Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~ Episode 150


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


"Ayah! Bunda hikss ..." Salsa terus berteriak dengan keringat yang terus bercucuran di keningnya.


Sam mengusap keringat di kening gadis itu lembut sambil terus mencoba menenangkannya.


"Aca, kamu kenapa hei?" Pria itu menepuk-nepuk pipinya pelan mencoba membangunkan gadis itu.


"Sayang bangun, kamu kenapa?" Salma ikut mencoba membangunkan Putrinya. Karena tak kunjung bangun juga ia menatap suaminya sendu, "Mas, dia kenapa?"


Tiba-tiba Salsa terbangun dengan tersentak, ia langsung duduk dengan nafas terengah-engah.


"Sayang, kamu kenapa? Tenangin diri kamu dulu," ucap Salma.


"Ini minum dulu Nak," Jaka memberikan segelas air putih kepada Putrinya.


Salsa langsung meneguknya hingga habis. Ia menatap ke sekelilingnya heran lalu tiba-tiba kembali menangis dan langsung berhambur memeluk tubuh Bundanya.


"Bunda hikss ..."


"Kamu kenapa sayang? Coba cerita sama Bunda?" tanya Salma sambil mengelus-elus punggung Putrinya lembut.


"Aku mimpi Bunda ... Aku mimpi aku berada di sebuah ruangan gelap, tempatnya terlihat angker. Dan tiba-tiba ada seorang misterius yang berniat ingin membunuhku. Aku takut Bunda, aku takut hikss ..." jelas Salsa sambil terisak di pelukan hangat Bundanya.

__ADS_1


"Kamu tenang dulu sayang, ada Ayah Bunda di sini. Kamu gak perlu takut, itu hanya mimpi," ujar Salma mencoba menenangkan. Gadis itu malah semakin erat memeluk tubuh Bundanya.


"Hikss tapi aku takut ... Itu seperti nyata Bunda," rilihnya.


'Di pesta pernikahan tadi ada orang yang berniat membunuh Aca. Dan sekarang dia mimpi ada seorang yang akan membunuhnya? Apa ada seseorang yang mengincar Aca?' batin Sam bertanya-tanya.


'Aku harus menyelidikinya,' batin Sam lagi.


"Aca, apa sebelumnya ada orang yang membencimu atau kamu sedang punya masalah dengan seseorang?" tanya Sam dengan sangat hati-hati.


Sontak Salma dan Jaka yang langsung menoleh. Termasuk Salsa yang langsung melepaskan pelukannya.


"K-kak Sam? A-apa maksudmu?" tanya Salsa bingung.


"Aku merasa sepertinya ada yang mengincarmu. Di pesta tadi ada yang mencoba membunuhmu dan sekarang kamu mimpi seperti nyata. Tidak mungkin kan orang tadi ingin membunuhmu tanpa alasan?" ujar Sam yang membuat gadis itu terdiam.


"Ayah, Bunda, aku takut."


"Kamu gak usah takut, berdo'alah kepada yang di atas. Apapun yang terjadi dia selalu ada, dia pasti melindungimu," ujar Jaka yang di angguki oleh Putrinya, ia kembali memeluk Bundanya.


"Samuel, mending kamu istirahat yah ini udah malam. Kamu juga kan baru selesai di operasi masih belum pulih jangan banyak gerak dulu," pinta Jaka kepada Sam.


"Baiklah aku akan kembali ke ruangan ku," sahut Sam sambil tersenyum, "Aca aku ke ruanganku dulu yah. Kamu harus istirahat yah, cepet sembuh. Jangan di pikirin tentang yang tadi," ucap Sam sambil mengelus lembut rambut gadis itu.


Salsa hanya terdiam, sebenarnya ia juga masih agak canggung sama Pria itu. Sedangkan Sam yang sudah beranjak dari tempat duduknya mulai berjalan perlahan.


"Om, Tante Sam pamit yah," pamitnya.

__ADS_1


"Mari Om antar," ujar Jaka sambil membantu memapah Sam.


"Tidak usah Om terimakasih, takutnya ngerepotin," tolak Sam lembut.


"Gapapa ayo."


Setelah kepergian Jaka dan Sam. Kini tinggallah Salsa dan Bundanya. Salma kembali mengelus-elus rambut Putrinya lembut.


"Apa kamu sudah memaafkannya sayang?" tanya Salma penasaran.


"T-tidak tahu Bunda, sebenarnya memang dulu semenjak kejadian itu aku membencinya. Namun tidak tahu kenapa karena sering bertemu hati kecilku sangat ingin memaafkannya. Bahkan karena kejadian tadi dan dia rela mengorbankan nyawanya. Aku rasa aku sudah memaafkannya. Aku akan mencoba melupakan kejadian beberapa tahun yang lalu," ujar Salsa.


"Hmm, Baiklah Bunda terserahmu saja," ucap Salma ia menangkup wajah Putrinya berniat mengelap keringat yang bercucuran di keningnya.


"Badan kamu panas sekali sayang. Kamu istirahat yah biar Bunda buatkan kompresan. Oh iyah kata Dokter tadi kamu telat makan? Apa kamu belum makan sayang?"


Salsa menggeleng pelan.


"Kamu ini lain kali jangan kosongkan perutmu. Sekarang makan dulu yah, tadi suster sudah buatkan bubur untukmu. Ayo di makan abis itu istirahat," ujar Salma sambil mengambil semangkuk bubur di nakas lalu mulai menyuapi Putrinya.


Salsa hanya menurut sambil terus melamun memikirkan perkataan Sam tadi.


'Apa benar yang dikatakan Kak Sam tadi? Apa ada orang yang membenciku dan berniat membunuhku? Apa aku pernah menyakiti atau punya masalah dengan seseorang? Tapi siapa orangnya? Aku rasa aku tidak pernah ada masalah ataupun pernah menyakiti seseorang," batin Salsa bertanya-tanya.


>Bersambung....


Hhhmmmmmmmmmm

__ADS_1


__ADS_2