
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
π£π£π£
"Papah kecelakaan, tadi Mamah telfon sekarang ada di rumah sakit. Katanya telfon Abang gak aktif," jawab Rara.
"Apa kecelakaan? Ya udah ayo kita ke rumah sakit sekarang! Ayo Sher!" ajak Reza sambil menarik Adik dan calon istrinya. Sebelum pergi Reza melirik ke arah Jaka terlebih dahulu.
"Duluan aja nanti nyusul, mau anterin Salma pulang dulu. Kasihan takut kecapek'an," ujar Jaka yang di angguki oleh Reza. Mereka pun berlalu pergi meninggalkan pasangan suami istri itu.
"Ayo aku antar kamu pulang dulu yah, kamu istirahat aja di rumah," ajak Jaka sambil meggandeng lengan istrinya yang masih terdiam menuju parkiran.
"Kamu kenapa sih dari tadi diam mulu?" tanya Jaka khawatir.
"Gapapa, kita langsung ke rumah sakit aja. Aku juga mau lihat keadaan Papah kamu," sahut Salma sambil tersenyum tipis.
"Ya udah iyah, tapi kamu kenapa dari tadi diam aja? Bilang aja sama aku?" tanya Jaka lagi memastikan.
"Gak ih, cuman lagi kesel aja sama Sherin. Dulu dia marahin aku sama rendahin aku, bilang kalau aku ini perempuan gak baik rebut laki orang. Udah jelas kamu memang suami aku, dianya aja tuh perempuan gak baik. Hamil di luar nikah," cibir Salma kesal.
"Lupakan saja, yang lalu biarlah berlalu," ucap Jaka.
"Kamu enak tinggal bilang lupakan. Emang gak sakit hati apa, abis itu kamu ninggalin aku di jalan lagi sendirian. Udah tau aku lagi hamil, kalau sampe aja gak ada Reza aku juga gak tau minta tolong ke siapa. Karena waktu itu tiba-tiba saja perutku sakit," jelas Salma sambil menunduk.
Jaka langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan, lalu ia menghadap istrinya. Mendongakkan kepala Salma sambil menyelipkan beberapa anak rambut yang tergerai menutupi mata wanita itu.
__ADS_1
"Maaf, aku kan dulu gak tau. Aku hilang ingatan, gak usah di bahas lagi yah. Sekarang kamu mau apa? Tumben gak minta sesuatu?" ujar Jaka.
"Gak mau minta apa-apa, udah jalan aja. Papah kamu lagi sakit tuh jangan banyak omong cepetan kita ke rumah sakit," sahut Salma.
Jaka menghela nafas dan memilih untuk segera kembali menyetir. Namun sebelum berbalik ia mengecup kening istrinya terlebih dahulu.
Akhirnya mereka pun kembali melanjutkan perjalanan. Hingga tak terasa sudah sampai di rumah sakit terdekat. Mereka langsung masuk ke dalam dan menanyakan dimana ruangannya pasien atas nama Doni.
Setelah berhasil mengetahui dimana ruangannya. Jaka dan Salma segera menuju ke sana, terlihatlah Reza dan yang lainnya sedang duduk di depan sebuah ruangan dengan perasaan cemas.
"Reza, gimana keadaan Papah?" tanya Jaka yang membuat semuanya langsung menoleh.
"Kami?! Ngapain kamu ke sini?!" tanya Bu Ica langsung berdiri menghampiri Jaka.
"Mau lihat Papah S-saya," jawab Jaka pelan.
"Tap--"
Plak!
"Mamah!" Reza langsung menarik Mamahnya. Namun Bu Ica memberontak, ia tetap menghampiri Jaka yang masih terdiam mematung setelah tamparan keras mendarat di pipinya.
"Saya bilang pergi! Udah cukup dulu Ibu kamu bikin saya menderita! Karena apa? Karena suami saya sering main kekerasan, dia sangat benci sekali dengan saya! Dia bilang karena saya dia tega ninggalin Ibu kamu! Dan sekarang, jangan buat lagi saya menderita karena kehadiran kamu!" ucap Bu Ica memarahi Jaka sambil menunjuk-nunjukkan jari telunjuknya di depan wajah Jaka.
"Cukup Bu! Jangan marahin lagi suami saya! Dia gak tahu apa-apa!" ujar Salma melindungi suaminya.
"Udah jelas-jelas kemarin juga dia pengaruhi suami saya biar pergi meninggalkan keluarganya! Sampe-sampe saya sakit aja dia gak peduli! Karena apa? Karena anak haram ini yang udah pengaruhi suami saya!"
__ADS_1
"Berani sekali Ibu bilang gitu! Udah jelas yang salah itu suami Ibu! Dia ninggalin anaknya pas masih di dalam kandungan, dan sekarang datang-datang ngaku Papahnya. Bukannya bahagian malah bikin anaknya menderita dengan menjauhkan anaknya dari istri dan calon anaknya di saat kondisinya sedang amnesia! Udah lah ayo kita pulang aja, ngapain ke sini cuman mau numpang ribut mah!" ujar Salma yang langsung menarik lengan suaminya.
"Berani sekali kamu!" teriak Bu Ica di saat mereka sudah menjauh.
"Udah Mah, ini di rumah sakit jangan berisik!" ucap Reza.
*****
Jaka dan Salma telah sampai di rumahnya. Sedari tadi Salma menggerutu tidak jelas, ikut kesal dengan Bu Ica karena telah berani menampar dan memarahi suaminya.
"Orang suaminya yang salah malah nyalahin kamu!" gerutu Salma sambil mendudukkan dirinya di sofa.
"Udahlah Sal gapapa, biarin aja," ujar Jaka.
"Biarin gimana? Orang jelas suaminya yang salah, udahlah sekarang gak usah ketemu sama Papah kamu lagi! Denger sendiri kan tadi istrinya ngelarang kamu buat ketemu dia! Lagian kamu gampang banget memaafkannya, udah jelas dia gak sayang sama kamu. Dari kamu dalam kandungan aja kamu udah di tinggalin, dan kemarin-kemarin aja mal--"
"Ssstt ... Udah diem yah, mending kamu istirahat gih! Jangan marah-marah mulu kasihan bayinya," ujar Jaka memotong pembicaraan istrinya.
"Hmm, temenin!" sahut Salma sambil cemberut.
"Ya udah ayo!" ajak Jaka sambil menuntun istrinya menuju kamar.
Jaka pun akhirnya memilih untuk menemani istrinya tidur. Daripada pusing mikirin Mamah tirinya, mending kelonin istrinya tidur. Tapi ia juga masih tidak tenang dengan keadaan Papahnya.
>Bersambung....
Sampai sini dulu yah, maaf telat update. Ini juga sebenarnya nulisnya dari malam, tapi belum di lanjut karena tadi abis ujian dulu dan pulangnya ada sedikit kecelakaan. Ini juga msh deg"anπ’
__ADS_1
See you guys β€οΈ