
Lelaki itu tersenyum. Setelah tangannya disalami oleh April. Lelaki itu mengelus puncak kepala April dengan lembut.
" Tumben Pak Dokter ke sininya malam-malam. Biasanya kan siang,kalau lagi istirahat makan siang?" Tanya April.
Jelas April tahu jika Pak Dokter sering datang. Karena setiap pesan,pasti Pak Dokter riques agar April yang membuatkan pesanan minumannya. Dengan alasan,katanya lebih enak jika dibuatkan oleh April.
" Iya sengaja Nak. Pengen ketemu kamu. Hari ini saya cuti satu hari. Jadi tadi siang gak makan disini. Yaudah,saya kesini sekarang." Jawab Pak Toni.
"Bapak sudah order makan?" Tanya April sambil melipat mukenanya.
" Belum... Pas baru sampai sini,saya dengar azan isya. Jadi saya solat dulu."
" Yasudah,saya izin kebelakang duluan ya Pak. Saya sudah lama disini. Takutnya nanti di marahin." Ucap April smabil meletakkan mukenah du meja.
" Iya... Siapkan langsung pesanan saya ya. Biasaa--"
" Jus alpukat tanpa susu." Ucap April dan Pak Toni bersamaan.
" Ha ha ha... Sampai hafal kamu ya?" Kekeh Pak Toni.
" Bagaimana tidak Pak. Setiap datang selalu saja Bapak memesan jus alpukat tanpa susu." Ucap April.
Pak Toni hanya terkekeh mendengar celotehan April.
April langsung pamit ke belakang hendak menyiapkan pesanan Pak Toni.
Sedangkan Pak Toni langsung mencari meja kosong untuk ditempatinya. Setelah mendapatkan meja kosong,Pak Yoni memanggil pelayan untuk mencatat pesanannya.
"Waitersss..." Seru Pak Toni mengangangkat tangannya ke udara.
Deli langsung bergegas datang. Karena hanya Deli yang sedang free.
" Permisii... Mau pesan apa Pak?" Tanya Deli ramah.
Sungguh berbandung terbalik. Deli bisa seramah itu dengan pelanggan. Namun sangat se-rese itu jika dengan April dan yang lainnya. Mungkin Deli dapat bersikap ramah hanya karena tuntutan pekerjaan yang mengharuskannya untuk bersikap baik pada pelanggan. Karena pelanggan adalah raja.
" Saya pesan nasi goreng seafood 1. Minumnya 1 jus alpukat tanpa susu dan 1 botol air mineral." Singkat Pak Toni.
"Baikk... Untuk pesanannya akan saya catat. Dan untuk nasi goreng seafoodnya pedas atau cukupan?" Tanya Deli.
" Extra pedas."
" Dengan Bapak siapa?" Tanya Deli hendak menulis nama dari pemesan.
" Toni."
" Baik.. Mohon ditunggu 10 menit untuk pesanannya." Ucap Deli dengan senyum manisnya.
Pak Toni mengangguk. Deli pun berjalan hendak memberikan orderan ke dapur.
" Eemm Mbak." Panggil Pak Toni.
__ADS_1
" Iya,apakah ada tambahan lagi?" Ramah Deli.
" Saya lupa bilang. Untuk jus alpukatnya saya minta Aprilia yang membuatkannya." Riques Pak Toni.
Deli terdiam sekejab. Lalu tersenyum lagi meng-iyakan permintaan Pak Toni.
" Baikk.. Ada yang lain lagi?"
" Sudah cukup itu saja. Kamu boleh pergi."
Deli pergi dengan hati yang bertanya-tanya. Siapakah sosok Bapak itu ? Mengapa memiliki peemintaan kusus agar Apeil yang membuatkan minumannya.
Apa Bapak-Bapak itu sugar dady nya April? Tak ku sangka April perempuan murahan. Dibalik sifatnya yang terlihat kalem dan polos. Ternyata dia main bersama Bapak-Bapak tua. Batin Deli jijik.
Deli langsung menyerahkan orderan minuman pada Bartender. Dan kebetulan,April yang menerima kertas orderan itu.
" Nihhh..." Ketus Deli.
April menerima kertas orderan dari tangan Deli.
"Eh ini sudah jadi kok. Bisa sekalian kamu bawa keluar Del." Ucap April lembut.
Aprik memang tak pernah membalas setiap perlakuan buruk Deli. April akan selalu tersenyum dan lembut pada Deli. Walaupun Deli sering jahat padanya Dan hal itu lah yang membuat Deli muak. Deli merasa April mencari muka dengan terlihat sok baik di depan semua orang.
" Kamu kan belum baca pesanannya? Bagaimana mungkin kamu sudah membuat orderannya?" Tanya Deli penuh selidik.
" Aku sudah tau kok apa pesanannya. Satu jus alpukat tanpa susu dan satu botol air mineral kan?" Ucap April. April melihat tulisan pesanan yang ada di nota order.
" Bagaimana kamu bisa tau?" Deli memicing.
" He emm.. Tadi aku sudah bertemu dengan Pak Toni saat solat isya di musola. Dan dia menyuruhku untuk membuat minuman yang biasa dia pesan jika datang ke sini." Jelas April.
Anehhh.... Apa mungkin dugaanku benar? April punya hubungan dengan Bapak-Bapak tua tadi. Pandangan Deli tajam menelisik.
" Kamu kenapa melihatku seperti itu Del?" Heran April.
" Kamu ada hubungan apa sama Bapak-Bapak tua itu? " Tanya Deli ketus.
" Gak ada..." Jawab April singkat.
" Bohong kamu... Kamu bisa tahu persis apa minuman kesukaannya. Dan Bapak itu selalu meminta jika hanya kamu yang harus membuatkan pesanan minumannya." Cecar Deli.
" Aku memamg gak ada hubungan apapun dengan Pak Toni Delii." Jelas April.
" Bahkan kamu tahu jika nama Bapak itu adalah Toni." Cibir Deli memutar bola matanya.
"Kamu pasti simpanan Bapak itu kan? Ngaku saja kamu ?" Ucap Deli menuduh.
" Apa maksudmu? Bagaimana mungkin aku menjadi simpanannya Del? Bahkan satu minggu lagi aku akan menikah." April membela diri.
" Bisa jadi kan kamu akan menikah dengan Bapak itu. Untuk menjadi iatri ke duanya mungkin." Tuduh Deli.
__ADS_1
" Astagfirullah Delii... " Aprik tak memyangka Deli akan menuduhnya sekejam itu.
" Cihh... Jangan sok polos kamu. Muak aku melihat tampangmu yang bagaikan malaikat. Lebih tepatnya,malaikat pencabut nyawa." Deli pergi membawa pesanan Pak Toni.
April diam menahan tangisnya. Tak habis pikir,bagaimana mungkin. Deli memfitnahnya sejahat itu.
Sedangakan Pak Toni dmsedang diam termenung di mejanya.
" Aprillia Calista... Aku menemukanmu,kali ini tak akan ku biarkan kamu lolos lagi. Tak akan aku biarkan kamu lepas lagi dari jangkauanku." Gumam Pak Toni sembari meremas ke dua tangannya.
"Kita berdua sangatlah cocok. Penantianku selama ini tak akan sia-sia. Kamu adalah milikku, dan tetap akan menjadi milikku walaupun kau di sembunyikan sejauh apapun."
" Takdir telah menemukan ku dengan mu lagi. Semuanya akan ku bongkar,agar semuanya menjadi jelas. Namun bukan sekarang,aku masih harus menunggu waktu yang tepat untuk bisa bersamamu." Pak Toni bergumam sembari tersenyum. Senyum yang aneh dan sulit diartikan.
"Permisi... Ini pesanan Anda." Deli datang menyerahkan sepiring nasi goreng seafood extra pedas dan segelas jus alpukan tanpa susu serta satu botol air mineral di hadapan Pak Toni.
" Terima kasih." Singkat Pak Toni lalu meraih segelas jus alpukat tanpa susu yang dibuatkan oleh April
Sluurrrrrrpppp.... Bunyi sedotan dihisap kuat.
"Ahhhhhh...."
" Sungguh nikmat seperti biasanya. April memang sangat tahu betul selera saya." Gumam Pak Toni sambil terus menikmati jus kesukaannya.
Deli mematung mendemgar gumaman Pak Toni. Ucaoam Pak Toni barusan semakin memguatkan spekulasi Deli. Deli semakin yakin jika memang ada hubungan khusus antara pelanggan yang ada di depannya ini dengan April si wanita yang sok polos.
"Kenapa kamu masih saja di sini mengamati saya minum?" Tanya Toni menatap Deli yang diam mematung sambik terus menatapnya.
" Ee ahh.. Ma-maafkan saya Pak. Sa-saya permisi." Deki menunduk meminta maaf lalu segera pergi meninggalkan meja Pak Toni.
" Dasar pelayan aneh." Pak Toni menggidikkan bahunya. Lalu kembali menyantap nasi gorengnya selagi masih mengepulkan uang panas.
.
.
.
.
Bersambungg....
Jangan lupa tekan tombol like komen vote serta favorit yah..
Dannnnn jika berkenann dan baik hati. Bolehlah berikan saya poin hadiah🤗🤗😉
Terimakasih yang sudah setiap membaca dan mendukung saya.
Maaf jika banyak typo yahh...
Happy readingg...
__ADS_1
Babayyy....