
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
"Sal, aku mohon dengerin penjelasan aku dulu!" teriak orang tersebut sambil berusaha mengejar Salma, siapa lagi kalau bukan Reza.
"Pergi! Gue gak dengerin apa-apa lagi dari Lo! Lo jahat tau gak! Gue benci sama Lo!" sahut Salma sambil terus berjalan cepat.
Karena Salma yang sedang hamil membuat Reza gampang untuk mengejarnya. Dan akhirnya Reza bisa menggapai tangan Salma.
"Sal aku tau aku salah, aku minta maaf! Tapi kamu jangan jauhin aku terus seperti ini, aku ingin kamu seperti dulu lagi Sal! Setidaknya kita temenan lagi yah?" ujar Reza.
"Lepas Za, gue mau pulang!" ucap Salma berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Reza.
"Aku anterin yah?" tawar Reza.
"Gak perlu!" tolak Salma yang langsung menghempaskan lengan Reza dengan kasar lalu kembali berjalan cepat. Namun baru beberapa langkah tiba-tiba perutnya terasa sakit.
"Ahkk!" ringis Salma sambil memegangi perutnya.
"Sal kamu kenapa?" tanya Reza khawatir.
"Perut gue ... Perut gue kram Za," jawab Salma sambil terus memegangi perutnya.
"Hah kram?! Terus harus gimana Sal? Aku gak tau apa-apa," ujar Reza bingung.
"Ahkk! Za, gue mohon tolongin gue! Gue gak mau bayi ini kenapa-napa," ucap Salma sambil terus meringis kesakitan.
"Kamu tahan dulu yah, sekarang kita ke rumah sakit aja," Reza langsung menggendong tubuh Salma dan membawanya masuk ke dalam mobil.
Reza langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat. Dan tak lama mereka pun telah sampai, Reza langsung membawa Salma masuk ke dalam untuk segera di periksa.
***
"Bagiamana Dok? Apakah kandungannya baik-baik aja?" tanya Reza kepada Dokter.
"Alhamdulillah Ibu Salma dan bayinya baik-baik aja. Tapi saya harap sebaiknya anda jangan biarkan istri anda kelelahan dan terlalu banyak pikiran," ujar Dokter yang menyangka jika Reza suaminya.
"Baik Dok terimakasih, kalau begitu apakah dia boleh pulang sekarang?" ucap Reza sambil bertanya.
"Boleh, tapi tetap harus jaga kesehatan yah. Jangan sampe kelelahan, terlalu banyak pikiran, dan jangan buat dia setres juga. Karena itu akan sangat berbahaya bagi janinnya."
"Baik Dok, terimakasih," ucap Reza.
__ADS_1
"Ya sama-sama, kalau begitu saya permisi. Oh yah sebaiknya anda urus administrasinya terlebih dahulu," ujar Dokter yang di angguki oleh Reza dan berlalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Reza menghampiri Salma yang sedang terduduk di brankar. Lalu mengatakan bahwa ia akan mengurus administrasinya terlebih dahulu. Memang ia tadi mengobrol dengan Dokter lumayan jauh dari tempat Salma yang membuat Salma tidak tahu apa yang di katakan mereka.
"Kata Dokter kamu hanya kelelahan dan terlalu banyak pikiran, sekarang udah boleh pulang. Aku urus administrasinya dulu abis ini langsung pulang," ucap Reza yang hanya di angguki oleh Salma yang masih terdiam. Lalu ia pun berlalu pergi meninggalkan Salma sendirian berniat untuk mengurus administrasi.
Sedangkan Salma, kata-kata yang di lontarkan oleh Sherin tadi masih terngiang-ngiang di kepalanya. Pikirannya kacau sekarang, hatinya juga tak tau kenapa rasanya sakit sekali mendengar Pria yang sangat mirip dengan suaminya sebulan lagi akan menikah dengan wanita lain.
Tak lama Reza pun telah kembali dan langsung mengajaknya untuk segera pulang. Mereka berjalan keluar dari rumah sakit menuju parkiran.
Setelah sampai di dalam mobil Reza langsung melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit tersebut menuju kediaman keluarga Alexander. Sepanjang perjalanan hanya ada keheningan di antara mereka, Salma yang sedari tadi diam saja dan begitupun Reza yang tidak berani menanyakan sesuatu karena tahu Salma masih marah karena kesalahannya dulu yang melakukan sesuatu tanpa berpikir dulu.
Tak lama mereka pun telah sampai. Reza turun dari mobil lalu memutari mobilnya berniat untuk membantu Salma turun. Lagi-lagi Salma hanya menurut, sedari tadi ia terus menatap ke depan dengan tatapan kosong.
"Sayang, kamu kenapa?! Mamah cariin dari tadi ternyata kamu baru pulang? Abis dari mana? Itu mata kamu juga kenapa? Abis nangis?" tanya Bu Sazkia bertubi-tubi yang kebetulan baru saja keluar dari rumah berniat untuk mencari Salma. Namun kebetulan sekali yang di cari sudah datang.
"Heh, kamu apakan anak saya? Pasti kamu kan yang udah buat dia nangis?!" tanya Bu Sazkia sambil menatap tajam ke arah Reza.
"Nggak Tante, tadi---"
"Udahlah kamu ngaku aja, pasti kamu kan yang udah buat dia nangis?!"
"Mah, Mamah tenang dulu yah. Justru tadi Reza udah tolongin Salma, dia bawa Salma ke rumah sakit pas perut Salma kram di jalan," ucap Salma membuat wajah Bu Sazkia langsung terlihat cemas mendengar perutnya sakit.
"Sekarang kamu gapapa kan? Cucu Oma juga baik-baik aja kan?" tanyannya khawatir.
"Hmm, makasih," ucap Bu Sazkia kepada Reza.
Reza hanya mengangguk sambil tersenyum, "Sama-sama tante, kalau gitu saya pamit dulu yah Sal, tante," pamitnya sambil mencium punggung tangan Bu Sazkia dan berlalu pergi.
"Kamu beneran gapapa?" tanya Bu Sazkia memastikan.
"Gak Mah, Salma gagapa," jawab Salma sambil tersenyum.
"Ya udah ayo mendingan sekarang kita masuk," Bu Sazkia mengajak putrinya masuk ke dalam.
"Kamu sebenarnya dari mana sih? Mamah kira kamu ada di kamar. Eh pas di lihat ternyata gak ada, Mamah khawatir banget tau gak. Kalau mau pergi itu bilang dulu," ujar Bu Sazkia sambil membantu putrinya untuk duduk di sofa ruang keluarga.
"Salma abis ziarah Mah, hehehe iyah maafin Salma yah udah buat Mamah khawatir," sahut Salma.
"Hmm iyah, jangan di ulangi lagi yah?"
Salma hanya mengangguk sambil tersenyum. Tidak mau membahasnya lagi Bu Sazkia memilih untuk mengajak ngobrol calon cucunya.
"Cucu Oma hari ini mau minta apa nih? Di tunggu permintaannya," ujarnya sambil mengelus-elus perut Salma lembut.
__ADS_1
"Aku mau minta soto ayam sama mangga mudanya boleh gak Oma?" sahut Salma menirukan suara anak kecil.
"Boleh dong sayang, mau Oma buat sendiri atau beli sotonya?"
"Buat sendiri aja deh Oma," jawab Salma lagi masih menirukan suara anak kecil.
"Ya udah Mamah buatin dulu yah, nanti mangga mudanya Mamah suruh Mang Jangkrik sama Mang Kodok ambil di pohon mangga yang ada di belakang. Mending kamu ke kamar dulu gih sayang, istirahat dulu. Nanti kalau udah siap Mamah kasih tau," ujar Bu Sazkia yang di angguki oleh Putrinya.
"Gak ngerepotin kan Mah?" tanya Salma merasa tak enak.
"Gapapa sayang kayak ke siapa aja. Apa sih yang enggak buat kamu sama calon cucu Mamah," sahut Bu Sazkia.
"Makasih yah Mah, oh ya Oma dimana Mah?" tanya Salma sambil celingak-celinguk mencari Omanya.
"Di kamar lagi istirahat."
"Oh ya udah Salma juga ke kamar dulu yah Mah," ucap Salma sebelum berlalu menuju kamarnya yang di angguki oleh Mamanya.
🍁🍁🍁
Sedangkan di sisi lain, setelah mengantarkan Salma pulang. Reza memilih untuk ke kafe berniat untuk menenangkan dirinya. Ia menyeruput secangkir es jeruk sambil memejamkan matanya sejenak.
Lalu ia membuka matanya kembali dan menatap keselilingnya. Dan pandangannya terhenti di sebuah meja yang tidak jauh dari mejanya. Terlihat seorang Pria yang tak asing baginya yang selama.
Tanpa berpikir ia langsung menghampirinya, "Papah?!"
Pria yang ia panggil Papah langsung menoleh, "Reza?"
"Papah selama ini kemana aja sih? Reza sama Rara nyariin Papah gak ketemu-ketemu. Mamah sakit Pah, dia mikirin Papah terus karena udah lama gak pulang-pulang. Ayo sekarang kita pulang Pah, Mamah mau ketemu sama Papah!" ujar Reza sambil menarik-narik lengan Papahnya.
Namun Pak Doni masih terdiam tidak menjawab masih dengan posisinya. Sedangkan Reza terus berusaha untuk segera mengajak Papahnya pergi menemui Mamahnya yang sedang sakit. Hingga tanpa di sadari sudah ada sepasang kekasih yang berdiri di belakangnya sambil menatap mereka bingung. Yang tak lain adalah Daniel dan Sherin.
>Bersambung....
Hallo guys, gimana Episode kali ini?😅 Oh iyah author mau intro nih.
Nama author: Risma
Asal kota: Karawang
Umur: 15 thn (Masih sekolah yah)
Author masih bocil guys, jadi di mohon buat Kakak" semua jangan hujat author yah😭😂 Kalau gak percaya follow Ig author yah: @risma_ayu315
Lihat deh mukanya masih imut", pede banget yah🤣🤣
__ADS_1
Dahlah pokoknya Jan lupa sebelum/sesudah membaca biasakan pencet tombol LIKE karena LIKE itu gratis lho guys. Makasih 🙏🥰