Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~ Episode 99


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


Hari semakin larut, Jaka, Salma dan Gibran pun memilih untuk pulang. Ia belum berhasil menemukan Salsa, mungkin mereka akan lanjut mencarinya besok.


Tadinya Gibran dan Salma menolak, mereka ingin tetap mencari Salsa sampai ketemu. Tetapi Jaka melarangnya, ia melarang bukan berarti tak khawatir sama Salsa. Namun ia juga kasihan sama Gibran dan istrinya, jika mereka tidak istirahat. Jaka takut mereka sakit dan pastinya ia sendiri yang akan pusing. Apalagi Putrinya hilang, ia tidak tahu harus cari kemana.


***


Sedangkan di sisi lain, Salsa masih dengan posisinya yang tadi. Ia masih menatap langit malam dengan wajah lelah. Namun lama-lama ia semakin mengantuk, Salsa berjalan menuju ranjang dan mulai merebahkan dirinya. Namun terlebih dahulu ia membereskan kotak P3k yang masih berantakan di kasur.


Setelah selesai ia mulai memejamkan matanya karena sudah sangat mengantuk.

__ADS_1


Cklek!!


Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka, terlihatlah Samuel yang mulai berjalan memasuki kamar tersebut dengan sempoyongan dan mata terpejam. Ia merebahkan tubuhnya di kasur tersebut tanpa melihat ada siapa di sana. Sedangkan Salsa yang sudah masuk ke alam mimpi tidak menyadari kedatangan Sam.


🌞🌞


Matahari menerobos masuk melalui tirai jendela. Menyilaukan mata yang masih terpejam. Salsa terbangun dari tidurnya karena merasa terusik, ia mengucek-ngucek matanya sambil sesekali menguap.


"Hoamm ... Kenapa berat sekali?" gumman Salsa merasa berat di atas perutnya yang membuatnya susah untuk bangun.


Ia melepaskan tangan Samuel kasar dan langsung menampar pipi Pria itu dengan keras. Yang membuat Samuel langsung bangun dari tidurnya.


Plakk!


"Ahkk!!" ringis Samuel sambil membuka matanya. Ia menatap Salsa dengan rahang mengeras, "BERANINYA LO TAMPAR GUE!" bentaknya yang sama sekali tidak membuat Salsa takut, ia malah semakin marah.

__ADS_1


"APA?! LO GAK TERIMA?! LO MAU HUKUM GUE?! SILAHKAN! LO BOLEH SIKSA GUE SAMPE LO PUAS! TAPI JANGAN SEKALI-KALI LO SENTUH ATAU PELUK-PELUK GUE!" Samuel hanya menatap gadis di hadapannya tidak percaya. Ia tahu jika gadis itu benar-benar marah.


Salsa menundukkan kepalanya sambil meneteskan air matanya, "Hikss ... Lo kira gue cewek apaan yang mau di peluk-peluk sama cowok gak kenal?! Lo nganggap gue ini cewek murahan?! Asal Lo tau, gue juga punya harga diri. Lo peluk-peluk gue kayak tadi, bahkan Ayah gue pun tidak pernah seperti itu! Hikss ... Gue gak akan terima jika Lo seperti itu. Tapi jika Lo mau siksa gue sepuas Lo, gue bakal terima! Dengan senang hati, gue ikhlas!!!" basaha yang Salsa gunakan sudah beda. Ia tidak ngomong aku-kamu lagi, melainkan Lo gue. Baru-baru ini ia menggunakan bahasa itu karena cowok di hadapannya.


Samuel masih terdiam, ia menatap Salsa sendu. Ia benar-benar merasa bersalah, dan gak tau kenapa saat ini juga ia ingin menarik gadis itu ke dalam dekapannya mencoba untuk menenangkan.


'Ternyata dia beda dari cewek lain, bahkan dia terlihat sangat marah hanya karena gue peluk.' rilih Sam dalam hati.


"Hikss ... Ngapain Lo diem?!" tanya Salsa sambil mendongakkan kepalanya, "Ayo, Lo hukum aja gue sepuas Lo! Hukum aja gue karena udah berani tampar Lo dan bentak Lo!" suruh Salsa kepada Sam yang masih terdiam.


"Kenapa masih diam?! Katanya Lo anggap gue sebagai mainan Lo?! Mana pisau kesayangan Lo itu?! Sakiti gue lagi seperti kemarin?! Bukankah itu membuat Lo seneng?!"


>Bersambung ...


Guys author udah baik nih mau up lagi. Kasih bunga dong guys, murah kok cuman 19 poin🀣 Gak deh canda, seikhlasnya kalian mau ngasih atau enggak πŸ™‚

__ADS_1


__ADS_2