Takdirku?

Takdirku?
Perhatian Kak Salim


__ADS_3

BRUK BRUK BRUK BRUK BRUK BRUK BRUK BRUK BRUK


"Aauu"


"Aaduhhh"


"Aaaaaa"


April dan kedelapan anggota sangganya jatuh bertumpuk-tumpuk ke dalam selokan.Karena Nisa yang paling belakang terpeleset kedalam selokan,otomatis tangan Nisa menarik pundak Anita yang Ia pegang.Anita yang kaget pun juga kangsung tertarik jatuh,Anita pun menarik pundak Lili.Dan begitu seterusnya mereka saling tarik-menarik sampai Septri yang paling depan ikut tertarik masuk kedalam selokan.


Posisi yang sangat tak menguntungkan bagi April.April berada diurutan nomer 3 dari belakang.April jatuh tertindih ke 5 anggota yang ada didepannya tadi.


Kepala April terantuk batu-batu pondasi selokan.Dengan kondisi mata tertutup,pinggang terikat serta badan yang tertimpa 5 orang April hanya bisa diam meratapi ketidak beruntungannya.


Sesaat setelah itu,kelima temanya sepertinya sydah bangun dan keluar dari selokan,karena April tak merasakan beban diatas tubuhnya lagi.


Tangan April ditarik seseorang.April pun memegang erat tangan itu,berusaha bertumpu untuk bangkit dari selokan.Tapi sayang,tiba-tiba tangannya dilepaskan hingga April yang sudah setengah mendaki untuk keluar langsung ambruk jatuh kedalam selokan lagi.


"Aauhhh" Keluh April karena pantatnya mencium dinginnya tanah yang sedikit basah.


April segera membuka paksa ikatan yang menutupi matanya.Lalu Kak Seto mengukurkan tangan untuk membantu April bangkit.Selokan temoat mereka jatuh cukup dalam,sebatas pinggang April kira-kira.


April menerjap menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya.Kondisi pinggang mereka masih terikat satu sama lain sehingga tak dapat beegerak dengan bebas.Ikatan dipinggangnya pun semakin mengerat,hingga pinggangnya sakit dan sediki sulit bernafas.


Kenapa akhir-akhir ini jatuh menjadi hobiku? Sungguh kasihan pantatku yang tepos menjadi semakin tepos. Batin April menggerutu.


"Aduh aduhh" Ringis Bela memegang kakinya.


"Bisa berdiri dek?" Tanya Kak Seto.


"Gak bisa Kak,kakiku sakit,Sepertinya terkilir" Ucap Bela dengan mimik wajah sedemikian rupa.


April dan anggota sangganya duduk ditepian selokan.Kak Seto mencoba melepaskan ikatan di pinggang Septi,karena ikatan terhubung satu sama lain dan berawalan di Septi.


"Ikatannya tak bisa dibuka,simpulnya sudah tertarik sehingga menjadi simpul ikatan mati.Tajbada pisau atau gunting disini." Ucap Kak seto setelah memeriksa ikatan dipinggang Septi.


"Ikatannya terlalu kuat Kak,pinggang kami sakit dan kami juga sulit bernafas" Ucap April mewakili isi hati anggotanya.


"Tenang saja,saya membawa korek api.Saya akan membakar talinya sampi putus" Sambung Kak Seto.


"Kenapa tak bilang dari tadi sih kak" Gerutu Nurul kesal.


"Anggi tolong segera ke rute pos 3 membawa kotak P3K.sangga PENEGAS 3 jatuh ke selokan dan anggotanya mengalami lecet-lecet.Lokasi di tanjakan bawah kuburan."Ucap Kak Seto menghubungi rekannya melalui HT.

__ADS_1


10 menit kemudian kak Anggi datang bersama Kak Salim menaiki sepeda motor.


"Kenapa bisa sampai masuk diselokan sih?" Tanya Kak Anggi heran.


""Anggota paling belakang jatuh keselokan lalu menarik anggota delannya dan berakhir satu sangga masuk bertindih-tindih didalam selokan" Jelas Kak Seto dengan tertawa.


"Ada ada saja kalian ini.Ada yang terluka tidak?" Tanya Kak Salim menatap April.


"Yang terluka disini woii,Nih si Bela terluka kakinya terkilir gak bisa berdiri" Ketus Kak Seto melihat Kak Salim perhatian pada April.


"Aelah....Kan sudah ada kamu sama Anggii,jadi aku ngobati anak yang lain lah" Jawab Kak Salim enteng


"Ini gimana ? Bela gak bisa lanjut nih,aku bawa kembali ke sekolah saja ya?" Tanya Kak seto.


"Iya....Biar aku dan Anggi saja yang mengatasi disini" Jawab Kak Salim.


"He emm" Angguk Kak Seto menganggat Bela ala bidadari yang terjatuh ke selokan.Wk wk wk


"Aduh aduhh pelan-pelan Kak,sakitt." Cicit Bela memegang kakinya.


"Iya"


Kak Seto mendudukkan Bela diatas motor lalu mktor melaju pergi meninggalkan tempat kejadian perkara. ;v


Ternyata Bela hanya pura pura tak bisa jalan agar bebas dari jelajah ke kuburan.Benar-benar pintar sekali ektingnya. Batin April menatap Bela pergi.


Kak Anggi sibuk mengobati kawan-kawan April yang mengalami lecet-lecet ditangan dan kaki mereka.


"Apa kamu juga terluka April?" Tanya Lal salim lembut menatap April.


"Ehh...Emmmm" Gugup April,sebenarnya mata kaki April juga terluka karena tergores batu saat jatuh tadi,tapi Ia tak berani bilang.April hanya meringis merasakan peeih di mata kakinya.


"Kakimu juga terluka" Ucap Salim cemas melihat tangan April yang mengusap darah di mata kakinya.


"Eh...Ini tidak apa-apa kok Kak,hanya lecet sedikit"


"Gak apa-apa gimana? Ini mata kakimu berdarah April,sini aku obati !" Ucap Salim meraih kaki April yang kotor karena tanah.


"Kaki April kotor Kak" Tolak April tak enak.Pasalnya sedari tadi April menyeker alias jalan tanoa alas kaki.Sudah bisa sipastikan kalinya sangatlah kotor.Tapi Salim dengan santainya mengangkat kaki April lalu diletakkan dipahanya.


"Gak papa,Pramuka tak takut noda" Ucapnya Tersenyum tulus sambil membersihkan luka April dengan air mineral,lalu dioleskannya alkohol lalu diberi betadin.


"Perih ya?"

__ADS_1


"He emm"


Seto meniup luka April dan sesekali mengoleskan betadin lagi.


"Eh ...gak usah Kak" Ucap April hendak menarik kakinya namun ditahan oleh Salim.Salim lalu mengeluarkan Plester dari kantung celananya lalu menempelkan plester transparan bergambar hati pada luka April.


"Kok Kakak bisa bawa plester sendiri.Kan dikotak P3K juga ada plester.Kenapa malah menggunakan plesteemilik Kakak?" Tannya April heran.


"Aku selalu membawa plester kemanapun aku pergi.Takut-takut kamu terluka seperti ini.Plester ini berbeda dengan plester yang berada dikotak.Plester ini khusus untukmu,karena ada gambar hati diatasnya yang bisa mempercepat kesembuhan lukamu" Gombal Kak Salim tersenyum menatap April.


"Alahh...si Salim modus aja keejaannya" Tegur Kak Anggi


"Sirik ae lu Nggi"


"April,sekarang giliranmu untuk beejalan melewati kuburan didepan.Teman-temanmu sudah turun satu peprsatu.Ini hanya tersisa 2 perempuan dan dua laki-laki.Kamu duluan ya,bjar laki-laki diakhir.Tadi Lili baru saja turun,kamu ikuti jalannya sampai bertemu Kakak yang berjaga diujung kuburan ya." Ucap Kak Anggi menjelaskan.


April bangkit berdiri dibantu Kak Salim.April berjalan menuju perbatasan desa dan kuburan.April diam diatas sambil menatap kebawah turunan yang terlihat gelap sunhi dan menheramkan itu.


"Huuuhhhh.....Bismillahirohmannirohim.." April memghela nafas sebentar lalu mengucap Basmalah dan dengan mantap mulai melangkahkan kakinha menuruni jalan beraspal yang gelap dan menyeramkan itu.


.


.


.


.


......................


...****************...


...----------------...


Berasambungg


Dukung terus karyaku ya para pembaca setiaku


Jangan lupa tinggalkan jejak Like Komen dan vote serta favorit ya.


Dukungan kalian semangatku..😍


lavyuu

__ADS_1


__ADS_2