Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
Episode 14


__ADS_3

Assalamualaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


"Aaaaaaa!"


Terkejutnya ia ketika melihat sebuah mobil truk yang melaju sangat kencang dari berlawan arah yang ingin menghantam mobil mereka.


Karena Salma terus melirik ke arah Jaka yang membuatnya tidak fokus menyetir dan sampai-sampai ia tidak mengetahui ternyata ada mobil yang ingin menghantam mobil yang di kendarainya.


Dengan cepat Salma langsung membanting setir, dan karena kelincahannya akhirnya ia lolos dari mobil truk tersebut. Namun sayangnya mobil yang di kendarai Salma malah melaju menuju sebuah pohon besar.


"Jaka gimana ini? Kalau aku banting setirnya mobil kita bakal ke jurang! Tapi kalau enggak kita bakal nabrak pohon itu!" ucap Salma panik yang memang kebetulan tidak jauh dari pohon itu ada jurang.


"Tenang dulu kamu gak usah panik, kamu harus tenang! Saya juga gak tau harus gimana, coba rem!" ujar Jaka mencoba menenangkan istrinya.


"Oh iyah benar," Salma langsung menginjak pedal rem, "Tidak bisa, sepertinya remnya blong! Jaka, gimana nih? Hikss ..." ucap Salma panik sambil menangis.


Mobil itu kini semakin dekat dengan pohon tersebut, "Aaaaaaa!" teriak Salma ketakutan yang langsung menutup matanya menggunakan kedua tangan.


Sedangkan Jaka yang tidak mau terjadi sesuatu dengan istrinya langsung melepaskan seatbelt dengan paksa dan tanpa basa-basi ia langsung memeluk tubuh Salma berniat untuk melindunginya.


'Ya Allah lindungilah istri hamba, jika kau ingin mencabut nyawa hamba sekarang juga hamba ikhlas. Hamba ikhlas, tetapi hamba mohon ... lindungilah Istri hamba, jangan sampai dia kenapa-napa. Ya walaupun dia gak pernah menganggap hamba, tapi mau gimanapun juga dia tetap istri sah hamba.' batin Jaka sambil memejamkan matanya. Dan ...


BRUK!


Mobil mereka nyaris menghantam pohon tersebut dengan sangat keras. Karena Jaka menghadap belakang dan tidak memakai sabuk pengaman, punggungnya nyaris kejedot.


"AHKK!" pekik Jaka.


Salma menyingkirkan tangannya dan ia mulai membuka matanya secara perlahan. Seketika matanya membulat sempurna melihat Jaka yang ada di hadapannya sudah tidak sadarkan diri.


"Jaka ... Bangun! Aku mohon bangun, hikss ... Kenapa kamu malah mementingkan keselamatan aku sih? Sedangkan diri kamu sendiri malah terluka," ucap Salma sambil menggenggam tangan Jaka dan tangan yang satunya menepuk-nepuk pipi pria itu pelan berniat untuk membangunkannya.


Salma melihat ke depan yang ternyata mobilnya sudah berasap, "Astaga, sepertinya mobil ini akan terbakar! Tapi aku harus gimana, mana Jaka gak mau bangun-bangun lagi," ucapnya panik.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus minta tolong. TOLONG! SIAPAPUN DI SANA TOLONG KITA!" teriak Salma yang tidak ada satu orang pun yang menyahut karena memang sebentar lagi waktunya shalat Maghrib.


"Jaka, tolong bangun. Aku mohon ... Hikss-hikss ..." ucap Salma masih berusaha membangunkan suaminya sambil menangis.


Tiba-tiba terdengarlah suara adzan Maghrib yang berkumandang saling menyahut di setiap mesjid. Dengan perlahan Jaka mulai membuka matanya. Salma yang melihat itu langsung tersenyum senang.


"Ahk!" pekik Jaka sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing.


"Jaka, kamu udah sadar? Gimana? Kamu gak apa kan? Mana yang sakit?" Salma melontarkan beberapa pertanyaan yang membuat Jaka malah tambah semakin pusing.


"S-saya gapapa kok," jawab Jaka.


"Ya udah mending sekarang kita cepet-cepet turun karena mobil kita sepertinya akan terbakar," ujar Salma yang di angguki oleh Jaka.


Pria itu mulai membuka pintu mobil, "Ayo kita harus cepet-cepet turun!" ucapnya.


Salma hanya mengangguk lalu ia melepaskan seatbelt dan berusaha untuk turun. Namun sayangnya tidak bisa karena tiba-tiba ia merasakan sakit di perut bagian bawah sebelah kirinya.


"Ahk! Gak bisa Jaka, perutku sakit!"


"Ayo Salma, nanti mobilnya keburu terbakar!" sahut Jaka.


'Sebagai suami yang baik, mana mungkin aku tega ninggalin dia yang lagi kesusahan.' batin Jaka berpikir.


"Udah sini, sekarang kamu naik ke punggung saya yah," ujar Jaka setelah selesai berpikir.


"Apa?! Naik ke punggung Lo?!" tanya Salma sewot.


"Ya mau gimana lagi? Kamu teh mau saya tinggalin di sini? Terus terbakar? Mau kamu?" Jaka balik bertanya sambil menakut-nakuti.


'Iyah juga yah, ngeri juga kalau gue terbakar di sini. Gue kan masih muda, masih pengen ngerasain kebahagiaan bersama orang-orang yang gue sayang dan gue cintai.' batin Salma berpikir.


"Heh, malah melamun! Mau gak? Kalau gak saya tinggal nih," ucap Jaka yang melihat istrinya malah melamun.


"Iyah-iyah bawel," Salma menggeserkan tubuhnya dengan perlahan dan mulai naik ke atas punggung Jaka.


Tidak mau berlama-lama karena mobilnya akan terbakar, Jaka langsung keluar dari mobil bersama Salma yang ada di gendongannya. Namun tiba-tiba Jaka merasa kepalanya sedikit pusing.

__ADS_1


"Jaka ayo cepetan jalan! Kenapa malah bengong di sini sih," ucap Salma yang melihat Jaka malah terdiam sambil memegangi kepalanya.


'Aduh kepalaku, nggak ... nggak ... Aku harus kuat, tidak boleh lemah seperti ini.' batin Jaka.


Jaka pun kembali melangkahkan kakinya menjauh dari mobil tersebut. Dengan menahan rasa sakit di kepalanya dan juga berat karena menggendong tubuh istrinya.


BOOM!


Mobil milik gadis itu nyaris meledak setelah mereka berhasil menjauh.


"Mobilku ... Mobil kesayanganku ..." rilih Salma sambil menatap mobil kesayangan yang terbakar dari jauh.


"Udah gapapa, mobil bisa nyari lagi yang baru. Tapi nyawa tidak bisa di cari, yang penting kamu selamat yah," ucap Jaka sambil mengelus-elus punggungnya lembut.


Salma terdiam memaku sambil menatap wajah tampan pria di hadapannya. Sedangkan yang tersadar dengan dirinya yang sudah lancang menyentuh Salma langsung menjauhkan tangannya.


"Ah maaf saya teh gak sengaja," ucap Jaka merasa tak enak yang di balas senyuman tipis oleh Salma.


'Tumben dia teh senyum?' tanya Jaka dalam hati heran melihat gadis itu tersenyum.


"Oh iyah ini kan udah Magrib, mending sekarang kita cari mesjid terdekat. Perut kamu masih sakit? Mau di gendong lagi?" tanya Jaka perhatian.


'Dia perhatian banget sih, hmm ... Seharusnya aku bersyukur punya suami seperti dia, yang baik, Sholeh, perhatian lagi.' ucap Salma di dalam hati sambil terus menatap wajah tampan Jaka.


"Hei kamu kenapa malah bengong?" tanya Jaka yang melihat Salma lagi-lagi malah bengong, "Oh saya tahu, jangan-jangan kamu teh kerasukan atau kesambet yah? Iyah pasti bener ini mah, soalnya dari tadi aneh banget. Dikit-dikit melamun, dikit-dikit senyam-senyum gak jelas," lanjutnya.


"Gak bisa di biarin, harus keluarin jurus ini mah," Jaka mulai memejamkan matanya dan menggerakkan jari-jemarinya sambil komat-kamit membaca mantra.


"Hei jurig Saha sia? Aing maung ... Mantog sia! Ulah asup ka awak Istri aing! Hiya, jangan maen-maen ... Jangan maen-maen ..." ucapnya masih memejamkan matanya sambil menggerak-gerakkan jari-jemarinya di hadapan wajah Salma dan tidak lama ia langsung menyemburkan sesuatu yang ada di mulutnya ke wajah Salma. Dan ...


"JAKAAAAAA!"


>Bersambung ...


Siapa tuh yang teriak-teriak suaranya melebihi toa mesjid?😂 Ya siapa lagi kalau bukan si jurig, eh maksudnya manusia lah.


Dahlah jan lupa sebelum/sesudah baca itu biasakan pencet tombol LIKE karena LIKE itu gratis lho.

__ADS_1


...see you guys ❤️...


__ADS_2