Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
Episode 30


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


"Yang bilang mau kasih cicit," jawab Jaka.


"Ya enggaklah, gue kan cuman bujuk Oma aja biar mau makan. Mana mau gue punya anak, gue kan masih muda," sahut Salma sewot.


"Ya biasa aja kali, saya kan tanya baik-baik kenapa kamu malah ngegas gitu. Lagian kamu kok tega banget bohongin Oma, dia kelihatannya pengen banget punya cicit," ujar Jaka.


"Hmm, nanti di pikir-pikir lagi deh. Sekarang lanjutin aja bikin buburnya, Oma pasti udah nungguin," ucap Salma.


Tidak mau ambil pusing Jaka pun memilih untuk melanjutkan membuat bubur, "Udah selesai, ayo!" ucapnya mengajak Salma untuk kembali ke kamar Omanya.


Jaka pun mulai berjalan menaiki anak tangga dengan membawa nampan berisi semangkuk bubur dan segelas air putih. Sedangkan Salma hanya mengikutinya di belakang dengan pikiran yang sedang berkecamuk.


Cklek!


"Assalammu'alaikum," ucap Jaka sambil tersenyum manis.


"Wa'alaikumsalam."


"Oma ini Jaka udah buatin bubur buat Oma, di makan yah Jaka suapin," ujar Jaka yang di angguki oleh Omanya.


"Salma tuh lihat Jaka, udah ganteng, baik, Sholeh, perhatian, pinter masak lagi," puji Bu Sazkia.


"Mamah gak usah berlebihan kayak gitu," sahut Jaka sambil tersenyum.


"Gapapa Mamah cuman puji kamu aja. Eh Salma, itu jari sama mata kamu kenapa merah kayak gitu?" jawab dan tanya Bu Sazkia kepada anaknya.


"Itu tadi jari Salma ke iris pisau, kalau mata tadi perih abis ngiris bawang," jawab Salma dengan wajah kesal.


"Aduh-aduh ... Kamu ini perempuan atau bukan sih, masa baru ngiris bawang aja udah luka kayak gitu. Lihat tuh Jaka dia yang masak tapi gak kenapa-napa, makannya kalau perempuan itu harus sering ke dapur jangan malas-malasan mulu," oceh Bu Sazkia.


"Mah Salma itu kerja jadi gak ada waktu buat masak atau apalah," balas Salma.

__ADS_1


"Kalau hari libur kan kamu bisa belajar masak, jangan malah malas-malasan!" sahut Bu Sazkia.


"Mah udah gapapa jangan di marahin terus Salmanya kasihan," ucap Jaka ikut nimbrung.


"Udah biarin aja biar dia ngerti, masa perempuan udah punya suami juga. Tapi masih aja gak bisa masak."


"Mah udahlah Salma capek dengerin Mamah marah-marah terus! Salma bener-bener gak nyangka, semenjak ada Jaka Mamah dan Papah jadi sering marah-marah terus sama Salma! Dulu Mamah sama Papah itu sering manja-manjain Salma, tapi sekarang kalian malah suka banget marahin Salma! Salma udah muak Mah, Pah! Kalian jodohin Salma seenaknya sama orang yang sama sekali tidak Salma cintai dan bahkan Salma tidak kenal! Dan sekarang apa? Kalian juga malah atur-atur hidup Salma sesuka kalian! Asal kalian tau, Salma gak suka di atur-atur!" ucap Salma yang langsung pergi begitu saja.


"Salma kamu mau kemana?! Kita juga seperti ini demi kebaikan kamu!" teriak Bu Sazkia.


"Mah udahlah biarin aja," ucap Pak Devan. "Jaka kamu ikut Papah sebentar, Papah mau ngomong sesuatu sama kamu," ucapnya kepada menantunya.


"Iyah Pah."


"Ya udah sini biar Mamah aja yang suapin Oma," ujar Bu Sazkia sambil mengambil alih mangkuk bubur yang ada di tangan Jaka.


Sedangkan Pak Devan dan Jaka berlalu pergi menuju ruang kerja berniat untuk mengobrolkan sesuatu.


"Kalau di lihat-lihat sepertinya Jaka anak baik-baik, beda dari yang lain," ucap Oma Ratu kepada Bu Sazkia.


"Jaka memang anak yang baik, Sholeh, sopan. Makanya pas ibunya minta dia untuk menikahi Salma kita langsung setuju, karena dari awal kita ketemu juga udah kelihatan banget kalau dia anak baik-baik. Ya walaupun kemarin-kemarin penampilannya tidak memungkinkan banget," sahut Bu Sazkia.


Di sisi lain, setelah sampai di ruang kerja. Pak Devan menyuruh menantunya untuk duduk. Ia menatap wajah tampan Jaka dengan sangat serius yang membuat Jaka mengerutkan keningnya heran.


"Ada apa Papah mengajak Jaka ke sini?" tanyanya dengan ragu.


"Papah cuman mau bilang, untuk sementara Papah dan Mamah tinggal dulu di sini. Jadi selama kita di sini Papah minta kamu didik istri kamu agar menjadi istri yang baik. Tidak melawan sama suami, sama orang tua, rajin beribadah, pinter masak, sopan santun. Pokoknya Papah dan Mamah ingin sekali melihat putri kita satu-satunya berubah, Papah percaya sama kamu. Kamu pasti bisa merubah Istri kamu," ujar Pak Devan.


"Tapi Pah Jaka gak yakin bisa merubah sikapnya. Apalagi kita kan menikah tanpa dasar cinta," sahut Jaka sambil menundukkan kepalanya.


"Papah tau kalian menikah karena paksaan dan tanpa dasar cinta. Tapi percayalah cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu, Papah yakin pasti Salma akan jatuh cinta sama kamu. Kamu harus percaya diri, semangat perjuangkan rumah tangga kalian. Jangan sampai ada kata cerai di antara kalian hanya karena kalian tidak saling mencintai. Papah tidak mau itu terjadi! Luluhkan hatinya pasti akan semakin mudah untuk kamu merubah sikapnya," ucap Pak Devan.


"Baiklah, insyaallah Jaka akan berusaha. Tapi Jaka tidak yakin kalau Jaka bisa," balas Jaka.


'Karena Jaka hanya punya waktu sebulan untuk menunggu jawabannya Pah. Jaka tidak yakin kalau Salma akan memilih Jaka, pasti dia bakal memilih orang yang sangat di cintainya itu. Dan jika dia benar-benar memilih lelaki itu Jaka hanya bisa pasrah Pah. Jaka juga tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, Jaka bingung dengan jalan pikirin Jaka sendiri. Di satu sisi Jaka ingin mempertahankan pernikahan ini karena amanah dari almarhumah ibu, tapi di sisi lain juga Jaka gak mau egois. Jaka tidak mau merusak kebahagiaan orang lain, Jaka sadar kalau Jaka hanyalah cowok kampung yang hanya menambahkan beban di keluarga kalian.' lanjut Jaka dalam hati sambil menatap wajah mertuanya sendu.


"Baguslah, kamu harus semangat. Papah percaya sama kamu! Walaupun Papah mengenal kamu, tapi Papah yakin kamu ini cowok baik-baik. Papah yakin kamu bisa merubah istri kamu menjadi istri yang baik, dan Papah percaya kamu pasti bisa membahagiakan istri kamu," Pak Devan tersenyum sambil menepuk-nepuk pundak menantunya.

__ADS_1


Jaka membalas senyumannya, "Makasih Pah udah mau percaya sama Jaka. Tapi Jaka minta sebaiknya jangan terlalu percaya sama Jaka, Jaka takut suatu hari nanti Jaka malah ngecewain kalian. Jaka takut nanti kalian malah benci sama orang yang sangat kalian percaya ini," ucap Jaka.


"Kamu ngomong apaan sih, udah pokoknya kamu harus percaya diri."


"Iyah Pah, kalau gitu Jaka permisi dulu yah. Mau sholat Magrib," ucap Jaka sambil tersenyum.


"Kita sholat berjamaah aja, kamu panggil istri kamu gih. Ajak dia sholat, pasti Salma lagi ada di taman. Biasanya kalau lagi kesel dia suka ngerenungin diri di taman, " ujar Pak Devan.


"Ya udah kalau gitu Jaka susulin Salma dulu yah."


"Ya udah sana, semangat!" ucap Pak Devan menyemangati.


Jaka hanya tersenyum lalu mulai melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut menuju taman untuk menyusul istrinya.


Setelah sampai taman dan benar saja, Jaka melihat istrinya sedang terduduk di bangku taman dengan wajah yang terlihat kesal. Dengan perlahan Jaka mulai menghampirinya dan ikut duduk di bangku tersebut.


"Sal ..."


"Ngapain Lo di sini? Kurang puas Lo lihat Mamah sama Papah marahin gue terus?! Itu juga semenjak ada Lo di hidup gue!" tanya Salma ketus.


"Saya sama sekali gak bermaksud kayak gitu. Sebenarnya saya juga gak tega lihat Mamah sama Papah marahin kamu. Tapi percayalah, saya yakin Mamah sama Papah marahin kamu pasti demi kebaikan kamu sendiri. Orang tua mana sih yang mau marahin anaknya, pas--"


"Alah udahlah gue lagi mau sendiri, mending Lo pergi aja!" ucap Salma yang memotong perkataan Jaka.


"Saya tahu kamu sekarang sedang tidak baik-baik saja. Jadi lebih baik kita sholat dulu agar kamu jadi lebih tenang," ajak Jaka sambil tersenyum.


Salma hanya terdiam tidak menjawab ajakan Jaka, "Mau gak? Kita sholat berjamaah, Mamah sama Papah juga pasti udah nungguin. Ayo ini udah mulai malam, gak baik kalau kamu lama-lama dami di sini. Cuacanya dingin banget, apalagi katanya kalau malam kayak gini suka ada Tante Kun berkeliaran dimana," ujar Jaka.


Salma mendelikkan malas, lalu ia menatap ke sekelilingnya, "Ya udah ayo!" sahut Salma sambil menggandeng tangan suaminya masuk ke dalam rumah.


Jaka hanya tersenyum melihat tangannya yang di gandeng.


>Bersambung ...


Maaf kemarin gak up🙏 Di sini kartu Tri lagi gak ada sinyal dari kemarin dan bahkan sampai sekarang juga guys 😭 Bener-bener ngeselin banget, ini juga bisa up dapat hospot dari ayahku. Dia beli kartu baru, ya udah kesempatan nge hospot. Gak tau juga besok bakal ada sinyal atau enggak, kalau gak ada dahlah pasti bakal ketinggalan daring dan pastinya mau up juga susah 😭


Hmmm, jangan lupa sebelum/sesudah membaca pencet tombol LIKE karena LIKE itu gratis lho 🥰

__ADS_1


...See you guys...


__ADS_2