
Lima bulan telah berlalu. Refan dan Aqila telah menikah empat bulan yang lalu dan kini Aqila sedang mengandung. Usia kandungannya sudah menginjak 17 Minggu. Memang saat menikah ia sudah mengandung, karena saat melakukan ternyata itu masa suburnya.
Semenjak menikah dan istrinya hamil, Refan semakin perhatian dan ia juga sudah mulai memiliki perasaan kepada istrinya. Dan kini di sebuah kamar.
Refan terlihat sedang asyik mengurut-urut kaki istrinya yang malam-malam terus merengek karena merasa pegel.
''Udah belum sayang?''
''Belum ih masih pegelll,'' rengeknya manja. Memang semenjak hamil Aqila berubah menjadi sangat manja. Dan entah kenapa Refan malah menyukainya.
''Aku bakal pijitin kamu sampe gak pegel. Mending sekarang kamu istirahat aja yah ini udah malam, besok kan kita mau cek kandungan aku gak mau kamu kecapean. Tidur yah kasihan Dede utun nya jangan di ajak begadang,'' titahnya lembut.
''Yaudah deh aku juga capek,'' Aqila pun merebahkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya perlahan. Tidak membutuhkan waktu lama ia sudah terlelap.
Refan yang masih setia memijit kaki Aqila. hanya tersenyum menatap istri kecilnya. Perlahan ia mulai mengelus puncak kepala istrinya lembut.
''Kita menikah tanpa cinta, tapi entah kenapa sekarang aku merasa sangat beruntung memilikimu. Hatiku tidak kosong lagi semenjak ada kamu, aku gak pernah sebahagia ini. Aku merasa laki-laki paling beruntung bisa memiliki gadis kecil secantik dan sehebat kamu. I love you my wife ...'' ucap Refan sambil mengecup kening istrinya.
Kini ia beralih ke perut istrinya yang sudah semakin buncit, ''Sayang ... Kamu baik-baik yah di perut Mamamu. Jangan nakal yah sayang ... Besok Papa sama Mama mau cek perkembangan kamu. Semoga kamu tumbuh dengan sehat yah,'' ucapnya sambil mengelus-elusnya dengan penuh kasih sayang dan sesekali mengecupnya lama.
****
Bukan hanya Refan dan Aqila yang bahagia. Kini Sam dan Salsa juga memang pasangan yang harmonis dan selalu romantis. Mereka selalu terlihat bahagia dan ceria.
Saat ini siang hari Sam sedang menemani istrinya berjalan-jalan ke mall. Pertama kalinya istrinya tiba-tiba minta ke mall. Biasanya ia paling suka berjalan-jalan ke taman atau taman bermain, kalau tidak ke pameran malam.
"Honeyyy mau itu, mau boneka itu. Kamu main yah dan harus dapatin bonekanya! Pokonya harus dapat!" pinta Salsa sambil menarik suaminya ke tempat capit boneka dan ia menunjuk boneka yang ia mau.
"Hah?! Tapi Love?! Kalau dapatnya boneka yang lain gimana? Boleh?" tanya Sam.
"Gak mau, gak mau pokonya harus yang itu! Ayo cepetan aku mau itu!" pinta Salsa kekeh.
"Huh ... Ya udah kamu tunggu yah biar aku beli koinnya dulu," Sam mengelus lembut kepala istrinya. Lalu membeli beberapa koin untuk bermain.
Sam memasukkan koin pertama dan perlahan mulai mencapit boneka yang Salsa mau.
"Ayo honeyyy kamu pasti bisa!! Ayo honeyy!" Salsa berteriak heboh yang justru malah membuat konsentrasi Sam terganggu.
"Yah gagall ..." guman Salsa sedih.
__ADS_1
Sam menoleh menatap istrinya yang terlihat sedih karena ia gagal mencapit boneka yang di mintanya.
"Love jangan sedih yah, aku bakal coba lagi sampe dapat," ucap Sam sambil tersenyum.
Pria itu pun kembali memasukkan koin dan mulai bermain. Percobaan, kedua, ketiga hingga ke empat Sam selalu gagal. Membuat Salsa merasa sangat kecewa.
"Ini koin terakhir aku coba lagi yah. Kamu gak usah sedih," Sam mengelus kepala istrinya lalu kembali fokus ke permainannya untuk mendapatkan boneka yang istrinya mau.
Dan ya percobaan terakhir boneka itu berhasil di capit oleh Sam. Salsa yang melihat itu langsung loncat-loncat girang.
"Yess honey dapat bonekanya ..." teriaknya antusias sambil memeluk bonekanya erat.
"Jangan loncat-loncat Love nanti jatuh," kekeh Sam sambil merangkul istrinya.
Semua orang yang melihatnya merasa baper dan ada juga yang iri melihat meraka.
"Kamu mau kemana lagi? Masih mau main?" tanya Sam membuat Salsa yang sedang asyik memainkan bonekanya langsung mendongak.
"Mau beli nasi padang! Tapi makanya di rumah!" pinta Salsa berkaca-kaca.
"Yaudah ayo!" Sam menggandeng tangan istrinya menuju mobil.
'Kamu belakangan ini sangat aneh dan malah semakin manja.Tapi aku suka itu,' guman Sam dalam hati.
Sesuai permintaan Salsa, Sam pun berhenti di rumah makan Padang di pinggir jalan. Ia segera mengajak istrinya untuk ikut turun.
"Bu nasi padangnya 2 bungkus yah. Sama udang gorengnya 2," ucap Sam kepada penjual.
"Oke tunggu sebentar yah."
"Kamu mau apa lagi sayang?" tanya Sam yang melihat Salsa seperti memerhatikan sesuatu.
"Mau perkedel," ucap Salsa sambil menatap perkedel yang sedang di bungkus pesenan orang lain.
"Oke bentar yah."
"Bu sama perkedelnya 5 yah," pinta Sam.
"Maaf tuan tapi perkedelnya sudah habis. Ini ada tiga lagi juga punya ibu ini," ucap pedagangnya sambil menunjuk ibu-ibu yang sedari tadi sedang menunggu pesanannya.
__ADS_1
"Yah padahal aku mau makan perkedel itu ..." rilih Salsa yang masih terdengar oleh Sam.
"Kamu mau banget sayang?" tanya Sam yang di balas anggukan kecil oleh istrinya.
"Mmm, ibu maaf ... Istri saya lagi hamil muda dan dia ngidam ingin sekali perkedel itu. Apa boleh saya beli perkedelnya?" ujar Sam berbohong sambil mengelus lembut perut rata istrinya.
"Oh lagi hamil? Kenapa gak bilang dari tadi. Iyah sok gapapa ambil aja."
Sam yang mendengar itu merasa senang, "Ah terimakasih banyak Ibu."
Sam yang senang tidak dengan Salsa yang hanya diam dan merasa sedih mendengar kata hamil.
Setelah selesai membeli nasi Padang dan lainnya. Sam segera mengajak istrinya untuk pulang. Sepanjang perjalanan Salsa menjadi pendiam setelah kejadian di rumah makan Padang tadi. Hingga setelah sampai rumah pun ia masih diam.
"Love kamu kenapa sih? Kenapa diam aja? Ini ayo kita makan yuk, tadi katanya mau nasi Padang sama perkedel?"
"Aku udah gak nafsu, kamu aja!" ucapnya lesu.
Sam mengernyitkan dahinya bingung. Namun tiba-tiba ia teringat dengan perkataannya tadi.
"S-sayang, kamu pasti sedih karena aku bilang kamu lagi hamil?" tanya Sam merasa bersalah.
"Aku minta maaf sayang, aku gak bermaksud bikin kamu sedih. Ak--"
"A-apa aku gak bisa hamil? A-apa aku gak bisa punya anak? Kenapa aku masih belum hamil juga?" rilih Salsa.
Sam yang mendengar itu merasa terkejut. Ia menangkup wajah istrinya, "Sayang kamu ngomong apa sih? Kamu pasti bakal hamil kok. Kita baru lima bulan menikah, mungkin Allah belum mempercayai kita. Makanya belum di kasih," ujar Sam sambil tersenyum tipis.
"Hmm."
"Jangan sedih lagi yah, kita serahkan semuanya sama yang di atas. Tunggu waktunya pasti akan tiba, kamu pasti akan hamil sayang. Kita bakal punya anak," ucap Sam lalu memeluk istrinya yang mulai terisak di dalam pelukannya.
"Shuttt ... Sekarang kita ke meja makan terus makan makanan yang di beli tadi yah?" ajak Sam.
"Aku mau makan di kamar," pinta Salsa.
"Ya udah kamu duluan ke kamar, aku mau siapin dulu makanannya," ujar Sam sambil mengelus kepala istrinya lembut yang di angguki oleh Salsa.
Salsa mulai berjalan menuju kamarnya. Sampai di kamar wanita itu hanya diam termenung.
__ADS_1
>Bersambung ....