Takdirku?

Takdirku?
Tutup panci


__ADS_3

Kegiatan Pramuka telah selesai pukul 2 siang.April bersiap pulang dengan barang bawaan yang lumayan banyak.Satu tas gendong,satu tas selempang dan satu panci sarangan.


April berdiri di depan sekolahan menunggu Vani.April sudah janjian dengan Vani jika akan pulang bersama menggunakan motor Vani.


"Vani lama banget sihh,bawaan aku kan berat" Gerutu April memegang pundaknya yang mulai pegal.


"Prill maaf yaah,aku harus nganterin laporan kegiatan ke rumah Pak Danang.Maaf yah aku gak bisa nganter kamu pulang" Ucap Vani yang tiba-tiba berhenti didepan April.


"Haa? Ya-yaudah gakpapa"


"Nanti kamu pulangnya gimana?"


"Udah gak usah kamu pikirin,akumah gampang" Jawab April santai,padahal dalam hatinya kebingungan.


"Beneran gak papa kan Pril? Maaf banget ya" Ucap Vani tak enak.


"Iya gak papa"


"Atau kamu mau nunggu aku disini? Tapi mungkin lumayan lama,sekitar 1 jam lebih"


"Gak usah,nanti minta dijemput saja"


"Yaudah,aku pergi dulu Pril"


Vani pergi dengan teman sekelasnya menuju rumah Pak Danang.


April diam termenung didepan gerbang sekolahan.April bingung bagaimana Ia pulang.Tak mungkin Ia berjalan kaki dengan bawaan yang seabrek ini.


"Hahh...Aku harus gimana? Aku pulang dengan siapa? Aku tak membawa ponsel" Gumam April bingung,April beringsut duduk dilantai.


"Kenapa masih belum pulang?" Tanya Salim memarkirkan motornya di samling April.


"Eh Kak salim,Emmmm itu...anuu" Jawab April bingung.


"Anu kenapa? Kenapa gak pulang tapi malah duduk disini?" Tanya Salim heran.


"Emm tadi sebenarnya hendak pulang bareng Vani.Tapi si Vani tiba-tiba ada acara,jadi aku bingung bagaimana pulangnya.Aku tak membawa ponsel,jadi gk bisa telpon orang rumah" Ujar April menunduk dengan jari yang memainkan pasir.


"Mau kuantar?" Tanya Salim tersenyum menatap April.


"Ta-tapi bawaan April banyak Kak,nanti Kakak repot.Kak Salim juga bawa tas punggung yang lumayan besar" Ujar April pelan.


"Itumah gampang,tas bisa ku pakai di depan.Tas kamu nanti taruh dibawah tempat pencetan kaki.Nanti pancinya ditali pakai rafia trus taruh di stang motor.Gampangkan?" Jawab Salim santai.


"Emm,pancinya biar kubawa saja Kak,nanti repot kalo ditaruh di stang motor" Jawab April


"Yaudah ayok,sini tasnya" Ucap Salim meraih tas April.


April naik membonceng motor metik milik Salim.Sebenarnya April sungkan sengan Salim,tapi mau bagaimana lagi.Sekolah sudah sepi,jadi Ia terpaksa menerima tawaran Salim.


Sepanjang perjalanan tak ada percakapan diantara keduanya.Sampai Salim angkat bicara terlebih dulu.


"Emm...April" Ucap Salim membuka topik.


"Iya Kak?"


"Kamu sudah punya pacar?" Tanya Salim tiba-tiba.

__ADS_1


"Kenapa Kak?" Tanya April mengernyit mendengar pertanyaan Salim.


Apa Kak Salim akan menembakku? Apa dia suka denganku? Kenapa bertanya tentang hal itu? .Batin April ke-PD an


"Enggak cuma mau tau aja"


"April gk mau pacaran dulu Kak,April mau fokus buat ujian dulu"


"April,sebenarnya aku suka sama kamu"


GLOMPRANGG


Tutup panci yang April pegang terjatuh karena tertiup angin.Tutup panci April jatuh ditengah jalan.


"Kak berhenti dulu,tutup pancinya jatuh.Cepetan berhenti Kak,nanti tutup panciku kelindas kendaraan lain" Rengek April menggoyang-goyangkan bahu Salim.


Apes banget sih.Lagi momen serius nyatain perasaan malah diganggu sama tutup panci,huhhh. Batin Salim kesal


"Berhenti Kak,aku mau ambil tutup pancinya dulu.Kakak sih terlalu cepat naik motornya,jadi ketiup angin kan."


"Iya iyaa" Pasrah Salim mendengar omelan April.


April turun dari motor lalu buru-buru mengambil tutup pancinya yang terjatuh ditengah jalan.


Setelah diambil,April kembali menaiki motor Salim.Salimpun melajukan motornya untuk mengantar April pulang.


"Yahhh tutup pancinya penyok Kak" Ucap April mengelus tutup panci yang sudak tak berbentuk bulat itu.


"Sepenyok hatiku yang sedang mengutarakan cinta tapi tak kau dengar" Gumam Salim pelan.


"Hahh? Kakak bilang apa?"


"Isssshh....Nanti kalo ibu marah bagaimana?" Ucap April


"Seberapa parah sih penyoknya" Tanya Salim


"Nihh" April mengangkat tutup panci yang penyok itu kedepan muka Salim.


"Ya jangan deket-deket April,gak kelihatan.Nutupin jalan nih,nanti kalo nabrak gimana?"


"He he he...Nihh" April menggeser tangannya kesamping wajah Salim.


"Alahh cuma penyok sedikit saja kok,gak papa itu mah,masih bisa dipakai"


"Huhh" April menghela nafas.


"Kenapa?"


"Gak apa apa....Oiya,tadi Kak Salim bilang apa sebelum tutup pancinya jatuh?" Tanya April penasaran.


"Haa? Emmm gak apa-apa,lupakan saja" Jawab Salim kesal.Salim tak mau mengulang mengungkapkan perasaannya,sangat memalukan.


"Ehh kok gitu sih,tadi yang aku dengar Kak Salim bilang suka---Suka apa yah? Aku tak dengar apa kelanjutannya" Ucap April berfikir.


"I-ituu" Salim gugup,Salim ingin memgulang pernyataan cintanya,tapi Ia tak memiliki keberanian seperti tadi.


"Itu itu apa Kak?"

__ADS_1


"Aaahhhh lupakan saja" Ucap Salim kesal


"Lahh,kenapa Kak Salim terlihat kesal?"


Salim diam saja,Fokus mengemudi agar cepat sampai dirumah April.


10 menit kemudia salim dan April telah sampai di depan rumah April.April turun dari motor Salim,April mengambil alih tas yang dijulurkan Salim lalu Ia letakkan di samping kakinya.


"Terimakasih ya kak atas tumpangannya" Ucap April tulus tersenyum memandang Salim


Oh Tuhann,senyumannya sungguh sangat manis dipandang.Tapi aku harus kuat,aku malu jika April membahas hal menjengkelkan tadi. Batin Salim menggebu-gebu,Salim tersepona dengan senyum manis April yang memabukkan itu.


"Maaf sudah merepotkan Kak Salim"


"Gak repot kok"


"Yaudah aku pulang dulu yah.Assalamualaikum" Sambung Salim lagi dengan tangan yang menjulur mengelus puncak kepala April yang tertutup kerudung itu.


"Waalaikum salam.."


April berjalan masuk ke dalam rumah,saat April menginjakkan kakinya di ambang pintu.Seketuka itu juga Ia mematung mendengar percakapan kedua orang tuanya.


"Assa-----" Ucapan April tergantung saat tak sengaja mendengan perkataan Bapak.


"April akan bapak jodohkan dengan Andi Buk.Kemarin Ridwam kesini dan membahas tentang perjodohan ini.Bapak setuju jika April dijodohkan dengan Andi.Andi anak yang baik,rajin ibadah dan pekerja keras pula." Ucap Bapak pada Ibu.


BRUAAKK....PRANGGGG( Anggap suara panci jatuh ya)


Panci ditangan April terjatuh saat mendengar perkataan Bapak.Sudah dapat dipastikan jika tak hanya tutupnya saja yang penyok,pancinyapun akan ikut penyok kalau begini.


Suara panci yang jatuh sontak membuat Bapak dan Ibu yang sedang berada diruang tengah menoleh melihat April.April yang syok mendengar ucapan Bapak,langsung sadar dan berjongkok memungut panci yang terjatuh tadi.


"Aprill" Ucap Ibu dan Bapak kaget menatap April yang berdiri diambang pintu.


"Ma-maaff,April tak sengaja menjatuhkan pancinya.Kalau begitu April masuk dulu Pak Buk !" Ucap April tergesa-gesa berlari kecil menuju kamar.


.


.


.


.


.


Bersambung


jangan lupa like komen vote serta favorit ya Readerssku....


Maaf yah kalau banyak typonya,jujur saat nulis ini saya sampai tertidur beberapa kali,karena sudah jam setengah 12 malam.


Jangan bosan dengan ceritaku yah,tolong tinggalkan jejek agar saya lebih semangat dalam menulis kelanjutan ceritanya.


Sebenarnya di dunia nyata saya sedang amat sibuk mengurusi suatu hal,tapi masih saya sempatkan up satu episode untuk kalian.


semoga kalian suka ya dengan ceritaku,Selamat membaca😄

__ADS_1


Lavvyuu😋


__ADS_2