
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Keesokan harinya, sekitar jam setengah tujuh pagi di ruangan Salsa dan Salma..
"Gibran kamu tidak sekolah?" tanya Jaka kepada Putranya yang masih diam saja di ruangan itu.
"Aku mau jagain Kakak sama Bunda aja Ayah," jawab Gibran.
"Tidak perlu, biar Ayah saja yang jagain Kak Salsa sama Bunda. Kamu sekolah saja," pinta Jaka tegas.
"Tap--"
"Kamu mau ketinggalan banyak pelajaran? Akhir-akhir ini kamu jarang masuk! Apa kamu mau kena skorr?!" tanya Jaka yang membuat Gibran hanya pasrah.
"Baiklah, Gibran pulang dulu mau siap-siap dan abis itu langsung berangkat. Kalau ada apa-apa hubungi Gibran aja," ujar Gibran sambil menyalami tangan Ayahnya, "Assalammu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam, hati-hati! Bawa motornya jangan kencang-kencang!" ucap Jaka sedikit teriak karena Gibran sudah mulai menghilang dari balik pintu.
"Apa Salsa belum sadar?" tanya Salma yang membuat Jaka terkejut dan langsung menoleh ke arahnya.
__ADS_1
"Sayang, kamu udah bangun?" tanya Jaka sambil tersenyum dan mulai mendudukkan dirinya di kursi samping tempat tidur istrinya.
"Hmm."
"Oh iyah, kata Dokter kondisi kamu belum sepenuhnya pulih. Katanya kamu jangan terlalu banyak pikiran. Dan ingat pola makan kamu, ini tadi suster udah kasih bubur. Kamu makan yah, abis itu minum obat biar cepet sembuh," ujar Jaka lembut sambil mengambil semangkuk bubur dan berniat untuk menyuapi istrinya.
"Aku tidak mau makan!" tolak Salma sambil mengalihkan pandangannya.
"Ayo dong sayang, kamu makan dulu yah?" bujuk Jaka.
"Aku bilang enggak yah enggak! Aku akan makan jika Salsa sadar!" sahut Salma yang membuat Jaka menghela nafas.
"Apa kamu tidak kasihan sama aku? Kalau kamu seperti ini terus kapan sembuhnya? Apa kamu tidak mau membantuku merawat Salsa?" tanya Jaka rilih yang membuat Salma langsung mengalihkan pandangannya.
"A-aku minta maaf karena selama ini telah merepotkanmu. Seharusnya aku tidak usah sakit seperti ini agar tidak menyusahkanmu," ujar Salma sambil menundukkan kepalanya.
"Kamu bicara apa? Aku ini suamimu, jadi sudah tanggung jawabku. Jangan pernah merasa kalau kamu merepotkan atau menyusahkanku. Aku tidak masalah, hanya saja ingin melihatmu segera sembuh. Sebenarnya aku tidak tega melihatmu terus-terusan sakit seperti ini," sahut Jaka.
Salma mendongakkan kepalanya dengan mata berkaca-kaca, "Terimakasih, kamu memang suami terbaik."
"Hei tidak usah menangis, mending sekarang kamu makan dulu yah abis itu minum obat. Biar cepat sembuh," pinta Jaka sambil tersenyum mengusap air mata istrinya yang di angguki oleh Salma.
Jaka pun mulai menyuapi istrinya dan setelah selesai makan ia langsung minum obat.
__ADS_1
"Apa kamu sudah makan?" tanya Salma kepada suaminya.
"Aku belum laper," jawab Jaka.
"Kamu memaksaku untuk makan sedangkan kamu sendiri tidak mau makan. Itu tidak adil!" ucap Salma pura-pura ngambek.
"Sayang enggak gitu, aku memang belum laper. Aku janji deh nanti bakal makan kalau aku udah laper."
"Hmm terserah, mending sekarang kamu tidur aja biar aku yang jagain Salsa. Aku tahu kamu begadang semalaman karena jagain kita. Sekarang kita gantian," suruh Salma.
"Siapa bilang? Aku tidak mengantuk, mending kamu aja yang istirahat kamu lagi sakit," sahut Jaka berpura-pura tidak mengantuk padahal terlihat jelas jika dia sangat lelah dan ingin sekali rasanya segera mengistirahatkan tubuhnya.
"Tidak usah berbohong, kalau kamu gak mau tidur aku ngambek nih!" ucap Salma sambil mengalihkan pandangannya dan berpura-pura ngambek.
"Baiklah, apa tidak apa-apa?" Salma hanya mengangguk, "Ya udah aku tidur dulu yah, jika ada apa-apa bangunkan saja aku!" ujarnya sambil mengecup kening istrinya dan berlalu pergi menuju sofa berniat untuk mengistirahatkan tubuhnya. Ia benar-benar tidak bisa berbohong lagi, saat ini ia memang sangat lelah dan mengantuk.
Salma hanya tersenyum melihat suaminya, lalu pandangannya ia alihkan ke arah Putrinya yang terbaring lemah dengan beberapa alat medis yang ada di tubuhnya. Salma menatap sendu dan tidak terasa air matanya mulai menetes.
Cklek!
Tiba-tiba pintu terbuka yang menampakkan seorang Pria muda. Salma menatapnya heran sambil mengerutkan keningnya, "Siapa kamu?!"
>Bersambung ...
__ADS_1
Malming gabut 👀