Takdirku?

Takdirku?
Hari buruk Part 2


__ADS_3

"APA YANG KALIAN LAKUKANNN" Teriak seseorang yang berlari mendekat ke arah April.


BUG BUG BUGG


3 kali bogem mentah melayang dengan keras mendarat dengan sempurna ke rahang Putra.Putra terhuyung jatuh tak sadarkan diri dengan sudut bibir robek serta hidung berdarah.


"Emmmm emmm "Teriak April tak jelas dengan air mata mengalir deras.


"Lepaskan dia Riri." Bentak pria itu pada Riri yang masih diam memegang tangan April.


"I-iyaa, A-aku pergi dulu" Riri melepaskan pegangannya lalu berlari kabur.tapi sayang,tangannya dicekal digenggam dngan erat oleh pria itu.


Habislah aku,Putra sudah bonyok tak sadarkan diri,harus bagaimana aku? . Batin Riri dengan wajah panik.


"Jangan harap kalian bisa kabur setelah melakukan hal buruk pada April,kalian harus mempertanggung jawabkan semua yang kalian lakukan" Geram pria itu mengikat tangan Riri dan Putra.


Pria itu melepaskan kain yang menyumpal mulut April lalu membuka kedua tangannya yang diikat menjadi satu.Tak lupa pula Ia melepaskan ikatan dikedua kaki April.terdapat bekas merah disana.Karena ikatan yang terlalu kuat.


"Huuu hu huuu,saya takut pak saya takuttt" Tangis April menunduk berusaha menutupi tubuh bagian atasnya yang terbuka.3 kancing bajunya hilang akibat ulah Putra yang sengaja melepasnya,sehingga April tak bisa mengancingkan bajunya lagi.


"Jangan takut ,kamu sudah aman" Ujar pria itu.


"Terimakasih karena Bapak sudah menolong saya" Ucap April terbata.


Pria itu hanya mengangguk lalu merogoh sakunya mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.


"Cepat kalian datang kegudang sekolahan menggunakan mobil,ajak andi juga,SEKARANG." Ucap Kepala Sekolah memerintah orang disebrang telepon.


15 menit kemudian datanglah 2 orang laki-laki.


"Apa yang terjadi pak? Kenapa dua anak ini di ikat?" Tanya Asisten Kepala sekolah penasaran.


"Saya jelaskan nanti,Joko kamu bawa motor April pulang kerumahnya.Andi kamu menyetir mobil dan bantu Joko membawa masuk kedua anak itu ke mobil" Ucao Kepala Sekolah dengan kepala menunjuk ke arah Putra dan Riri.


"Saya tak salah apa-apa pak,saya tadi ingin menyelamatkan April dari kelakuan bejad Putra pak." Ucap Riri berbohong membela diri.


"Diamm,jelaskan semua dirumah April" Bentak kepala sekolah.


April hanya diam menangis dengan kedua tangan yang menarik bajunya agar menutupi dadanya yang terbuka.Tubuh April bergetar ketakutan.Andi yang melihat April,berjalan mendekat ke arah April.

__ADS_1


"Jangan.., jangan mendekat,jangan sakiti saya" Ucap April pelan beringsut mundur menjauh dari Andi.


"Heii tak apa,pakailah ini untuk menutupi tubuhmu !" Ucap Andi mengulurkan jaketnya pada April.


April menyambar jaket yang diberikan oleh Andi,lallu memakainya.April masih menunduk tak berani mengangkat kepalanya.


"Ayo kita pulang nak" Ucap kepala sekolah menuntun April.


Dimobil,April duduk didepan disamping Andi yang sedang menyetir,sedangkan kepala sekolah duduk di belakang bersama Putra dan Riri.


"Pak saya juga korban disini Pak,lihat ini Pak,pakaiankupun berantakan dan kancing bajuku juga terlepas pak" Ucap Riri dngan wajah yang dibuat-buat.


"Apa katamuu? Ingat,kamu yang mengajakku bermain di depan gudang sekolahannmu" Bentak Putra pada Riri,Putra tak terima karena disalahkan dalam semua hal ini.


"Tidak Pak,dia berbohong, aku tak mengenalinya Pak" Elak Riri menutupi kenyataan.


"Dasar wanita munafik kamu,kau bersilat lidahh" Geram Putra dengan gigi bergeletuk.


"DIAMM. Kau Riri,jika kamu korban,kenapa kau memegang tangan April bukannya menyelamatkan April?" Tanya kepala sekolah dengan tatapan mata yang tajam.


"I-itu,a-akuu akkuu" Ucap Riri tergagap tak bisa membuat alasan.


"Cihh" Putra memalingkan wajah,muak memandang Riri.


Sedangkan April yang duduk didepan hanya diam menunduk menggenggam erat jaket yang diberikan Andi tadi.


Sepertinya dia sangat syok atas kejadian ini.Sebenarnya apa yang terjadi? Batin Andi bertanya tanya.


20 menit kemudian mereka sampai dirumah April.


"Asalamualaikum Pak" Ucap kepala sekolah menemui Bapak.


"Ada apa ini?" Tanya Bapak heran karena banyak orang yang datang kerumah.


April diam menunduk mengenggang erat resleting jaket.


"Mari kita bicara didalam Pak" Ucap kepala sekolah.


"Kenapa datang ramai-ramai kesini Pak Ridwan?" Tanya Bapak pada Pak Ridwan yang merupakan orang satu desa dengan Pak Hadi,namun berbeda Rt.

__ADS_1


"Kenapa kesini menggunakan mobil? Bersama Andi pula? Dan lagi,kenapa ada Putra juga?" Bapak melontarkan seribu pertanyaan pada Pak Ridwan


"Begini Pak Hadi,tadi saya melihat Aprr-"


"Ya Allah nak,kamu kenapa menangis? Kenapa bajumu berantakan?" Potong Bapak panik saat melihat keadaan April.


Bapak menghampiri April dan memeluknya.April menangis didekapan Bapak.


"Bukk,Ambilkan minum buat Aprill dan tamu" Teriak Bapak.


"Ini April minum dulu biar tenang" Ucap Ibu memberikan segelas air pada April.


"Ada yang bisa jelaskan pada kami? Apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Bapak untuk kesekian kalinya.


"Begini pak Hadi,saat saya kembali kesekolahan untuk mengambil flasdish yang tertinggal di ruangan kepala sekolah,saya mendengar suara teriakan dari arah samping gudang.Saya berlari menuju gudang untuk melihat apa yang terjadi.Saat saya sampai,saya melihat April dengan keadaan kaki diikat di meja,tangan diikat dan dipegang oleh Riri serta mulut tersumpal menggunakan kain.Saya melihat anak laki-laki itu mencoba melecehkan April." Jelas Pak Ridwan menunjuk Putra.


"Dasar anak kurang ajar kamu Putra.Berani-beraninya kamu mau melecehkan anak saya Haaa?" Murka Bapak hendak memukul Putra namun ditahan oleh Ibu.


"Sudah Pak,kita dengarkan penjelasan Pak Ridwan dulu" Terang Ibu yang menangis memeluk April.


"Saya tak tau kejadian pastinya,lebih baik Bapak tanyakan pada April." Ucap Pak Ridwan


"Apa kamu sudah siap bercerita nak?" Ucap Ibu pelan mengangkat kepala April.April mengangguk lalu menceritakan semua kejadian yang sebenarnya.Mulai dari dirinya yang terlambat pulang,hingga dirinya yang hampir dilecehkan oleh Putra.


Bapak menepalkan tangan dengan wajah yang merah padam.Bapak menatap Putra dan Riri yang menundukkan wajah.


"Lebih baik kita selesaikan masalah ini secara kekeluargaan.Saya sebagai Kepala Sekolah serta tetangga Pak Hadi akan mambantu.Saya Akan melaporkan hal ini pada orang tua dari kedua Anak ini.Apa Pak Hadi setuju?" Tanya Pak Ridwan menengahi.


"Karena April baik-baik saja,maka kami selaku orang tua akan meneeiman saran dari Pak Ridwan." Ucap Bapak dan diangguki oleh Ibu.


"Baiklah,Riri Putra kalian minta maaflah pada April" Kata Pak Ridwan.


"Maafkan kami April,maafkan kami Pak,Buk" Ucap Putra dan Riri dengan kepala menunduk.


April hanya diam menatap mereka.April menatap mata semdu Putra,seakan mengisyaratkan sebuah penyesalan.


Sedangkan Andi dan Joko yang menjadi pendengar setia hanya duduk diam sambil meminum teh.


"Masalah sudah selesai,jadi kami permisi dulu Pak Hadi.Saya masih harus menyelesaikan masalah dengan kedua orang tua anak ini."

__ADS_1


"Terimakasih atas pertolongannya Pak Ridwan" Ucap Apeil dan Bapak bersamaan.


"Sudah tugas saya untuk melindungi murid saya,lagipula kita juga tetangga" Jawa Pak Ridwan tersenyum lalu melangkah keluar diikuti oleh Andi,Joko,Putra dan Riri dibelakangnya.


__ADS_2