Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~ Episode 143


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


Salsa melirik sekilas ke arah Tante Lia. Lalu ia menundukkan kepalanya, bingung rasanya harus jawab apa.


"Mmm, Ayah sama Bunda baik Tante ..." jawabnya ragu sambil menundukkan wajahnya.


Lia tersenyum, akhirnya gadis itu menjawab juga, "Syukurlah, oh iyah sebenarnya Tante menyuruhmu ke sini untuk meminta maaf."


Salsa mendongakkan kepalanya sambil mengerutkan keningnya, "Minta maaf kenapa Tante? Tante gak punya salah apa-apa kok."


"Tante memang tidak salah, tapi anak Tante! Nak, Tante tau kelakuan Sam itu sudah benar-benar keterlaluan. Tante tau kesalahannya memang tidak bisa di maafkan. Tapi Tante mohon, maafkan dia. Jangan terus-terusan cuekin dia, Tante merasa sangat kasihan karena selama ini ia terus di hantui rasa bersalah. Tante akan lakukan apapun asal kamu memaafkannya. Plisss ..." mohon Tante Lia sambil menatap wajah Salsa sayu.


Salsa hanya terdiam, rasanya saat ini ia benar-benar bingung. Sebenarnya hati kecilnya sudah memaafkan Pria itu, tapi entah kenapa masih ada rasa benci terhadapnya.


Bayangan masa kecil Pria itu yang tega meninggalkannya di saat kondisi tangannya yg lumpuh. Dan bayangan dimana Pria itu pernah menyiksanya, melukai dan bahkan hampir saja membunuhnya hingga ia terbaring lemah di rumah sakit. Walaupun ia tahu pria itu hilang ingatan, tapi sebaiknya ia tidak melakukan semua itu. Tidak mudah baginya untuk mencoba memanfaatkan Pria itu.


"Maaf Tante tapi Salsa tidak bisa," rilihnya sambil menghapus air matanya yang tak terasa menetes.

__ADS_1


"Nak, Tante mohon ... Maafkan anak Tante," mohon Tante Lia sambil menggenggam tangan gadis di hadapannya.


"Maaf Tante aku lupa jika hari ini ada jadwal meeting. Tante di antar supirkan? Kalau gitu aku duluan yah, lagi buru-buru!" ujar Salsa beralasan sambil beranjak dari tempat duduknya. Walaupun begitu ia masih punya sopan santun, gadis itu menyalami tangan Tante Lia lalu pergi meninggalkan dengan perasaan bersalah.


Lia hanya menatap kepergian Salsa dengan sendu. Ia benar-benar tidak tahu lagi harus dengan cara apa agar gadis itu bisa memaafkan Putra satu-satunya.


Memang setelah kejadian beberapa tahun yang lalu Sam berubah. Ia sangat berbeda sekarang, dulu yang kejam. Kini malah menjadi pendiam, dingin, sering melamun karena terus di hantui rasa bersalah. Dan kadang ia memilih menghabiskan waktunya dengan bekerja, walaupun itu hari libur. Bahkan sampai-sampai ia tidak memikirkan kesehatannya.


Karena takut Sam mengetahuinya pergi ke luar. Tante Lia pun memilih untuk segera pulang ke rumahnya. Ia mendorong kursi rodanya menuju parkiran yang dimana supirnya berada.


🌹🌹🌹


Tante Lia tidak pernah menyerah, akhir-akhir ini ia terus saja memohon kepada Salsa untuk memaafkan Putranya tanpa sepengetahuan Sam. Ia sering mengirim pesan kepada gadis itu, kadang ia sampai bela-belaan mencarinya ke kantor. Ia sering di bantu oleh Putrinya, Aqila.


Walaupun tidak pernah di kasih jawaban oleh Salsa. Tetapi ia tidak pantang menyerah, begitupun dengan Aqila yang terus membantunya agar Salsa bisa memanfaatkan Abangnya.


Salsa yang terus menghindar dan sering mengalihkan pembicaraan jika Tante Lia membahas soal itu. Tapi Tante Lia tidak pernah menyerah, ia terus memaksanya untuk memaafkan Sam. Karena merasa risih, hingga akhirnya ...


Di sebuah saham perusahaan Wijaya group. Di sebuah ruangan CEO.


"Maaf Tuan jika saya tidak sopan dan tidak bertanggungjawab. Tapi keputusan saya sudah bulat, langsung saja saya ingin membatalkan kerja sama kita!!!"

__ADS_1


Sam membulatkan matanya sambil menganga. Tidak percaya jika gadis di hadapannya akan senekat itu membatalkan kerjasamanya. Padahal sudah tandatangan kontrak.


"T-tapi Nona--"


"Masalah kontrak ini?!" Salsa menunjukkan surat kontrak yang pernah ia tanda tangani dan ia langsung menyobeknya. Sam yang melihat itu benar-benar tidak percaya.


"Nona kenapa di sobek? Bukannya--"


"Tuan surat kontrak ini belum resmi kan?! Dan untuk masalah ganti rugi, berapa yang anda mau? Katakan saja! Saya akan membayar semuanya!!" Salsa mengeluarkan sebuah cek, lalu ia menuliskan angka sebesar 100 juta.


Ia memberikan kepada Sam yang masih terdiam, "Jika kurang, bilang saja! Kalau begitu saya permisi!" ucapnya lalu berlalu pergi.


Sam hanya menatap kepergian gadis itu yang kian menjauh.


"ARGGHHH!!" teriaknya frustasi sambil menyobek cek yang di berikan Salsa tadi. Ia mengacak-acak semua barang yang ada di sana.


Bukan sedih karena tidak jadi bekerjasama dengan perusahaan itu. Tapi ia sedih karena jika seperti ini ia berpikir pasti tidak akan dekat lagi dengan Salsa. Gadis cantik yang selama ini ia cari, dan sekarang? Arghh tidak perlu di jelaskan lagi.


>Bersambung ...


Sorry jika banyak typo bertebaran;v

__ADS_1


__ADS_2