Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~ Episode 119


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


"Siapa?" tanya Rere pelan setelah Gibran selesai menelfon.


Gibran menoleh lalu menjawab, "Ayah aku, katanya di suruh ke rumah sakit buat jagain Kakak sama Bunda. Tapi nanti setelah anterin kamu aku langsung ke sana. Ayo kita pulang sekarang, gapapakan?" ujarnya.


"Mmm, aku ikut ke rumah sakit boleh gak?" tanya Rere sambil menatap Gibran serius.


"Gak bakal di cariin sama Mamah kamu? Nanti kalau supir kamu jemput ke sekola gimana?" tanya Gibran yang membuat Rere terdiam. Namun tiba-tiba ia teringat sesuatu.


"Boleh pinjem dulu ponselnya sebentar? Mau hubungin Mamahku," ujarnya yang di angguki oleh Gibran dan langsung memberikan ponselnya.


Rere pun mulai menghubungi nomor Mamahnya. Setelah selesai ia mengembalikan kembali ponselnya kepada Gibran.


"Ini makasih."


"Udah? Ayo kita berangkat sekarang!" Gibran berlalu pergi meninggalkan taman menuju motornya yang di ikuti oleh Rere.


Seperti biasa, Gibran membantu Rere menaiki motornya. Setelah selesai ia pun langsung bergegas melajukan motor sportnya.


***

__ADS_1


Setelah sampai di rumah sakit Gibran mengajak Rere ke ruangan Salsa dan Bundanya.


Cklek!


"Assalamu'alaikum!"


"Wa'alaikumsalam, eh Gibran kamu udah pulang?"


"Udah Bunda, gurunya lagi rapat," jawab Gibran sambil menyalami tangan Bundanya yang di ikuti oleh Rere.


"Gimana dengan Kak Salsa? Apa ada perkembangan, Bun?" tanya Gibran sambil menatap Kakaknya yang terbaring lemah dengan beberapa alat medis di tubuhnya.


Salma menggeleng, ia ikut melihat Putrinya dengan sendu, "Gak ada perkembangan, masih gitu-gitu aja."


"Eh iyah dia siapa?" tanya Salma mengalihkan pembicaraan sambil tersenyum ke arah Rere.


"Oh hai Rere, kamu manis banget. Ngomong-ngomong kalau Tante boleh tau, kening kamu kenapa di perban gitu?" tanya Salma penasaran melihat kening Rere yang di perban luka.


"Itu kar--" baru saja Gibran mau ikut jawab kalau itu karena ulahnya. Rere sudah memotongnya, karena jika Salma tahu pasti Gibran akan di marahi.


"Jatuh Tante, kemarin pas di kelas aku gak hati-hati jadinya terbentur meja," jawabnya sambil tersenyum yang langsung mendapatkan tatapan dari Gibran.


Ia tidak percaya jika gadis selama ini selalu di kasari olehnya malah membelanya, 'Gue gak nyangka, padahal selama ini gue selalu kasar sama dia. Bahkan sampe-sampe gue membuatnya terluka. Tapi tetap sama dia masih baik dan mau berteman sama gue. Bahkan sekarang berani berbohong demi membela gue,' batinnya.


"Lain kali kamu hati-hati yah, semoga cepet sembuh," ucap Salma sambil tersenyum.

__ADS_1


"Iyah Tante makasih, Tante juga yah. Oh iyah maaf yah aku ke sini gak bawa apa-apa," ujar Rere merasa tidak enak.


"Gapapa, kamu jenguk Tante udah seneng kok. Jadi ada temen ngobrol, sini duduk!" Salma menyuruh Rere untuk duduk di kursi di samping ranjangnya.


"Eh gak usah Tante, lagian aku gak lama kok," tolaknya lembut.


"Udah gapapa sini," pinta Salma. Rere menoleh ke arah Gibran yang di angguki oleh Pria itu.


"Oh iyah Ayah kemana Bun?" tanya Gibran ikut nimbrung yang sedari tadi diam saja.


"Ayah lagi ada urusan," jawab Salma.


"Sepenting itu kah?" tanyanya lagi yang hanya di balas anggukan kecil, "Mmm ya udah kalian lanjutin aja ngobrolnya. Gibran mau istirahat sebentar," ujarnya berlalu menuju sofa dan langsung merebahkan tubuhnya.


Salma hanya geleng-geleng kepala melihat Putranya, "Kamu temen barunya Gibran yah? Karena sebelumnya yang Tante tau dia gak punya temen," tanyannya kepada Rere.


"Iyah Tante aku baru temenan sama Gibran. Lagian aku baru pindah ke sini," jawab Rere lagi-lagi ia selalu tersenyum.


"Gimana? Gibran orangnya kayak gimana kalau di sekolah? Oh kamu pindahan dari mana?" Salma selalu saja memberikan banyak pertanyaan kepada gadis di depannya.


"Ya gitu Tante, cuek banget. Bahkan saat pertama aku ajak kenalan dia gak pernah mau, malah dingin banget. Tapi sekarang aku baru tahu, ternyata kalau udah kenal dia banyak omong dan baik banget yah. Aku dari London Tante, pindah ke sini karena memang banyak keluargaku," ujarnya.


"Sama kayak Kakaknya ternyata, tapi kalau di rumah anaknya gak bisa diem lho. Manja, baik dan perhatian juga sama kita. Emang rumah kamu dimana sih? Mmm kalau di lihat-lihat kamu kayak mirip seseorang," Salma mencoba mengingat gadis di depannya mirip siapa.


"Kamu seperti mirip ..."

__ADS_1


>Bersambung....


__ADS_2