
Malam setelah Putra dan April bertemu.Apil mengantarkan Putra pulang hanya sampai gapura desa.Setelah April pergi Putra buru buru kembali ke depan gapura.Ia memastikan apakah April sudah jauh atau belum.
"Lebih baik aku nongkrong dulu di rumah Revan" ujar Putra berjalan duduk di pembatas pagar lalu menelfon Revan.
"Van ditempat lu rame ga?" tanya Putra pada temannnya yang bernama Revan.
"Kemana aja lu? Kesini sekarang,anak anak pada nannyain lo.Riki sama Seno udah disini semua" ucap Revan disebrang telefon.
"Si Riki suruh jemput gue dong,gue udah di depan gapura."
"Ok "
"Suruh cepetan,disini banyak nyamuk soalnya."
"Iya iya crewet,si Riki udah jalan nohh,tunggu aja 5 menit lagi pasti nyampe sono" jelas Revan.
"Yaudah" jawab Putra mematikan telepon.
Benar saja,5 menit kemudia si Riki datang.
"Yok naik broo" Riki mengangkat tangannya.
"Gass lahh"
"Kok lu bawa helm,habis dari mana lu?" tanya Riki
"Abis ngapellin anak orang" jawab Putra datar.
"Wiihhh...ehh tapi bukan sama Dewi lagi kan lu?" tanya Riki penasaran.
"Ya gak lah,cewe bar-bar kayak dia buat apa dipertahanin.Diluar masih banyak cewek yang ngantri minta di apelin sama gue broo" ucap Putra pongah.
"Cihh,gayalu Tra,ngapel cuma modal bawa perut aja bangga ha ha ha" ejek Riki.
"Masih mending yang gua bawa cuma perut.Kalo gua mau,Tupperware kosong emak gua bawa,sekalian minta di isiin doii ha ha ha"l awak Putra,padahal didalam hatinya Ia tak akan berani berhubungan dengan Tupperware Ibunya.Karena bagi Ibu-ibu jaman sekarang,Tupperware merupakan barang berharga yang wajib dijaga sepenuh jiwa.
"Emang bener bener gila lu Traa..ha ha ha"
"Simbiosis mutualisme Rik,sama sama menguntungkan" ucap Putra songong.
"Sama-sama menguntungkan apanya,lu kenyang tapi gk kluar duit,yang ada lo yang untung doi lu yang buntung" kesal Riki.
"Kan gua modal omongan maniss yang bisa bikin doi melayang.Jadi sama-sama enakk kann,gua kenyangg dan doi terbang melayang ha ha ha" gelakknya.
"Bener juga lu ha ha ha...tapi ngomong-ngomong,lu tadi pergi sama cewek mana lagi?" tanya Riki sambil memberhentikan motornya di depan rumah Revan.
"Nanti gua crita,gabung dulu sama yang lain,biar mereka tau sekalian" Putra berlalu mendekati Revan dan Seno.
"Heemm" dehem Riki.
"Wisss,dari mana lu jam segini baru nongol?" tanya Seno.
"Biasa lah Sen,kawan playboy kita yang satu ini sudah dapat penggantinya Dewi si cewe bar-bar itu ha ha ha" jelas Riki.
"Widihhh,kali ini cewek mana yang sangat tidak beruntung itu?" ledek Revan.
"Ahh,biciit lu pada,nih liat dulu fotonya!" ujar Putra meletakkan ponselnya dimeja.
__ADS_1
Revan,Riki dan Seno pun serempak melihat gambar gadis malang yang menjadi target si Putra.
"Ga secantik dan semulus si Dewi ini mah" ucap Seno yang hanya suka melihat cewek yang good looking.
"Kayaknya masih polos nih anak" celetuk Revan.
"Memang,karena gua pacar pertamanya ha ha ha" ujar Putra sambil menaikkan satu kaki pada meja.
"Ck ck ck,beruntung banget lu dapet barang baru,tinggal lo didik sesuai kemauan lo" kata Riki.
"Tadi lu ajak mojok kemana?" tanya Revan
"Abis makan baso sampai kenyang trus ke stadion" ucap Putra santai.
"Haah? Tumben lu kencannya di tempat rame" ucap Seno seakan paham dengan sifat Putra.
"Ya gua cari yang sepi lah,jauh dari orang-orang,agak masuk ke selatan trus dibawah pohon ,lampunya aja cuma remang remang" sombongnya.
"Tuh cewek gak lu apa apain kan,masak kesan pertama langsung tancap gass sih" tanya Riki.
"Gak lah,cuma cium pipi sama pegangan tangan doang,gak lebih." jawab Putra
"Ha ha ha.." tawa mereka serempak..
Drrrrttt Drttttt Drtttt..
Grtar ponsel Putra menghentikan tawa mereka.Sejurus kemudian,mata mereka melirik benda tipis yang menyala di atas meja
"Doi gua yang polos kirim pesan" ujar Putra menaik turunkan alisnya.
"Ckk" decih mereka bersamaan
-*I*ya,langsung tidur ya.
Balas Putra singkat,tak ada balasan lagi,mungkin April benar benar akan tidur.
"Ada apa?"tanya Revan
"Si doi ngabarin kalo udah sampai rumah" jawab Putra sambil menyalakan rokoknya.
"Siap sih namanya?" tanya Seno penasaran.
"Aprilia Calista,cantik kan namanya?" ucap Putra bangga.
"Tapi sayang tak secantik wajahnyaa..jha ha ha ha" ejek mereka tertawa berasama.
"ckk,April juga gak jelek jelek amatt kali" bela Putra.
"Ha ha ha" mereka tertawa.
"Gua tertarik sama dia ya gara gara namanya yang menurut gua bagus.Gua buka akun face***k nya,gak ada fotonya sama sekali,cuma ada quotes quotes penyemangat hidup,trus gua kirim pesan di fac***ok.Diibales langsung,ya gua minta aja nomer WAnya dia.Terus berlanjut chatan,pas gua lihat foto profilnya ternyata lumayan cantik juga" jelas Putra.
"Ck ck ck,semoga kali ini lo tobat ya broo,jangan sering sering mainin hati cewe,ntar dapet karma nyesel lu" ingat Riki.
"Tergantung" jawab Putra acuh mengangkat bahu.
Diantara Riki,Seno,Revan dan Putra,Rikilah yang baling alim, walaupun gak alim-alim banget,tapi Riki yang paling normal dari pada mereka bertiga.
__ADS_1
"Masalah lu sama pacarmu gimana Sen" tanya Putra mengalihkan topik.
"Nah itu,sebenarnya tadi gua mau minta solusi dari kalian.Tapi nunggu si curut Putra dateng dulu" ucap Seno.
"Sekarang crita kan Putra udah dateng" sambung Revan.
"Hahhhhh,kemarin gua khilaf,ga bisa ngontrol diri.Gua ga sengaja jebol gawangnya si Reva" ucap Seno beratt.
"Wahhh,lu curi start duluann nii,parah luu Sen" heran Riki.
"Gua khilaf,gak sengaja,jadi gua harus gimana dong .Gua takut si Reva hamil.Gua belum siap kalo harus ngurusin Reva sama anaknya nanti" jelas Seno.
"Bener baru sekali doang? Baru kemarin?" tanya Putra memastikan.
"Iya baru sekali kemarinn,dikos yang biasa gua tempatin kalo lagi dikota" ucap Seno lagi.
"Suruh makan nanas muda aja,katanya bisa bikin gak hamil" saran Revan.
"Kasih minum yang bersoda juga,kata orang orang juga bisa" tambah Putra.
"Tapi kalo seandainya si Reva beneran hamil lu jangan suruh dia gugurin Sen,bagaimanapun itu hasil keriangat kalian berdua" ucap Riki menengahi
"Aaahhh gue pusinggg" teriak Seno frustasi.
"Tapi rasanya gimana? Enak kan?" tanya revan penasaran
"Ya enak lah,waktu itu aja aku sampai nambah 3 kali,si Reva sampai pincang jalannya ha ha ha" ucap Seno bangga.
"Cihh,giliran enaknya aja mau,susahnya nolak.Basi loo Sen" cibir ketiganya.
"Tapi gua ga bohong sumpah,rasanya menggigit banget,sempit banget punya si Reva" ucap Seno lagi.
"Ya iya lah,namanya aja barang baru" jawab Revan malas.
"Cerita sama kalian gk dapat solusi malah dapat hujatan" ketus Seno merajuk.
"Dah lah pikir belakangan aja,gua mau balik dulu,udah jam setengah 12 malem" ujar Putra mengakhiri.
"Gua juga pulang sekalian lah,yok Tra bareng gua,tapi gua turunin di depann gapura aja ya" tawar Riki.
"Siapp..ayok" kata Putra.
.
.
.
.
.
.
Maaf kalau banyak typonya ya
Jangan lupa like komen dan vote
__ADS_1
sampai ketemu di episode selanjutnya...