Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~ Episode 163


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


Brakk!!!


Tiba-tiba pintu terbuka yang di dobrak oleh Refan dan beberapa polisi.


"Salsa?!!" pekik Refan terkejut melihat apa yang akan Dirga lakukan ke Salsa. Dengan cepat ia langsung menarik Pria itu dan mendorongnya dengan kasar hingga terjatuh.


"Angkat tangan!!" beberapa polisi mengarahkan pistol ke arah Dirga dan langsung menangkap Pria itu.


"Bawa dia Pak!!" pinta Refan langsung di turuti. Beberapa polisi itu membawa Dirga pergi dan tinggalah Salsa dan Refan.


"Salsa, kamu gapapa kan? Baik-baik aja kan?" tanya Refan khawatir setelah melepaskan dasi yang mengikat lengan gadis cantik di hadapannya yang kini kondisinya sangat berantakan dengan rambut acak-acakan dan baju kusut dengan beberapa kancing yang terbuka. Sedangkan celananya masih utuh.


Salsa tidak menjawab ia malah terus menangis sambil menutupi dadanya, "Hikss, aku kotor! Aku kotor! Aku sangat kotor hikss ..." ucapnya frustasi sambil mengusap wajahnya kasar dan meremas rambutnya kuat.


"Salsa hei, kamu gak boleh ngomong gitu!" Refan langsung menarik gadis itu ke dalam dekapannya. Mengelus-elus punggungnya lembut mencoba membuatnya tenang.


"Lepasin! Lepasin hikss-hikss ... Ayah, Bunda maafin Salsa hikss ... Salsa gak bisa jaga diri! Salsa kotor hikss ..." Salsa mencoba memberontak menyuruh Refan untuk melepaskan pelukannya. Namun Pria itu tetap memeluknya mencoba memberikan ketenangan.


"Aku ko-tor hnggg ..." Salsa tiba-tiba pingsan, Refan yang merasa tidak ada pergerakan pun dari gadis itu merasa khawatir.

__ADS_1


"Salsa?! Salsa?!" Refan melihat keadaan gadis itu yang ternyata pingsan, "Salsa?! Hei bangun ..." ucapnya sambil menepuk pelan pipinya yang tak kunjung sadar juga.


Karena takut terjadi apa-apa dengan Salsa, Refan pun berniat membawa gadis itu ke rumah sakit. Namun sebelum membawanya, ia melepas jaketnya terlebih dahulu dan memakaikan ke tubuh mungil Salsa untuk menutupi dada mulus dan putihnya yang terlihat tidak enak di pandang karena ada banyak tanda kemerahan bekas Pria br3ngs3k itu.


Setelah selesai Refan pun bergegas pergi membawa Salsa ke rumah sakit. Ia berniat menggunakan taksi dan meninggalkan motornya di sana. Karena tidak mungkin juga kan jika ia membawa Salsa yang pingsan dengan menggunakan motor seperti itu, yang ada malah bahaya.


Yang bingung kenapa Refan bisa tahu Salsa berada di sana dan datang dengan polisi. Jadi ...


☘️ Flashback ☘️


Kini perkelahian antara Refan dan kedua preman itu di menangkan oleh Refan. Dia berhasil membuat satu preman pingsan dengan kondisi babak belur. Sedangkan satunya lagi kini sedang ia todong menggunakan pistol agar Pria itu memberitahu dimana Salsa.


"Cepat katakan, kemana mereka membawa gadis itu!! Atau dalam itungan ketiga peluru panas ini masuk ke otakmu!! Satu ..." ancam Refan tegas.


"Dua ... Tig ...


"Iyah-iyah, gadis itu di bawa ke hotel XX lantai 20 kamar nomor 315!" ucapnya cepat yang membuat Refan terkejut mendengar Salsa di bawa ke hotel.


Tidak mau membuang-buang waktu ia segera menyusulnya. Tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di hotel tersebut, karena ia membawa motornya dengan kecepatan tinggi di tambah jalanan yang sepi.


Refan segera berlari menuju lif tanpa mempedulikan resepsionis dan security yang mencoba mencegahnya karena sembarang masuk. Di dalam Lif Refan mencoba menghubungi Polisi.


"Apa bener ini kamarnya?" guman Refan setelah sampai di depan kamar hotel yang di tujunya. Ia mencoba membuka pintu namun di kunci.


"Ahk sial pintunya di kunci!"

__ADS_1


Refan terus berusaha mencari cara untuk membuka pintu tersebut. Dan tak lama polisi pun datang, "Selamat malam Pak, ada yang bisa kami bantu?" sapa salah satu polisi.


"Malam Pak, kebetulan sekali. Tolong Pak ada penculikan di sini, di kamar ini! Cepat tolong Pak, saya juga takut Pria itu akan melecehkan teman saya!" pinta Refan.


"Baiklah Anda tenang dulu, kita coba saja dobrak pintunya!" ujar Pak polisi yang di angguki oleh Refan.


Karena tidak mau berpikir panjang, mereka pun berniat mendobrak pintu hotel tersebut. Tidak peduli jika harus ganti rugi berapa, pokonya berapa pun itu Refan akan menggantinya asal gadis yang pernah ia cintainya selamat. Dan ...


Brakk!!!


Benar saja yang di takutkan Refan. Ternyata benar ada seorang Pria yang berniat melecehkan Salsa.


☘️ Flashback off ☘️


Sedangkan di Tokyo, Jepang.


Di sebuah kamar, terlihat seorang Pria tampan sedang merebahkan tubuhnya di kasur dengan kondisi terlentang sambil menatap langit-langit kamarnya.


"Huftt ... Sangat lelah," ia menghela nafas lalu meraih ponselnya yang ada di nakas.


Sam mengecek ponselnya mengira jika akan ada pesan masuk dari Salsa. Ya lebih tepatnya ia berharap gadis itu menghubunginya walaupun sekedar mengirimkan pesan.


"Bahkan semenjak kejadian beberapa hari yang lalu setelah dia menolak lamaranku mentah-mentah. Dan sekarang? Bahkan dia tidak pernah menghubungiku sama sekali. Tidak mau menanyakanku dimana gitu? Huh sudahlah kau terlalu berharap Sam ..." Sam mematikan ponselnya dengan mode daya lalu melemparkan benda pipih itu ke sembarang arah.


>Bersambung .....

__ADS_1


__ADS_2