
Assalamu'alaikum.
~HAPPY READING~
🐣🐣🐣
Di rumah sakit.
Di depan sebuah ruangan terlihatlah Salsa, Aqila, dan kedua ortu Salsa sedang menunggu Sam yang sedang di periksa oleh Dokter. Sedari tadi Salsa terus mondar-mandir tidak jelas dengan perasaan cemas bercampur takut.
"Nak, kamu tenangkan diri kamu dulu. Ayah yakin Sam baik-baik saja," ujar Jaka.
"Salsa gak bisa tenang Ayah, Salsa takut Kak Sam kenapa-napa. Ini semua gara-gara Salsa, gara-gara nolongin Salsa dia jadi kayak gini," sahut Salsa menyalahkan dirinya sendiri.
"Nak, kamu jangan terus-terusan nyalahin dirimu sendiri. Ini semua bukan sepenuhnya salah kam--"
"Dengan saudara pasien?" tiba-tiba Dokter keluar dari ruangan tersebut yang membuat mereka langsung menghampirinya.
"Ya saya Adeknya Dok, bagaimana keadaan Kakak saya?" tanya Aqila.
"Begini, kondisi pasien saat ini sangat kritis. Pasien harus cepat-cepat di operasi, dan karena terlalu banyak keluar darah membuat kondisinya semakin lemah. Saat ini dia sangat membutuhkan transfusi darah B+, kebetulan sekali di rumah sakit sedang tidak ada stok," jelas Dokter.
"Yah mana darahku gak sama lagi. Abang kan samanya sama Mamah," gumann Aqila bingung.
"Biar aku saja kebetulan darahnya sama. Saya saja Dok, saya siap kasih darah saya," ujar Salsa.
"Tapi Kak--"
"Sudah gapapa, biar aku saja yang donorin darahnya. Ayo Dok," ucap Salsa.
"Mari ikut saya."
"Nak, apa kamu yakin?" tanya Salma kepada Putrinya.
"Iyah Bunda, gapapa," jawab Salsa sambil tersenyum lalu berlalu pergi mengikuti Dokter.
"Mas," Salma menatap Jaka dengan perasaan cemas.
"Sudah sayang gapapa," Jaka memeluk tubuh istrinya agar tenang.
"Aku takut nanti abis ini Salsa kenapa-napa. Sekarang dia kan kondisinya mudah lemah gara-gara abis di operasi dulu," ujar Salma sambil menatap wajah suaminya.
__ADS_1
"Berdo'a saja semoga Salsa dan juga Sam baik-baik saja yah. Menolong orang yang sangat membutuhkan itu berkah lho sayang. Lagian Sam juga yang udah nolongin Salsa, kalau gak ada dia kita gak tau anak kita sekarang pasti sudah celaka," ucap Jaka.
"Aku hanya takut aja."
Aqila yang sedari tadi mendengar percakapan mereka merasa tidak enak.
"Om, Tante maaf yah. Karena Kakak saya Kak Salsa jadi harus donorin darahnya," ucap Aqila sambil menundukkan kepalanya.
"Tidak apa-apa, justru Om mau berterimakasih sekaligus minta maaf. Karena Kakak kamu rela dirinya terluka demi nyelamatin anak Om. Oh iyah, apa orang tuamu sudah tahu?" ujar Jaka.
"Aku udah kasih tahu Papah Om, kalau Mamah belum karena kondisinya masih belum stabil. Aku takut nanti malah jadi droff," jawab Aqila sambil menunduk.
"Oh, semoga Mamah kamu cepat sembuh yah. Do'ain juga biar Kakak kamu baik-baik saja," ucap Jaka.
"Iyah aminn, terimakasih Om.
***
Sedangkan di sebuah kamar pengantin baru. Terlihatlah seorang gadis yang sedang melamun di tepi ranjang.
Cklek!
"Lagi mikirin apa sih?" tanyannya yang membuat Rere sontak menoleh.
"Aaaaaaa!" teriak Rere sambil menutup matanya karena melihat Kelvin yang hanya memakai handuk saja.
"Kenapa sih?" tanya Kelvin bingung.
"Kakak kenapa gak pakai baju? Cepat pakai bajunya ih!" pinta Rere.
"Kenapa emangnya? Kita kan udah sah? Lagian nanti juga kamu bakal lihat semuanya," ucap Kelvin sambil menggoda.
"Ih Kakak cepet pakai bajunya!" pinta Rere sambil teriak.
"Baiklah-baiklah," Kelvin mengambil baju di tepi ranjang yang sudah di sediakan oleh Rere tadi dan lalu memakainya.
"Udah belum?" tanya Reres masih menutup matanya.
"Udah," jawab Kelvin berbohong padahal ia baru memakai celana tidurnya dengan bertelanjang dada.
"Beneran?" mulai membuka matanya.
__ADS_1
"Aaaaaaaaaa! Ih tadi katanya udah!" Rere melemparkan bantal ke arah Pria yang kini sudah menjadi suaminya.
"Kamu kenapa sih lagian kita udah sah," ucap Kelvin sambil memakai piyama tidurnya lalu berjalan menghampiri istrinya.
Ia ikut duduk di tepi ranjang, "Kamu kenapa tadi ngelamun hmm? Apa kamu keberatan menikah dengan saya?" tanya Kelvin serius.
"E-enggak kok Kak."
"Kalau kamu keberatan atau gak terima nikah sama saya kenapa gak ngomong dari dulu?" tanya Kelvin lagi.
"Kak, sama sekali aku gak keberatan nikah sama Kakak. Aku sudah nerima Kakak sebagai suami aku. Asal Kakak tahu, aku sudah mulai suka sama Kakak. Kenapa Kakak bilang seakan aku gak suka nikah sama Kakak? Kalau aku gak suka dari dulu aku udah minta agar pernikahan kita di batalin. Dan soal aku ngelamun tadi, aku hanya kepikiran pembunuhan di acara pernikahan kita tadi," jawab Rere sambil menundukkan kepalanya.
Mendengar itu membuat Kelvin langsung memeluk tubuh istrinya, "Maafkan aku telah menuduhmu yang enggak-enggak padahal kita baru saja nikah. Dan soal yang tadi gak usah di pikirin yah," ucapnya sambil mengelus-elus rambut Rere lembut.
"Kamu pasti capek kan? Mending sekarang kita istirahat," ucap Kelvin yang di angguki oleh istrinya dan mulai membaringkan tubuhnya di ranjang, begitupun dengan Kelvin ikut berbaring di sampingnya.
Cup!
Kelvin mengecup kening istrinya lembut lalu menyelimuti tubuh mereka. Rere yang merasa malu langsung membalikkan tubuhnya membelakangi Kelvin dan segera memejamkan matanya yang perlahan ia mulai masuk ke alam mimpi.
Melihat itu justru malah membuat Kelvin langsung memeluk tubuh istrinya dan segera membalikkannya untuk menghadap ke arahnya. Ia mendekap tubuh mungil gadis itu sangat erat.
Cup-cup-cup-cup-cup!
Kelvin menciumi seluruh wajah istrinya kecuali bibir yang membuat gadis itu sedikit menggeliat karena terusik dari tidurnya. Setelah itu ia menatap wajah teduh gadis itu yang terlihat adem saat sedang tidur.
'Aku tidak akan minta hakku malam ini. Aku tau kamu capek dan pasti belum siap untuk menyerahkan semuanya. Aku akan selalu menunggunya sampai kamu siap.' batin Kelvin sambil terus menatap wajah cantik Rere.
Cup!
Pria itu kembali memberikan kecupan, namun kali ini di bibir ranum gadis itu, "Manis," gumamnya sambil tersenyum.
"Kamu sangat cantik dan imut, beruntung aku dijodohkan denganmu," ucap Kelvin terus memandangi wajah gadis yang kini telah menjadi istrinya. Rasanya tidak ada bosan-bosannya ia memandangi wajah gadis itu.
Bersambung ....
Sorry jika banyak typo bertebaran. Keyboardnya lagi eror, sama kek authornya juga wkwkwk 🤣 Dahlah byee ...
Eh jan lupa mampir dong 🙂
__ADS_1