Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~ Episode 121


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


"Gibran ..." panggil Jaka yang sedari tadi sedang membujuk Putranya yang sedang ngambek karena tidak mau ikut pindah.


"Oke Gibran mau ikut pindah! Tapi izinkan Gibran sekolah sehari lagi, Gibran mau pamit sama temen-temen Gibran!" ujar Gibran, sebenernya ia tidak mau pindah karena sudah betah di sana. Karena menyangkut dengan Kakaknya akhirnya ia mau.


"Baiklah, besok sekalian urus surat pindah sekolah. Sekarang kamu pulang gih, istirahat. Biar Ayah aja yang jagain Bunda sama Kakak kamu," sahut Jaka yang hanya di angguki oleh Putranya.


🌹🌹🌹


Sedangkan di sisi lain, Sam sedang termenung di kamarnya sambil memandangi sebuah foto anak kecil yang berada di pangkuannya.


"Aca ... Maafin Kak Sam ... Hikss ..." tak kuasa membendung air matanya, akhirnya kembali lolos membasahi pipinya.


Ia kembali terisak yang membuat matanya bengkak karena kebanyakan menangis. Namun tiba-tiba terdengar suara pintu kamar terbuka.


Cklek!

__ADS_1


"Sam?!"


Sam mendongakkan wajahnya, "Mamah?!" ia mengusap air matanya lalu tersenyum dan mulai berjalan ke arah Mamahnya.


Sam mendorong kursi roda Mamahnya masuk ke dalam. Lalu ia kembali duduk di kasur dengan posisi berhadapan dengan sang Bunda.


"Mamah ngapain ke kamar Sam? Hmm, oh iyah kapan Mamah kembali ke Jerman? Apa Papah tidak nyariin?" tanya Sam lembut sambil tersenyum.


"Cuman mau ngobrol dengan kamu aja. Apa kamu ingin Mamah cepet-cepet pergi dari sini? Apa kamu tidak suka Mamah disini?" tanya Mamahnya dengan muka sedih.


"Ah bukan begitu Mah, Sam hanya tidak ingin Mamah berlama-lama di sini. Kalau Papah nyariin gimana? Lagian juga Mamah kan lagi sakit, seharusnya Mamah istirahat saja. Gak perlu susul Sam ke sini," ujar Sam mencoba menjelaskan.


"Hmm, Mamah akan pulang bareng kamu," ucap Mamahnya kekeh.


"Apa kamu lagi ada masalah?" tanya Mamahnya sambil menatap dalam mata Putranya. Ia dapat melihat jika Putranya sedang tidak baik-baik saja.


Sam menundukkan kepalanya lalu menggeleng. Ia tidak mau memberitahu semuanya kepada Mamahnya. Begitupun dengan Aqila yang juga tidak memberitahu Mamahnya karena ia tidak ingin ikut campur urusan Abangnya.


"Kamu tidak perlu berbohong, Mamah tahu kamu sedang ada masalah," ucap Mamahnya dan tidak sengaja ia melihat sebuah foto di ranjang yang sedang Sam duduki.


"Foto Salsa waktu kecil?!" Sam menoleh saat mendengar kata Salsa dari mulut Mamahnya, "Apa sekarang kamu sudah menemukan keberadaannya?" Namun ia kembali menundukkan wajahnya ketika mendengar Mamahnya menanyakan keberadaan gadis itu sekarang.

__ADS_1


"Eh Mamah lupa kalau kamu hilang ingatan. Pasti kamu tidak akan tahu seperti apa dia, lagian jika Mamah bertemu dengannya juga tidak akan tahu. Karena sudah sangat lama Mamah tidak bertemu dengannya, pasti dia sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik sekarang," gumman Mamahnya.


'Ya Mamah benar, sekarang dia sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Aku saja sampai terpesona dan selalu deg-degan jika dekat dengannya. Namun karena gengsi dan tidak mau mengalahkan rasa benciku terhadap wanita. Aku menghancurkan semuanya Mah, aku selalu menyakitinya dan bahkan sekarang dia ... Hikss aku benar-benar menyesal telah menjadikannya korban!' batinnya menangis.


"Sam, kamu kenapa nangis?"


Sam menoleh, ia menatap Mamahnya dengan mata berkaca-kaca. Tidak bisa membendung air matanya lagi ia kembali terisak dan langsung berlutut di kaki Mamahnya.


"Hikss-hikss-hikss ... Maafkan Sam Mah


..." ucapnya sambil terisak.


"Hei, kamu kenapa? Ayo bangun!"


"Sam tidak bisa berbohong lagi Mah, hikss ... Sebenarnya Sam sudah ingat semuanya dan Sam juga tahu keberadaan Aca dimana," ia menjeda ucapannya yang membuat Mamahnya penasaran.


"Dimana? Sekarang dia dimana? Mamah mau ketemu!"


"Maafin Sam, hikss-hikss ... Sekarang d-dia sedang koma. Itu semua gara-gara Sam, karena Sam dia jadi seperti itu Mah. Sam benar-benar nyesal! Sebenarnya Sam tidak berniat melukainya. Dia sendiri yang menyelamatkan temennya. Hikss ... Maafin Sam," Sam masih berlutut sambil menundukkan wajahnya.


Ia tidak berani menatap wajah Mamahnya yang masih terdiam dengan muka kecewa. Terlihat jelas jika Mamahnya sangat marah.

__ADS_1


>Bersambung ....


Sorry jika banyak typo bertebaran 🍃


__ADS_2