Suamiku Anak Pembantu

Suamiku Anak Pembantu
S2~ Episode 125


__ADS_3

Assalamu'alaikum.


~HAPPY READING~


🐣🐣🐣


"Kamu ada di rumah sakit sayang," jawab Salma.


Salsa hanya mengangguk, lalu ia melepaskan selang oksigen dan mencoba untuk duduk. Namun tiba-tiba dadanya terasa sakit.


"Ahkk!" pekiknya.


"Sayang jangan banyak gerak dulu kamu baru sadar," ucap Salma sambil membantu Putrinya untuk tidur kembali.


"Lagian kamu abis di operasi, luka kamu belum kering. Nanti takutnya kebuka lagi, tiduran aja dulu yah," ujar Jaka.


"Iyah, kalau Kakak mau minta apa-apa bilang aja sama kita," sahut Gibran.


Salsa hanya terdiam, ia mencoba mengingat siapa yang telah membuatnya seperti ini. Dan tak terasa air matanya menetes setelah ingat jika Kak Sam lah yang telah membuatnya terluka.


"Kak Sam jahat ..." rilihnya.


"Sayang hei gak usah di mikirin dia lagi! Kamu gak kangen apa sama Bunda?" tanya Salma sambil cemberut.


Salsa langsung menoleh ke arah Bundanya, ia tersenyum melihat wajah gemasnya. Walaupun sudah tua, tapi Bundanya masih terlihat cantik dan menggemaskan, "Kangen dong ... Kangen banget malah," ucapnya yang langsung mendapatkan pelukan hangat dari sang Bunda.


Sedangkan kedua Pria yang sedari tadi berdiri di belakangnya hanya tersenyum melihatnya. Jaka memberi kode kepada Putranya yang di angguki oleh Gibran.


"Ekhem ... Happy Birthday to you. Happy Birthday to you. Happy Birthday, happy birthday. Happy Birthday to you ..." Salma mulai melepaskan pelukannya yang membuat Salsa menatap ke arah Ayah dan Adeknya heran.


"Selamat ulang tahun sayang ..." ucap Jaka dan Salma serempak sambil tersenyum.


"Selamat ulang tahun untukmu Kak, Gibran ikut senang Kakak sudah sadar," ucap Gibran.

__ADS_1


"I-ini hari ulang tahunku?" tanya Salsa bingung.


"Iyah sayang, gak kerasa yah gadis kecil Bunda udah dewasa sekarang," ucap Salma sambil mengecup pipi Putrinya.


"Makasih Ayah, Bunda, Gibran. Salsa jadi terharu. Maaf kalau selama ini aku selalu repotin kalian," ucap Salsa sambil menatap ketiga sosok yang di sayangnya dengan mata berkaca-kaca.


"Sama-sama sayang, kamu gak usah sedih kayak gitu yah. Mendingan sekarang kamu makan yah? Biar cepet sembuh, Bunda janji setelah sembuh nanti bakal turutin apa yang kamu mau. Apa kamu mau merayain ulang tahun kamu?" ujar Salma yang mendapat gelengan kepala dari Putrinya.


"Tidak usah Bunda, Salsa gak mau apa-apa. Kalian ngucapin selamat aja aku udah seneng," sahutnya.


"Ya udah sekarang kamu makan yah," Salma mengambil semangkuk bubur yang ada di nakas.


"Salsa mau makan kue aja Bunda," pinta Salsa.


"Tapi kamu kan baru sadar, makan bubur aja yah? Atau mau buah-buahan?"


"Gak, Salsa mau kue ulang tahun aja. Ayah udah ngasih masa Salsa gak makan sih?"


"Gapapa sayang, kamu kan lagi sakit. Makan bubur aja abis itu minum obat, terus istirahat. Kata Dokter harus banyak istirahat," ujar Jaka yang tidak di hiraukan oleh Putrinya.


"Hati-hati jangan banyak gerak dulu!" mereka langsung membantunya.


"Sini Ayah Salsa minta bolunya," pinta Salsa.


"Iyah bentar Ayah potong dulu."


"Hmm, Gibran ngapain kamu dari tadi senyum-senyum sendiri?" tanya Salsa kepada Adeknya yang sedari tadi hanya tersenyum tanpa berkata-kata.


"Eh, G-gibran cuman seneng aja lihat Kakak udah sadar dari koma. Oh iyah Gibran lupa ini bunga buat Kakak," Gibran memberikan sebuket bunga yang sedari tadi ia pegang kepada Kakaknya.


"Makasih," ucap Salsa sambil tersenyum menerima bunga tersebut, "Wangi banget, aku suka!"


"Sayang ini kuenya, mau di suapin?" kata Jaka sambil memberikan piring yang berisi sepotong kue bolu untuk Putrinya.

__ADS_1


"Gapapa Ayah, sini biar Salsa aja!"


"Apa kamu yakin?"


"Iyah, Gibran sini deh!" pinta Salsa yang membuat Gibran langsung mendekat kepadanya.


"Ada ap-- Yakk ... Kakak apa-apaan sih."


"Hahaha ... Kamu lucu sekali, hahaha ... Ahkk! Sssttt ..." Salsa tertawa melihat wajah cemberut Adeknya yang belepotan dengan butter crime yang ia coretkan ke wajahnya tadi. Namun tiba-tiba ia kembali merasa sakit pada dadanya.


"Kakak!"


"Sayang! Kan kita bilang juga apa?! Jangan banyak gerak dulu, luka kamu masih belum kering."


🌹🌹🌹


Sedangkan di sisi lain, di Indonesia. Sam terlihat sedang berjalan menuju sebuah tempat dengan perasaan campur berkecamuk.


"Ckkk, sialll!" umpatnya sambil mengacak-acak rambutnya kasar.


"Aca kamu dimana?" rilihnya sambil menundukkan kepalanya. Namun tiba-tiba ia teringat sesuatu, "B-bukannya hari ini hari ulang tahun Aca?" ujarnya mencoba mengingat.


"Ya benar, Aca ku mohon kembalikanlah. Maafkan Kak Sam telah membuatmu terluka," rilihnya lagi sambil menutup wajahnya yang sudah basah dengan air mata. Ia sekarang seperti orang linglung, Sam terus berjalan dengan sempoyongan entah mau kemana. Hingga ...


Brukk!


"Awhhk!"


"Ah sorry gue gak sengaja!" ucap seseorang yang melihatnya sambil membantu Sam berdiri. Dan terkejutnya ia saat Sam mendongakkan kepalanya.


"Lo?!" pekiknya serempak.


>Bersambung ....

__ADS_1


Sorry ;( Sorry buat apa?


Sorry dah pokoknya mah🥀


__ADS_2