
Sore harinya pukul 5,Andi sampai disekolah.
"Kok sudah sepi? Apa acaranya sudah selesai yah?" Gumam Andi sembari melepas helm yang dipakainya.
Andi pun turun dari motor lalu berjalan mendekat ke arah gerbang.
Terdapat beberapa siswa yang sedang bersih-bersih menumpuki kursi plasti menjadi satu.
"Eemmm...Apa acaranya sudah selesai?" Tanya Ansi setwlah mendekat ke salah satu siswa yang sedang menyapu.
"Eh Mas Andi....Iya Mas,acaranya udah selesai jam 1 tadi."
"Benarkah?"
"Iya Mas...Tapi kalau Mas cari Pak Ridwan ada kok.Tuh di ruang kepala sekolah." Ucap siswa itu sambil menunjuk ruang kepala sekolah menggunakan sapu yang dibawanya.
"Ok makasih." Andi langsung masuk ke ruangan Ayahnya.
"Yahh..." Panggil Andi saat melihat Ayahnya sedang sibuk dengan setumpuk ijazah milik siswa kelas 12.
"Kemana saja kamu Haaa? Di telponin dari pagi gak bisa.Kamu lupa kalau hari ini April wisuda?" Ucap Ayah kesal.Tapi pandangan ayah masih sibuk dengan tumpukan ijazah itu.
"Ckkk...Andi lupa Yah.. Terlalu banyak masalah di Rumah Makan Andi." Gerutu Andi kesal karena terus disalahkan.
Pak Ridwan memang sudah tau semua kejadian janggal Rumah Makan Andi.Pak Ridwan pun sudah menyarankan untuk pergi menanyakan hak tersebut ke oaka Ustad.
Dan benar saja.Ustad berkata jika memang ada saingan bisnis Andi yang ingin membuat Andi bangkrut.Dengan segala cara yang buruk tentunya.
"Tadi siang juga ada insiden lagi.Ada sekitar 15 orang yang mengeluh keracunan dan minta ganti rugi.Tapi setelah Andi memberikan sejumlah uang.Mereka langsung kabur membawa uang Andi.Ternyata mereka berbohong,mereka disuruh orang untuk berpura-pura keracunan di Rumah Makan Andi." Ucao Andi dengan wajah sayunya.
"Berapa kerugiannya?" Tanay Pak Ridwan ikut prihatin.
"9.5 juta." Jawab Andi singkat.
"Jadi apa yang akan kamu lakukan sekarang?"
"Andi mau kerumah April dulu Yah.Andi merasa bersalah karena melupakan hari penting ini."
"Lebih baik nanti saja sehabis magrib sekalian.Nanggung ini,sudah hampur magrib pula." Ucap Ayah memberi saran.
"Jadi bagaimana dengan Rumah Makan kamu?" Tanya Ayah lagi.
__ADS_1
"Sepertinya akan Andi tutup saja Yah." Ucap Andi dengan berat hati.
"Apa kamu sudah pikirkan matang-matang?"
"Sudah Yah...Andi sudah mantab untuk menutup saja Rumah Makan Andi."
"Maafkan Ayah karena tak bisa membantumu." Ucao Ayah penuh penyesalan.
"Kerugian sungguh banyak Yah.Setiap hari semua bahan sayuran dan lainnya selalu busuk tanoa sebab.Bahkan yang awalnya sangat segar saat dipasar.Tapi satu jam kemudian berada di Rumah Makan,semuanya sudah busuk ber belatung."
"Dan kejadian itu berlangsung sudah selama 1 minggu.Andi dan para karyawan tak kuat jika harus belanja sedikit-sedikit kepasar.Karena jika bahan belanja banyak akan langsung busuk.Jadi kita hanya belanja seperlunya saat ada yang pesan baru kita belanja dan langsung dimasak."
"Untung saja cara itu berhasil.Dan makanan masih aman sampai di makan konsumen.Tak basi seperti sebelumnya,sebelumnya makanan yang awalnya dari dapur fress,tapi saat sampai ke pelanggan menjadi basi."
"Tapi kami yang gak kuat jika harus bolak-balik pasar.Walaupun hanya butuh waktu tempuh 5 menit,tapi kami harus bergegas mencari bahan belanjaan.Pelanggan pun banyak yang komplain karena makanan lama dihidangkan." Keluh Andi mengadu pada sang Ayah.
"Maafkan Ayah yang sama sekali tak berguna disaat kamu susah seperti ini Nak." Ucap Ayah lagi penuh sesal.
"Jangan seperti itu Yah...Andi ikhlas,mungkin memang ini jalan yang terbaik.Mungkin Rumah Makan itu bukan jalan rezeki bagi Andi.InsyaAllah Allah akan memberikan Andi jalan rezeki di tempat lain." Ucap Andi bijak menenangkan sang Ayah.
"Berapa kerugianmu sekarang Nak?" Tanya Ayah takut-takut mendengar jawaban Andi.
"Dari bahan makanan seperti tepung,beras,gula dll yang rusak satu minggu ini.Andi sudah menghabiskan uang 15 juta untuk berbelanja semua kebutuhan dari awal.Dan untuk sayuran dan protein berupa daging,ayam dan seafood yang selalu busuk 1 minggu ini,Andi sudah menghabiskan uang 15 juta juga.Untuk ganti rugi tadi 9.5 juta." Jawab Andi dengan nada berat.Batinnya tertekan.
"Jadi total sementara kerugian sudah mencapai 40 juta." Sambung Ayah yang ternyata sedari tadi berhitung.
"Iya Yah...Andi juga belum membayar gaji 32 karyawan Andi."
"Setelah pengurusan ijazah ini selesai.Ayah sudah pensiun.Masa jabatan Ayah sudah habis,karena umur ayah yang sudah tua.Ayah sudah mendapatkan surat pensiun dari bulan lalu." Ucap Ayah.
Gaji seorang kepala sekolah tidaklah besar.Apalagi Pak Ridwan berada di sekolah swasta.Gajinya tiap bulan hanya 2.5 juta saja.
"Uang tabungan Ayah yang ada di Bank,terlanjur Ayah gunakan untuk membeli tanah sawah milik Pak Damar.Ayah tak tau jika akan pensiun di akhir bulan April ini,dan Ayah juga tak menyangka jika usaha kamu akan mengalami masalah yang harus membutuhkan suntikan dana."
"Jika Ayah tau semuanya akan jadi bengini,Ayah tak akan membeli tanah sawah Pak Damar seharga 130 juta itu.Lebih baik uang tabunganya digunakan untuk usaha kamu dan makan kita sehari-hari setelah Ayah pensiun." Sesal Ayah.
"Tak apa Yah.Ini memang sudah takdir dari Allah." Ucap Andi bijak.
Kejadian yang Ia alami selama satu minggu ini membuatnya kian mendekatkan duri pada sang pencipta.Maka dari itu,Andi dapat menyikapi semua masalahnya dengan tenang.Walaupun ada kepanikan dalam hatinya.
"Apa Ayah jual lagi saja tanah sawahnya? Terus uangnya buat kamu memulai usaha dari awal lagi?" Putus Ayah akhirnya.
__ADS_1
"Tak perlu Yah...Andi sudah solat istiqoroh.Andi sudah menemukan jawaban dari Allah.Andi mantab akan menutup Rumah Makan milik Andi." Ucap Andi tersenyum berusaha menenangkan sang Ayah.
"Ba-bagimana dengan gaji para karyawanmu?" Tanya Ayah.
"Andi masih memiliki tabungan untuk itu." Jawab Andi tersenyum.
"Maafkan Ayah ya Nak." Ucap Ayah lagi dengan penuh sesal.
"Jangan lah minta maaf terus Yah,bosen Andi dengernya." Ucap Andi menggoda sang Ayah agar tak berlarut dalam kesedihan.
"Andi pulang dulu mau mandi.Terus siap-siap mau kerumah April." Sambung Andi lagi.
Ayah pun hanya mengangguk meng-iyakan.
.
.
.
Bersambungg
Jangan lupa
like
komen
vote
serta favorit yah..
Author semangat nulis nih,karena beberapa hari ini banyak dukungan yang masuk dari kalian para pembaca tercinta.
Dukung Author dengan komentar kalian yah,Author suka sekali berinteraksi dengan kalian melalui kolom komentar.
Happy Reading para Readerss...
babayy...
😍😍😍
__ADS_1