Takdirku?

Takdirku?
Pak Ridwan


__ADS_3

Pak Ridwan dan istrinya yang bernama Risma hanya memiliki satu anak laki-laki.Andi Pratama,pria dewasa berperawakan tinggi dan gagah yang memiliki sikap dingin dan sangat cuek.Berbanding terbalik dengan Ayahnya yang memiliki sikap yang sangat hangat kepada semua orang,terutama pada anak didiknya disekolah.


Pak Ridwan tengah pusing memikirkan masa depan anaknya.Andi sudah berusia 31 tahun,namun tak pernah sekalipun Ia melihat Andi dekat dengan perempuan.


Andi terlalu fokus bekerja merintis sebuah Rumah Makan yang berada di pusat kota.Pribadinya yang pendiam,dingin dan ditambah wajahnya yang sangat datar tanpa senyum,membuat wanita takut untuk berdwkatan dengan Andi.


Kini Pak Ridwan tengah duduk di kursi ruang tamu.Pak Ridwan terlihat sedang memikirkan sesuatu,terbukti dari keningnya yang berkerut.


Bu Risma datang menghampiri dan duduk disamping Pak ridwan.


"Ada apa Yah? Sepertinya Ayah sedang memikirkan sesuatu?" Tanya Ibu penasaran


"Apa Ibu sudah ingin melihat Andi menikah? Apa ibu sudah ingin menimang cucu?" Ucap Ayah Ridwan to the poin.


Ibu mengernyit mensengar pertanyaan Ayah,tak biasanya Ayah membahas hal-hal seperti ini.


"Kenapa yah? Kok tiba-tiba Ayah bertanya seperti itu?"


"Ayah berniat menjodohkan Andi."


"Dengan siapa Yah?" Tanya Ibu penasaran sekaligus kaget dengan penuturan Ayah Ridwan.


"Dengan April anaknya Hadi Bu." Jelas Ayah menatap wajah Ibu.


"April? Anaknya Pak Hadi? Pak Hadi Rt sebelah? Tetangga kita?" Tanya Ibu beruntun memastikan.


"Iya Bu,Ibu setuju kan?" Tanya Ayah menatap lekat-lekat manik mata yang berwarna abu-abu itu.


"Kenapa buru-buru Yah?" Tanya Ibu,Ibu merasa keberatan dengan keputusan Ayah Ridwan.


"Buru-buru bagaimana Bu? Umur Andi sudah 31 tahun Bu,usianya sudah cukup matang untuk menikah,Bahkan sangat matang.Lihatlah teman sebayanya Andi,banyak yang sudah menikah bahkan sudah memiliki anak." Jelas Ayah Ridwan.


"April kan masih sekolah Yah" Sanggah Ibu lagi.


"Ayah yang punya sekolah,Ayah juga kepala sekolahnya.Jadi,apa yang harus dikhawatirkan?" Ucap Ayah santai mengangkat bahunya.


"Gak adil dong Yah sama siswa yang lain.Masa April diberi kebebasan menikah saat masih bersekolah.Kalau dicontoh siswa-siswi yang lain gimana Yah?" Bantah Ibu sedikit ngotot.


"Yaudah kalo gitu,Tunangan saja dulu,April lulus langsung nikah sama Andi.Selesai kan masalahnya? Toh gak ada larangan bertunangan saat masih sekolah kan." Ucap Ayah enteng menyandarkan punggungnya disandaran kursi.


"Ta-tapi kann te---"


"Apa lagi Bu?" Tanya ayah menegakkan duduknya,Ayah Ridwan menatap Ibu dengan oandangan penuh selidik.


"Kenaoa harus April?" Tanya Ibu pelan.


"Karena April gadis yang baik dan sangat pantas untuk Andi." Jawab Ayah Ridwan mantab.

__ADS_1


"Tapi kan April anak haram Yahh,anak yang gak jelas asal usulnya,gak jelas bapaknya Yah.." Protes Ibu cepat menatao manik mata coklat milik Ayah.


"Jaga ucapanmu Bu,setiap anak yang dilahirkan didunia dalam kondisi suci.Dari Abi Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “Setiap anak dilahirkan dalam kondisi fitrah kecuali orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”(HR. Bukhari Muslim)." Ucap Bapak dengan pandangan mata yang tajam.


"Tapi April anak hasik perzinaan Yahh." Ngotot Ibu tak mau kalah.


"Yang berzina orang tuanya,bukan April.Yang berdosa orang tuanya,bukan April.Kenapa Ibu terlihat sangat tak menyukai April?" Tanya Bapak heran melihat Ibu yang selalu mencari Alasan.


"Karena April anak Haram." Ucap Ibu pelan tak berani memandang Ayah.


"Sebagaimana yang ditegaskan Imam Ghazali, ia mengatakan :“Setiap anak adalah amanah bagi orang tuanya. Setiap anak memiliki qalbu (hati) suci sebagai mutiara atau perhiasan yang berharga. Jika setiap anak dibiasakan dengan hal-hal yang baik, ia akan tumbuh dengan kebaikan dan kebahagiaan dia dunia dan di akhirat. Sebaliknya, jika dibiasakan berbuat yang tidak baik dan ditelantarkan pendidikannya seperti hewan, ia akan celaka dan merugi. Oleh karena itu, setiap anak harus dilindungi dengan cara mendidik, meluruskan, dan mengajarkannya akhlak yang baik”.(Imam Al Ghazali)." Jelas Ayah dengan pelan memberi pengertian pada Ibu.


"Pak Hadi dan Bu Yani sudah merawat Aprik dari kecil Bu.April juga kehilangan ingatannya secara permanen tentang Ibunya.Selama ini Hadi dan Yani mendidik April menjadi gadis yang baik,pintar dan sopan." Sambung Ayah merangkul bahu Ibu.


"Ibu hanya tak ingin Andi menderita Yah,Ibu ingin melihat Andi bahagia." Ucap Ibu lemah.


"Insya Allah Andi akan bahagia bersama April.Ayah sediri yang menilai April.Ayah sudah tau segala sikap April Bu.Percayalah pada Ayah,April anak yang baik dan pantas menjadi menantu kita." Ucap Ayah tersenyum lalu mengecup singkat kening Ibu.


"Baiklah Ayah,Ibu setuju" Ucap Ibu pelan.


"Harus ikhlas dari hati ya Bu!" Ucap Ayah tersenyum menunjuk dada ibu.


"Baiklah Ayah,tapi...Apakah Andi akan setuju Yah?" Tanya Ibu.


"Tenang saja Bu,serahkan semua pada Ayah." Kata Ayah tersenyum penuh Arti.


"Ibu ingin memiliki cucu berapa?" Tanya Ayah tersenyum jahil .


"Issshhh Ayah..Nikah saja belum sudah memikirkan cucu." Gerutu Ibu dengan bibir mengerucut.


"Kan harus dipikirkan dari sekarang Bu,ha ha ha." Tawa Ayah melihat reaksi Ibu.


"Pasti nanti rumah tambah sepi jika Andi sudah menikah Yah" Ucap Ibu sendu.


"Kan Andi memang jarang dirumah Bu,kenapa sekarang jadi berfikiran seperti itu sih,hmm?" Tanya Bapak mencubit pelan hidung Ibu Risma.


"Berbeda Yahh,pasti nanti Andi akan lebih sering bersama Istrinya dibandingkan sama Ibu."


"Jika Andi sudah menikah,Ia akan memiliki kehidupan yang baru Bu.Tapi Ayah yakin,pasti Andi tak akan pernah melupakan Ibu.Pasti Andi masih tetap sayang dengan Ibu." Ucap Ayah memberi pengertian pada Ibu.


"Tap---"


"Ettsss, gak ada tapi-tapian Ibuu" Potong Ayah menaruh telunjuknga di depan bibir Ibu Risma.


"Tapi Ibu tak ingin kesepian jika Andi menikah Yah." Ibu merajuk,masih berputar-putar mencari alasan untuk menyangga keputusan Ayah.


"Ibu takut kesepian?"

__ADS_1


"He umm" Angguk Ibu.


"Kalu Ibu takut kesepian,ayo kita buat Adiknya Andi.Jadi,jika Andi menikah Ibu tak akan kesepian lagi,karena ada Adiknya Andi." Ucap ayah dengan senyun jahil dan mengwdipkan sebelah matanya.


"Ihhhss Ayahh,ingat umur Yah!! Kita sudah tuaa." Pekik Ibu geram memcubit pinggang Ayah.


"Aduh duh sakity Sayang,Ayo lahh kita buat Adik baru buat Andi.Agar kamu tak kesepian dan Andi tidak menjadi anak tunggal." Kekeh Ayah.


"Umur Andi sudah 31 tahun yah,Andi lah yang harus membuatkan kita cucu,bukannya kita yang membuatkan Andi Adikk..Kita sudah tua Ayah,kalau sering olahraga ranjang,nanti takutnya pinggang Ayah encok.Ha ha ha." Kelakar Ibu.


"Walaupun umur sudah 53 tahun tapi semangat Ayah masih membara.Ayah masih cukup kuat jika hanya membuat Ibu menjerit minta ampun dibawah kungkungan Ayah,Ha ha ha."


"Isss,dasar Kakek-kakek mesum." Cibir Ibu.


"Jadi bagaimana?" Tanya Ayah setelah puas tertawa.


"Bagaimana apanya? Buat Adik untuk Andi?" Tanya Ibu heran.


"Ha ha ha,kenapa Ibu malah berdikir kesitu.Maksud Ayah kan bagaimana tentang perjodohan Andi dengan April Buu,Ha ha ha." Kelakar Ayah .


"kalo ngomong yang jelas dong,biar aku gak salah tangkapp." Ucap Ibu memalingkan wajahnya yang merona.


"Iya iya,jadi Ibu setuju kan?" Tanya Ayah yang nada suaranya berubah serius.


"Hahhhh,iya Ibu setuju." Ucap Ibu berat.


"Alhamdulillah,setelah ini Ayah akan langsung kerumah Hadi untuk membicarakan tentang perjodohan ini." Ucap Ayah senang dengan senyum mengembang.


"Kenapa buru-buru sekalii." Cibir Ibu.


"Lebih cepat lebih baik Istriku sayangg.Niat baik tak boleh ditunda-tunda." Ucap Ayah lalu mengecup seluruh wajah Ibu ,yang membuat Ibu terdiam tersipu.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa Like Komen dan Vote serta Favorit ya Readers.


Author sayang kalian😍

__ADS_1


__ADS_2