
Hari demi hari April lalui.Tentusaja tidak dengan mudah. Banyak saja masalah-masalah kecil dan besar yang silih berganti memenuhi fisik dan batin April.
Ternyata memang benar,ujian sebelum menikah sangatlah banyak. Atau bahkan baru akan di mulai.Di butuhkan mental yang kuat untuk menghadapu segala kemungkinan yang akan terjadi di kedepannya.
Hingga tak terasa kini sudah hari Kamis. Jadi tinggal 3 hari lagi status Lajang April akan berubah meenjadi status istri.
Tentu status Istri bukan lah suatu hal yang main-main. Dari status barunya ini,April akan mengemban tugas baru. Tugas ynag memiliki level lebih tinggi.
Setelah kata SAH terucap,April tak lagi hanya menanggung tanggung jawab atas dirinya. Tapi April harus menanggung seluruh tanggung jawab terhadap rumah tangganya serta suami dan anaknya kelak.
" Undangannya sudah di sebar semua Nak?" Tanya Bapak yang melihat April bersandar dengan mata terpejam.
April yang mendengar suara Bapaknya pun kangsung membuka matanya dan memperbaiki posisi duduknya.
" Alhamdulillah sudah Pak." Jawab April menatap Bapakknya.
" Bagusss kalau sudah semua. Seharusnya pengantin itu harus di pingit. Harus di kurung di dalam rumah selama seminggu sebelum hari pernikahan tiba. Kata orang terdahulu,agar menghindari hal-hal yang tidak di inginkan. Takutnya kalau pengantin masih keluyuran,nanti ada kejadian yang buruk yang menimpa,sehingga acara pernikahan jadi di tunda." Ucap Bapak panjang lebar.
" Maksudnya Pak?" Tanya Aprik bingung.
" Kan kalau masih keluyuran di H-7 sebelum pernikahan. takutnya terjadi hal buruk di jalan. Contohnya,saat pengantin masih berkeliaran di jalan raya,takutnya terjadi kecelakaan atau hal semacamnya lah." Jelas Bapak.
" Oohhh seperti ituu... kok seram banget April dengernya Pak." Ucap April bergidik membayangkan.
Pasalnya April pun baru saja pulang mengabtarkan undangan ke rumah kawan-kawannya. Dan pastilah melewati jalan raya tentunya. Untung saja Allah masih memberikan keselamatan bagi April.
" He emm.... Tapi kalau kamu kan terpaksa. Tak ada yang bisa kamu suruh membantu karena semua serba mepet. Yang pentung sekarang semuanya sudah beress. Tinggal nunggu hari minggu tiba saja."
Baru benerapa detik Bapak berucap. Tiba-tiba mata Bapak melotot menatap April. April pun juga balik membulatkan matanya menata mata Bapak Hadi pula.
" Akta kelahirann...." Sedetik kemudian terdengar pekikan kaget dari Bapak dan April.
Rupanya Bapak dan April melupakan hal yang sangat penting. Bagaimana bisa Bapak lupa jika Andi belum datang untuk meengantarkan akta kelahiran miliknya.
" Bapak lupa tentang satu hal penting itu." Panik Bapak.
" Kenapa sampai sekarang Andi juga belum kemari mengantarkan akta kelahirannya? " Sambung Bapak bertanya pada April.
" Aku juga nggak tahu Pak. Beberapa hari ini Mas Andi tidak menghubungiku. Dan aku juga lupa soal hak itu." Jawab April.
" Yaudah.... Sekarang kamu telpon Andi. Tanyakan bagaimana akta kelahirannya. Sudah 4 hari kok belum di antarkan kemari. Besok sudah hari jum'at pula. Hari terakhir pengumpulannya. " Ucap Bapak sedikit kesal.
Pasalnya Andi sama sekali tak menghubingi April.
April pun langsung meenyambar ponselnya yang tergeletak.
Ini sudah habis magrib. Pasti Mas Andi sudah pulang kerja. Batin April lalu menekan nkmor bernamakan Mas Andi.
Tuuttt... Tutttttt...
'Haloo Assalamualaikum Dek.' Ucap Andi saat sambungan tersambung.
' Waalaikum salam Mas. Mas bagaimana akta kelahirannya? Sudah jadi atau belum?' Tanya April to the poin.
'Aahhh eemmm.... Ituuu.. Anuuu...' Terdengar suara gagap dari Andi
' Kenapa Mas?' April bertanya dengan kening yang berkerut.
__ADS_1
' Akta kelahirannya belum jadi. Masih di urus sama Pak Kadus.' Cicit Andi dari sebrang telepon.
' Lalu bagaimana Mas? Besok adalah batas hari terakhir pengumpulannya.'
Tiba-tiba Bapak langsung menyerobot ponsel di telinga April.April yang terkejut hanya bisa diam saja mengamati Bapaknya.
' Datang kemari segera!! Saat ini juga.' Ucap Bapak tegas mengambil alih ponsel April.
Glleggg Glegg...
Terdengar suara Andi menelan ludah kasar. Bapak pun tak menghiraukannya.
' I-iya Pak. Nanti saya akan ke sana.' Gugup Andi . Tangannya bergemetar memegang ponselnya.
' Sekarangg..!' Ucap Bapak penuh tekanan.
'Ba-baiklah Pak.' Jawab Andi Pada akhirnya.
' ***Bapak tunggu 5 menit dari sekarang.'
' Wassalamualaikum***.' Bapak kangsung memutuskan sambungan teleponnya.
Andi dirumahnya tertegun karena perkataan calon mertuanya.
" Sepertinya Pak Hadi marah padaku..." Gumam Andi menggenggam ponselnya erat.
"Harus bagaimana aku inii.... "
" Aku harua ke rumaah Pak Kadus sekarang." Andi bergegas keluar dengan berlari kecil.
"Mau kemana malam-malam An?" Tanya Ayah yang sedang ngopi di teras.
" Mau ngapain?" Tanya Ayah heran.
" Hari Minggu kemarin Andi minta tolong sama Pak Kadus untuk membuatkan akte kelahiran Andi."
" Lahh... Bukannya kemarin katanya bisa pakai surat kelahiran ya? Kenapa sekarang kamu buat akta kelahiran bau?"
" Iya Yah... Kata Pak Hadi,disuruh pakai akta kelahiran. Sekarang gak bjsa daftar nikah tanpa akta kelahiran."
" Ya sydab buruan sana. Nikah tunggak 3 hati lahi kok belum di daftarkan ke KUA. Kamu juga sih ceroboh,Bisa-bisanya akta kelahiran hilang."
" Udah deh yahh.... Jangan nambah keruh suasanaaa...Tadi Pak Hadi nelpon,kayaknya marah deh sama Andi." Ucap Andi.
" Yaudah... Cepet ke rumah Pak kadusnya,tanyain sudah jadi belom akte kelahirannya." Ucap Ayah Ridwan.
" Ayah sihh nanya mulu. Jadi makin lama kann. " KesalAndi lalu buru-buru tancap gas ke rumah kepala dusun.
Tak butuh waktu lama,hanya 5 menit saja Andi sudah sampi di kediaman Pak Kadus.
Tok Tok Tokk...
" Assalamualaikumm.." Teriak Andi sembari mengetok pintu.
" Wa'alaikum salamm...." Jawab Seseorang dari dalam rumah.
" Ehh Nak Andi... Mari masuk Nak." Ucap Kepala Dusun setelah membuka pintu.
__ADS_1
" Iya Pak..." Andi pun ikut masuk dan mengekori Pak Kadus menuju sofa ruang tamu.
" Eemmmm.. Begini Pak,langsung saja ya Pak. Kedatangan saya ke sini hendak bertanya soal Akta kelahiran." Ucap Andi sedikit gerogi.
" Ohhh... Iya iya iya... Ituu,akta kelahirannya belum jadi,saya belum sempet ngurusinnya." Jawab
Habislah aku di tangan Pak Hadi. Batin Andi menelan ludah kasar.
" Jadi bagaimana Pak? Apa besok bisa jadi akta kelahiran saya?"
" Tentu saja tidak bisa. Paling cepat hati sabtu baru bisa jadi."
Semakin lah Andi berkeringat dingin. Bagaimana mana cara Ia mendaftarkan pernikahan jika aktanya belum jadi. Sedangkan 3 hari lagi resepsi sudah akan digelar.
" Tapi resepsinya hari minggu Pak. Dan akta kelahiran itu perlu digunakan untuk pendaftaran di KUA."
" Iya saya tahu...Kamu terlalu dadakan,semuanya butuh proses Nak. Tak ada yang instan." Santai Pak Kadus.
" Ya sudah Pak. Saya minya seluruh data saya yang di butuhkan untuk pembuatan Akta kelahiran. Saya akan langsung pergi ke pencatatan sipil besok." Putus Andi.
" Ohh begitu,Ya sudah terserah." Pak Kadus pun langsung mengambil berkas-berkas Andi lalu menyerahkannya dihadapan Andi.
"Ini." Ucap Pak Kadus.
" Terima kasih Pak. Maaf jika sudah merepotkan." Ucap Andi sopan.
" Ya ya ya..." Jawab Pak Kadus sekenanya.
" Saya permisi dulu kalau begitu. Wassalamualaikum ." Pamit Andi.
" Waalaikum salam."
Andi pun langsung meluncur ke rumah April dengan membawa setumpuk berkas data dirinya.
.
.
.
.
Bersambungg..
Hai hai haiii readerss..
Ayo dukung author dengan tetap berikan
Like
Komen
Vote
serta Favort yah
Thanks youu very muchh....
__ADS_1
Happy Reading..
Babayy...😄😋😉