Takdirku?

Takdirku?
Dia kembali.


__ADS_3

"Woyyy...Ngajak ribut nih bocah." Seru salah satu dari mereka sambil menunjuk April..


Beberapa motorpun mengejar April.


"Bagaimana ini Kak Salim,ad 3 motor yang mengejarku..." Panik April menambah laju kecepatan motornya.


"Kebut Pril kebut... Tapi trtap harus hati-hati."


"Woyy berhenti luu..." Teriak seseorang itu yang ternyata motorny sudah berada tepat di belakang April.


April makin gelagapan,April takut. Motor itu kangsung memepet April menepi. Mau tak mau April pun menepi di jembatan.


Satu lelaki turun dari motornya lalu menghampiri April. Dimatikannya motor April lalu di cabutnya kunci motor April.


"Ja-jangan Bang..." Ucap April melawan dan berusaha meraih kunci yang diamainkan di tangan lelaki berkumis tipis itu.


"Mau ini? Ambil aja kalau bisa." Tantang lelaki kumis tipis sambil memutar-mutarkan kunci di jari telunjuknya.


April turun dari motornya lalu mendekat berusaha mengmbil kembali kuncinya.Postur April yang mungil.membuatnya tak sampai.


Saat hampir kena,tiba-tiba kuncinya di lempar ke temannya yang lain. Begitu seterusnya,April bagaikan kucibg yang sedang di ajak main oper-operan.


April lelah mengejar ke sana kesini,akhirnya Ia pasrah berjongkok sambil menutup matanya menangis.


"Buka helm lu. Gua mau lihat wajah lu." Ucap Lelaki berkumis tipis.


Kaca helm April memang berwarna gelap. Jadi wajah April tak terlihat jelas,apalagi pencahayaan yang juga remang-remang.


"Ma-maafkan saya Bang,S-saya sungguh tak ada niatan menyinggung A-abang dan kawan-kawan." Ucap April demgan bibir gemetar ketakutan.


"Wah wah wah... Cewek nih bro,ketakutan dia." Ucap lelaki yang memakai masker di wajahnya.


"Buka heml luu,gua mau lihat seberapa cantik wajah lu." Ucap lelaki berkumis menyeringai.


"Bukaaa...!!!" Bentaknya tak sabaran.


"I-iya Bang." April pun akhirnya menurut lalu membuka helmnya.


"Widihh.... Manis juga ternyata nih cewek. Bisa lah buat dijadiin simpanan nih." Ucap si kumis menggoda.


April beringsut mundur menjauh sembari menunduk dan memegang helmnya kuat-kuat.


Jika mereka barani macam-macam,akan ku pukul kepala mereka demgan helm ku yang keras ini. Batin April merencanakan perlawanan.


"Haloo haloo prill ? Kamu gak pa pa kan?" Ucap suara yang berasal dari saku baju April.


April lupa jika sedari tadi sambungan teleponnya dengan Salim masih terhubung.


"To-tolong Apr---" Ucapan April terpotong karena tiba-tiba si kumis tipis merampas telepon April.


"Ternyata dari tadi dia telponan sama cowoknya." Ucap si kumis tipis memperlihatkan layar ponsel pada kawan-kawannya.

__ADS_1


"Haloo halooo Aprill..." Panggil Salim lagi dari telepon.


"April sedang bersenang-senang dengan kami. Jadi kamu jangan mengganggu ya. Ha ha ha ...." Ucap si kumis tipis mematikan sambungan teleponnya.


Dimasukkannya ponsel April di saku belakang celananya. Tangan si kumis tipis terulur untuk menyentuh dagu April. Namun tangannya dicekal oleh seorang kawannya yang memakai helm berwarna biru.


"Ada apa bro? Kenapa kau tahan tanganku?" Heran si kumis tipis.


"Cewek ini aku punya." Ucapnya singkat.


"Kau ini,sudah diam sedari tadi. Giliran bicara langsung ngambil jatah orang." Kesal si kukis tipis.


"Ini jatahku. Aku kenal dengannya." Bisik lelaki berhelm biru.


"Oke lah oke. Kau ambil saja lah. Yok cabut bro,biarkan cewek ini di embat sama dia." Ucap si kumis tipis mengajak ke dua temannya yang lain kembali ke tempat tongkrongan.


"Hp-nya tadi mana? Sini kasih ke gue." Si helm biru menarik lengan si kumis tipis.


"Oiya lupa gue. Nihh.." Ucapnya sambil melempar ponsel milik April.


"Gudd.."


Si kumis tipis dan ke dua kawannya pun pergi,menyisakan April dan lelaki ber helm biru sendirian.


"Ka-kamu mau a-apa? To-tolong biarkan saya pergi." Melas April memohon sambil menangis.


Lelaki ber helm biru hanya diam dan terus melangkah maju mendekati April. Tangannya terulur ke arah April.


"Haloo Aprill... Kamu gak pa pa kan? Aku cemas sedari tadi." Ucap Salim cepat.


"Kaak Saal--" Ucap April terpotong karena mulutnya di bekap oleh lelaki itu.


Kaca helmnya yang gelap,sedari tadi belum dibuka. Jadi April tak dapat melihat,wajah siapa di balik helm itu.


"April aman denganku. Kamu tak perlu lagi mencemaskannya,dia bersamaku." Singkat lelaki itu lalu mematikan ponsel April.


April berontak melepaskan bekapan mulutnya.Namun tangan lelaki itu malah kembali melingkar di leher April. Lelaki itu berada di belakang April dengan tangan yang mengunci leher April.


Tak ada kekerasan,hanya tekanan tangan yang pelan di leher April.


"Apa kamu tak mengenaliku?" Tanya lelaki itu pelan.


Seketika April diam,dia mendongak untuk melihat lelaki itu yang lebih tinggi darinya.


"Si-siapa kamu. Tolong jangan sakiti aku." Air mata April kembali luruh.


Lelaki itu membalikan tubuh April menghadapnya. Disejajarkannya wajah mereka.


April yang takut berusaha mundur menjauh. Tapi tangan lelaki itu memegang pundaknya kuat.


Dengan lembut,tangan lelaki utu terulur menyentuh pipi mulus nan putih April. Lelaki itu menghapus air mata April yang sedari tadi mengalir karena ketakutan..

__ADS_1


"Jangan takut pada ku April ." Ucap lelaki itu lembut.


April terhenyak karena ternyata lelaki itu mengetahui namanya.


"Si-siapa kamu? Kenapa kamu mengetahui nama ku?" Tanya April dengan sedikit isakan.


Lelaki itu hanya menggeleng pelan,terlihat dari helm di kepalanya yang jiga ikut bergerak ke kanan dan ke kiri.


"Aku merindukanmu April,sangat merindukanmu." Tiba-tiba lelaki itu memeluk April erat. Seakan takut April akan pergi.


"Le-lepakan aku.." Tolak April.


"Tolong biarkan aku seperti ini sebentar saja. Aku sangat merindukanmu April. Karena aku tak bisa menjamin,jika kamu tahu siapa aku,kamu akan mau memelukku." Ucap lelaki itu lemah.


April berhanti berontak. Batinnya mengatakan seperti mengenali sosok lelaki ini.


Suara ini. Aroma parfum ini. Sepertinya sangat familiar di benakku. Tapi siapa orang ini. Batin April berkecamuk.


Sosok itu melepaskan pelukannya. Ia menatap April dalam dari balik kaca helm-nya.


" Beruntungnya aku bisa bertemu denganmu malam ini. Dan untung saja,aku bisa mencegah ke 3 temanku tadi untuk tidak berbuat lebih jauh terhadapmu." Ucap lelaki itu lembut.


"Siapa kamu? Kenapa aku merasa tak asing denganmu?" Tanya April lagi. Rasa takut April telah terganti dengan rasa penasaran.


"Baiklah jika kamu ingin tahu siapa aku." Ucap lelaki itu.


Tangan lelaki itu memegang helmnya,bersiap untuk melepaskannya. Bagaikan slowmotion,pergarakan tangannya terasa teramat lambat di mata April.


Terlepas lah helm yang sedari tadi menutupi wajah lelaki itu. Rambutnya yang agak panjang di bagian depan menyambul berantakan menutupi dahinya. Tangan lelaki itu bergerak merapikan rambutnya yang menutupi pandangannya.


"Ka-kamu..."


.


.


.


.


Bersambunggg...


he he he..


Ayo coba tebak siapa lelaki ber helm biru itu.


Hihihi.... Tetap dukung terus karyaku yah,jangan sampai ketinggalan.


Oiya,jangan lupa berikan dukungan berupa Like,komen,vote serta favorit untuk April yah..


Babayy...😉😉

__ADS_1


__ADS_2