Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~ Episode 77


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


"Bagaimana Dok? Istri saya baik-baik saja kan?" tanya Jaka kepada Dokter yang baru saja memeriksa istrinya.


"Istri Anda hanya kelelahan karena kurang istirahat, dan mungkin terlalu banyak pikiran juga. Sebaiknya jangan buat dia setres karena itu akan sangat berbahaya bagi janinnya," ucap Dokter yang membuat Jaka terkejut.


"Apa Dok? Janin? J-jadi istri saya hamil?" tanya Jaka tidak percaya.


Dokter menggangguk, "Ya, selamat yah. Usia kandungannya kemungkinan baru dua Minggu jadi masih sangat lemah. Untuk sementara biarkan dia istirahat dulu di sini yah. Biarkan dia di rawat untuk beberapa hari ini, karena kondisinya sekarang sedang tidak baik."


"Terimakasih Dok, baiklah kalau bisa apa boleh istri saya di pindahkan ke ruangan Putri saya? Biar gampang kalau ada apa-apa Dok," ujar Jaka yang di angguki oleh Dokter.


Selesai ngobrol dengan Dokter, Jaka menghampiri istrinya yang masih pingsan. Ia mengelus-elus keningnya lembut lalu mengecupnya lama sambil meneteskan air matanya terharu.


"Makasih sayang, makasih ... Kali ini aku bisa menemani kamu. Tidak seperti dulu yang meninggalkan kamu pas saat kamu hamil," rilih Jaka.


Tidak lama Dokter bersama dua orang perawat datang untuk membantu Jaka memindahkan istrinya ke ruangan Salsa.


"Nak Jaka, Salma kenapa?" tanya Bu Sazkia khawatir setelah mereka sampai di dalam ruangan.


"Alhamdulillah Salma hamil Mah, dan saat ini kondisinya sedang tidak baik. Dia kurang istirahat, jadi Dokter menyuruh untuk di rawat beberapa hari ini. Agar gampang aku minta satu ruangan aja dengan Salsa.


"Alhamdulillah, selamat yah Mamah sama Papah ikut bahagia."


"Bunda tenapa Ayah?" tanya Salsa ikut nimbrung.


Jaka mendekati putrinya, "Bunda hamil sayang, kamu bakal punya Adek," ucapnya sambil tersenyum mengelus rambut Putrinya.


"Benelan Ayah? Caca benelan batal punya Ade?" tanya Salsa tidak percaya.

__ADS_1


Jaka mengangguk, "Iyah sayang, nanti kamu gak bakal kesepian lagi kalau Kakak Sam gak main ke rumah. Nanti kamu bisa main sama Adek kamu."


"Wah iyah Ayah, Caca ndak cabal pengen cepet-cepet punya Ade," ucap Salsa antusias.


"Kamunya harus sembuh dulu dong sayang," ucap Jaka yang di angguki cepat oleh Putrinya sambil tersenyum sumringah.


.


.


.


🍁🍁🍁


Beberapa bulan kemudian. Di sebuah lingkungan sekolah taman kanak-kanak. Terlihatlah para murid-muridnya sedang membully seorang gadis cantik yang sangat imut dan menggemaskan.


"Caca lumpuh .... Caca lumpuh ..." ejek teman-temannya sambil mendorong Salsa hingga terjatuh dan bertepuk tangan.


"Pelgi aja deh kamu dali sekolah ini, males kita temenan sama kamu! Masa Ayah kamu ganteng, Bunda kamu cantik. Masa kamunya lumpuh sih? Gak pantes jadi anaknya yah teman-teman? Apa mungkin dia anak pungut kali yah?" ujar seorang anak kecil Pria.


"Cukup teman-teman! Caca ini anak kandung Ayah cama Bunda!" teriak Salsa sambil terisak.


"Kata siapa kamu?"


"Ayah cama Bunda sendili yang bilang!" jawab Salsa.


"Upss ... Mereka bohong kali, udah jelas-jelas kamu ini anak pungut. Bunda kamu lagi hamil kan sekarang, pasti nanti kalau udah lahir mereka gak bakal peduli lagi sama kamu. Iyah gak teman-teman?" ujar salah satu temannya memanas-manasi.


"Betul tuh, udahlah mending kamu pelgi aja sana. Kita ndak mau temenan cama anak lumpuh kayak kamu! Huuuuu ..." sahut teman-temannya sambil melempari gulungan kertas ke arah Salsa yang sedang terduduk di atas rumput sambil terisak-isak.


"Berhenti! Apa-apaan ini?! Kalian sebagai teman seharusnya tidak seperti ini!! Jika ada teman kalian yang sedang sakit atau apa, seharusnya di semangati! Bukan malah di bully seperti ini!" ujar seseorang yang baru saja datang sambil menghalangi tubuhnya untuk melindungi Salsa.


"Sekarang bubar semuanya!!" pintanya dan semuanya hanya menurut.

__ADS_1


"Aca kamu gapapa kan?" tanya Pria kecil yang menolong Salsa, siapa lagi kalau bukan Samuel. Ia membantu Salsa untuk berdiri.


"Kak Cam! Hikss ... Kak Cam kemana aja cih? Aca kangen," ucap Salsa sambil memeluk tubuh Sam.


Samuel mengelus rambut gadis itu lembut, lalu dengan perlahan mulai melepaskan tangan kanan Salsa yang melingkar di pinggangnya. Ia mengusap air mata gadis cantik di hadapannya, lalu menangkup wajahnya.


"Maaf yah Aca akhir-akhir ini orang tua Kak Sam sibuk, jadi jarang main ke rumah Aca. Dan sekarang Kak Sam ke sini mau pamit," ujar Sam yang membuat Salsa mengerutkan keningnya heran.


"Pamit? Emang Kak Cam mau kemana?" tanya Salsa bingung.


Samuel tidak menjawab, ia malah merongoh saku celananya mengambil dua buah gelang.



"Ini kamu yang love, Kakak yang kunci yah. Kenang-kenangan biar Aca selalu ingat sama Kak Sam. Jangan pernah lupain Kakak yah, semoga aja suatu hari nanti kita bisa bertemu lagi," rilih Sam sambil memakaikan gelang yang ada gantungan love ke lengan mungil Salsa.


"Emangnya Kak Cam mau kemana? Hikss ... Kak Cam mau pelgi kemana? Kalau Kak Cam pelgi, ciapa yang jagain Caca dong?" tanya Salsa sambil meneteskan air matanya.


Sam menunduk lalu kembali mendongak, ia menghapus air mata Salsa, "Maaf Ca, sebenarnya Kak Sam juga gak mau jauh dari kamu. Tapi Kakak juga gak bisa berbuat apa-apa. Papah di pindahkan kerjanya ke Australia dan menetap di sana," jelas Sam yang membuat wajah Salsa langsung berubah.


"Apa benal itu alacan Kakak? Apa memang niat Kak Cam ingin menjauh dali Aca? Apa Kakak tidak mau lagi berteman dengan Aca? Apa Kak Cam malu punya teman lumpuh kayak Aca?" tanya Salsa yang membuat Samuel terkejut dengan pertanyaan-pertanyaan.


"Aca, bukan itu maksud Ka--"


"Kakak menghilang celama ini dan cekalang kembali malah pamit mau pindah ke lual negli. Kak Cam jahat! Aca benci Kakak! Pelgi aja cana, jangan pelnah temuin Aca lagi!" ujar Salsa yang langsung berlari pergi entah mau kemana.


"Acaaaa!!!"


>Bersambung ....


Beri dukungannya dong guys biar aku tambah semangat nulisnya 🐣


Dahlah jan lupa sebelum/sesudah membaca biasakan pencet tombol LIKE karena LIKE itu gratis lho guys 🥰

__ADS_1


...see you guys ❤️...


__ADS_2