masih terduduk di tempatnya.
"Kamu pulang sama siapa?" tanya Gibran kepada Rere.
"Sama supir, tapi kayaknya dia gak tau kalau aku pulang cepet. Mana gak bawa ponsel lagi," jawab Rere sambil merongoh saku rok dan tasnya mencoba mencari ponselnya siapa tahu ada.
"Bareng aku aja mau gak? Sekalian aku mau traktir kamu sebagai permintaan maafku," ujar Gibran.
"Mmm, apakah tidak akan merepotkan?" tanya Rere merasa tidak enak.
"Tidak, ayo!" Gibran menarik pelan gadis itu untuk keluar dari kelasnya menuju parkiran.
__ADS_1
>Bersambung ....