Takdirku?

Takdirku?
Drum sialan.


__ADS_3

"Nih Pril buat kamu ! Enak loh." Deli menyerahkan mangkok ke arah April.


April melongok melihat isi dalam mangkok.


"Kenapa kuah kau berikan padaku?" Ucap April dengan kesal.


Pasalnya,mangkok yang semula berisi olahan ayam Mas Apit ,Kini hanya tersisa kuahnya saja.Dan parahnya lagi,Deli dengan songongnya menyodorkan mangkok berisi kuah itu pada April.Sungguh penghinaan bagi April.


"Kenapa hanya tinggal kuah kau berikan pada April? Lantas mengapa saat masih ada daging ayamnya tadi kamu makan sendiri?" Geram Mbak Resa menatap Deli.


"Ya kan tadi April gak mau di ajak Mas Apit.Kupikir April pasti ngiler lihat masakannya Mas Apit.Jadi aku mau membaginya deh.Ini kan kuah juga bagian dari masakannya Mas Apit,jadi sama saja kan." Jawab Deli enteng.


"Ya gak bisa gitu dong..." Mbak Resa malah emosi.


April diam saja tak mau meladeni.


"Udah si Mbak biarin aja." April menenangkan Mbak Resa.


"Tapi kann---"


"Gak papa Mbak..." April tersenyum berusaha meyakinkan Resa bahwa Ia baik-baik saja.


"April nya aja gak masalah tuh...Nih Pril buat kamu makan kuah nya." Deli kembali menyodorkan mangkok yang berisi sedikit kuah itu.


"Dass---" Ucapan Resa terpotong karena Ambar datang menyela.


"Eh ini kuah ayam tadi yah Del?"Tanya Ambar.


"Iya Mbak." Jawab Deli.


"Sini buat aku.Rasanya tadi enak banget,dan ini pasti kuahnya juga enak.Kuahnya mau aku tambahin nasi yah,lalu aku makan lagi.Aku masih kurang nih.He he he." Ambar menyerobot mangkok dari tangan Deli lalu pergi mengambil nasi.


"Eh eh eh..." Deli terbengong.


"Dah kan...Sudah ada yang menampung kuah yang katamu enak itu." Ejek Mbak Resa.


Deli pun pergi tanpa membalas ledekan Mbak Resa.


April dan Resa tertawa pelan,disisi lain mereka juga tak habis pikir demgan Ambar yang mau memakan kuah ayam tadi.Padahal tadi Mas Apit dan Deli makan menggunakan tangan.


Dan mereka mengambil daging ayam dari dalam mangkuk itu pun dengan tangan.Jadi otomatis kuah itu sudah ter obok-obok oleh tangan keduanya.April saja merasa jijik membayangkannya.iiuuhhhhh.


Setelah itu, pada saat jam makan malam banyak orderan yang masuk.Sampai April dan tim tukang es sedikit kualahan.Akibatnya lantai menjadi licin karena ketumlahan Air dan es batu yang berjatuhan.


Sudah pukul 8 malam.Pengunjung mulai sepi,hanya ada beberapa yang masih singgah untuk nongkrong-nongkrong manjahh.


April dan selutuh karyawan bagian belakang pun sudah bisa leha-leha sembari menunggu jika maaih ada pengunjung.Samlai pukul 9 saat waktunya Rumah Makan tutup.

__ADS_1


April sedang duduk di drum kecil bekas ice cream.Karena lantai yang basah menjadikan lantai licin.April bermain-main,April duduk di drum itu lalu menggerakkan kakinya agar drum itu bisa bergerak maju mundur saat Ia duduki,seperti bermain seluncuran.


Tiba-tiba Mas Apit datang mengambil gelas untuk minum.Mas Apit diam saja melihat April.


April yang tak tahan jika di diamkan orang pun memiliki ide jahil.


Mas Apit yang tengah membuat kopi itu tampak sibuk.April mendekat ke arah belakang Mas Apit.


Mas Apit pun menyadarinya,tapi tetao tak memberi respon.


April menarik tali celemek yang diganakan Mas Apit.Tali celemek yang semula tertali rapi di pinggang bagian belakangnya itu pun lepas.Celemek Mas Apit menjadi menjuntai kedepan.Hanya tinggal tali yang menggabtung di belakang leher saja.


"Jangan buat masalah,aku sedang gak ingin bercanda Kall." Ucap Mas Apit tanpa menoleh.Ia sibuk mengaduk-aduk kopinya.


April tak menggubris ucapan Mas Apit.Kini April beralih pada tali sepatu Mas Apit.Di bukanya ikatan tali sepatu itu.


Mas Apit berhenti,lalu memandang ke arah sepatunya.Diletakkannya gelasnya lalu Ia menali celemeknya lagi kebelakang pinggangnya.


"Jangan bercanda..." Ucap Mas Apit lagi.


Aprik hanya tersenyum jahil dan kembali membuka tali sepatu yang satunya.


"Kamu mau bermain-main dengan ku Yah?" Mas Apit berucao sembari menyipitkan matanya yang memang audah sipit dari lahir itu.


"Ha ha ha.." April tertawa lalu kembali menarik tali celemek yang sudah diikat Mas Apit.


"Awas kau yah Kaliii..."Geram Mas Apit mengejar April.


Mas Apit menangkap April.Posisi April yang sedang duduk dengan kedua lutut didepan dadanya itu di angkat oleh Mas Apit.


"Eh eh Masss..." April panik hendak turun.


Tapi kakinya yang tertekuk dan dipengang oleh Mas Apit membuat April tak bisa melakukan apa-apa selain memegang erat tangan Mas Apit.


Posisi April kini berada didepan Mas Apit yang mengangkatnya.Punggung April menempel di dada Mas Apit.


Sedangkan kaki April merapat tertekuk dan menempel pada dadanya sendiri.Tangan Mas Apit mengunci dari belakang.


"Nanti jatoh Mass..." Ucap April takut.


"Salah siapa jahil kamu Kall..." Mas Apit masih setia dengan posisinya.


"Udah Mas....Turuninn..."


Akhirnya Mas Apit pun hendak menurunkan April.Mas Apit hendak mendudukan April lagi ke posisi semula.


Tapi sayang,saat pantat April menyentuh drum,drum itu jatuh karena lantai yang licin.Mas Apit jadi kehilangan keseimbangan.

__ADS_1


April terlepas dan terjatuh dengan posisi berbaring.Sedangkan Mas Apit pun juga doyong dan hendak jatuh menimpa April.


Tapi untungnya Mas Apit maaih dapat menahan badannya dengan kedua tangannya.Tapi kini posisi mereka yang sangat tak enak.


Wajah Mas Apit tepat berada di deoan wajah april.Mungkin jika Mas Apit tak menahan tubuhnya dengan tangan,pasti Mas Apit sudah menimpa April.


Wajah mereka sejajar,tapi berbeda arah.Sehingga mata April sejajar sengan mulut Mas Apit,dan begitu pula sebaliknya.


"Aduhh...Aaauu..." Ringis April merasakan sakit di oantat dan punggungnya.


Mas Apit yang sadar langsung bangkit dan berlari ke arah belakang tanpa bicara sepatah kata pun pada April.


"Ooii Mas Apittt....Dasar laki-laki tak bertanggung jawab.Sudah bikin aku jatoh,gak ditolongin pula." Protes April yang melihat Mas Apit kabur.


April bangkit lalu mengusap pantatnya yang basah dan kotor karena terjatuh tadi.


"Ha ha ha ha..."


April melongok kebelakang melihat siapa yang tertawa.


Ternyata Mbak Resa yang dengan jahatnya menertawain April yang sedang kesakitan.


"Ini gara-gara drum sialan ini nih." Gerutu April menabok drum yang membhatnya jatuh.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa


Like


Komen


Vote


Serta Favorit yah.


Dukungan kalian semangatku untuk menulis.


Mohon maaf juga jika banyak typo pada kisah ini.

__ADS_1


Dan terimakasih juga untuk para pembaca yang memberikan dudukungan berupa like dan komen serta Favorit.Tak lupa pula,terimasih juga untuk silent Reader yang setia.


Babayy...😄


__ADS_2