
Tak lama,Andi datang dengan membawa kanting kresek berwarna putih di tangan kanannya. Andi mengeluarkan isi dari kantong kresek yang dibawanya.
Dapat dilihat oleh April isi kresek itu. Ada 4 bungkus roti tawar rasa coklat dengan merk Sar* Roti. 1 kripik kentang,1 minuman ekstrak jeruk,1 susu coklat,1 kopi susu serta 2 botol air mineral.
Mas Andi begitu tahu jika aku menyukai sesuatu yang memiliki rasa coklat. Dan dia juga tahu kalau aku suka minuman ekstrak jeruk ini. Batin April kagum.
Andi membuka sebungkus roti,lalu di sodorkannya pada April.
" Sementara makan roti dulu ya Dek. Nanti setelah selesai dari sini,kita makan apapun yang kamu mau. Mas yang traktir deh..." Ucap Andi tersenyum manis.
April menerima roti dari tangan Andi. Lalu memakannya dengan nikmat. April memang belum merasa lapar. Tapi melihat ada roti dan minuman kesukaannya,membuat April jadi ngiler.
" Sekarang sudaj jam 14.30 Mas. Dan kita masih belum selesai mengurus akta kelahiranmu di sini. Apakah masihbsempat jika kita pergi ke KUA nanti? " April mulai pesimis.
April memandangi roti di tangannya yang tinggal separuh.
" Jangan pesimis gitu dongg... Ayo kita semangat menuju halal." Ucap Andi mentransfer semangat pada April yang sudah mulai pesimis.
" Apa masih sempat kita daftar ke KUA Mas? Memangnya,pukul berapa KUA tutup?" Tanya April.
Andi langsung merogoh ponselnya. Di bukanya Aplikasi yang paling pintar. Apalagi kalau bukan Google. Andi meng-searcing jam operasional KUA.
" Ketemuu.... KUA daerah sekitar kita tutup pukul 4 sore Dek." Jawab Andi setelah membaca artikel yang akurat.
" Tinggal 1.5 jam lagi KUA akan tutup Mas." Ucap April memandang Andi.
" InsyaAllah pasti bisa Dek. Yakin saja." Ucap Andi.
Kenapa banyak sekali halangan menuju pernikahan kami Ya Allah. Apakah sudah benar kepustusan yang hamba Ambil ini? Tapi mengapa engkau memberikan ujian yang bertubi-tubi di hari menjelang pelaksanaan pernikahan kami? Apakah keputusanku untuk menerima Mas Andi salah? Lalu segala hambatan ini adalah isyaratmu? . Batin April melamun.
" Nomor urut 49 silahkan ke depan." Suara dari microfon menggema.
" Nomor Mas sudah dipanggil Dek. Kini giliran Mas ke depan." Ucap Andi semangat. Saking semangatnya,Andi sampai menggenggam tangan April.
April yang sedang melamun pun tersentak.
" Apa Mas?" Tanya April.
" Nomor antrian Mas dipanggil." Ulang Andi tersenyum.
" Syukurlahh... Ya sudah cepetan ke depan Mas." Ucap April senang.
" He umm..." Andi mengangguk. Lalu Andi mencium tangan April dan segera berlalu pergi.
April terbengong memandangi tangan kanannya.
" Kenapa Mas Andi mencium tanganku? Bukannya terbalik yah? " Gumam April dengan jantung berdebaran.
" Bodohh bodohh bodohhh... Bodoh kamu Andi. Kenapa kamu tak bisa mengontrol dirimu di depan April. Bisa-bisanya kamu kelepasan mencium tangannya. Astagfirullah,maafkan hambamu Ya Allah. Maafkan hambamu yang kancang menyentuh wanita yang belum muhrim." Gumam Andi saat sudah menjauh dari April.
Andi pun mengurus segala keperluannya untuk membuat Akte kelahirannya yang baru.
" Selamat datang,ada yang bisa kami bantu." Ucap Customer servis pihak oencatatan sipil.
" Mas yang tadi mau buat akta kelahiran kan? Sudah dapat surat kehilangan dari polseknya?" Sambung Wanita ber-name tag Dewi.
__ADS_1
" Sudah Mbak... Saya butuh waktu hampir 2 jam untuk mengantri di polsek. Lalu kembali mengantri disini selama 2 jma lebih." Jelas Andi.
" Seharusnya Mas tadi setelah mendapat surat kehilangan dari polsek,bisa langsung ke depan unyuk mengurus lankah selanjutnya. Jadi Mas tak perlu mengantri lagi." Jelas Dewi.
" Kenapa tidak bilang dari tadi Mbak? Sekarang sudah terlanjur." Kesal Andi.
" Maafkan saya karena saya lupa memberitahu." Ucap Dewi penuh sesal.
Dewi mulai mengiai data-data diri Andi melalui komputer yang berada di hadapannya.
" Apakah akta kelahiran saya bisa jadi hari ini juga?" Tanya Andi.
" Bisa Mas... Untuk pembuatan akta kelahiran hanya membutuhkan waktu 1 jam saja.
" Syukurlah..." Andi membuang nafas lega.
Andi duduk dengan gusar. Ternyyata menunggu sangatlah membosankan juga melelahkan.
Andi sesekali menoleh ke belakang untuk mengecek keadaan April. Terlihat April beberapa kali terkantuk-kantuk.
**Pas**ti kamu lelah menemani Mas seharian Dek. Batin Andi yang melihat April tertidur dengan posiai duduk.
" Ini sudah jadi Mas." Ucap Dewi membuyarkan lamunan Andi.
" Ah iya Mbak. Terimakasih." Ucap Andi lalu pergi menghampiri April.
Tapat sekali,begitu Andi sampai di dekat April. Kepala April yang semula menyandar disandaran kursi merosot kesamping karena April terlihat tertidur.
Andi buru-buru melangkah cepat sebelum kepala April menghantam kerasnya kursi.
Tangan Andi terulur mengelus kepala April yang berbalut hijab. Tak tega rasanya membangunkan April yang baru saja terlelap. Tapi mau bagaimana lagi,kini mereka harus segera menuju KUA secepatnya.
Jam sudah sangat mepet. 30 menit lagi KUA akan tutup. Ini adalah hari teraakhir kengajuan nikah.
" Dekkk... Bangun dulu yuk. Sudah jam setengaah 4 ini. Namti keburu KUA nya tutup." Ucaap Andi pelan sambik menggoyangkan bahu April.
" Dekkk...Ayo bangun dulu yukk..." Bujuk Andi lagi.
Bukan April namanya kalau mudah di bangunkan. Setelah percobaan ke 3,akhirnya Anndi bisa membangunkan April.
" Heemmm.," Gumam April mengerjapkan matanya.
" Ayo bangun dulu yuk." Ucap Andi lagi.
" Lohhh sudah ya Mas? Gimana Mas? Sudah jadi aktanya?" Tanya April dengan setengah kesadarannya.
" Sudah Dek... Ayo kita langsung bergegas ke KUA."
April melihat jam di pergelangan tangannya.
" Waduhh sudah jam setenggah 4 sore. Kita harus buru-buru ini Mas." Panik April langsung beranjak berdiri.
Andi pun juga beranjak lalu mereka berdua pergi secepat kilat menuju KUA.
Andi mengemudi motornya sangat ngebut diatas 80 km/ jam. Andi buru-buru mengejar waktu.
__ADS_1
" Boleh buru-buru Mas... Tapi jangan ngebut seperti ini juga. Kalau begini Aprik takut Mas..." Pekik April mengeratkan pegangannya pada Andi.
karena saking takutnya,April sampai memeluk pinggang Andi dengan eratnya. Andi tersenyum senang karena mendapat kesempatan dalam kesempitan.
" Keburu tutup nanti KUA-nya Dek." Jawab Andi juga ikut mengeraskan suaranya. Kecepatan motor yang sangat laju membuat suara mereka terbawa angin.
" Kita belum nikah Mas... Kalau Mas naik motornya begini teruss,nanti bisa-bisa kita batal nikah.April gak mau kalau kita berakhir di ranjang rumah sakit." jerit April dengan mata terpejam.
Andi tak menjawab ucapan April. Andi tetao membawa motoenya dengan kecepatan yang sangat cepat.
Sekali dayung,dua tiga pulau terlampaui. Batin Andi tersenyum di balik kaca helm-nya.
" Mass....." Teriak Aprill...
" Iyaaa..."
" KUA-nya kelewatan Mass...." Ucap April membiat Andi mengerem motornya secara berkala.
Bisa terjungkal Andi dan April jika langsung mengerem mendadak.
" Apa iya?" Tanya Andi setelah motor berhenti du tepi jalan.
" Iya Mas... Mas sih naik motornya cepet banget." Protes April.
"Ya maaf Dek. Kan supaya kita cepat sampai.." Ucap Andi.
"Tapi kan kalau jatuh bahaya Mas. Aku gak mau mati muda karena Mas. Aku kan masih gadis ting-ting. Aku mau menikah dulu dan hiduo habagia dengan keluarga kecilku." Ucap April.
Sebentar lagi Dek. Sebentar lagi,hanya tinggal 2 hari lagi kamu akan menjadi milikku seutuhnya. Dan akan mas ambil kegadisanmu pula. Batin Andi terkikik geli mendengar perkataan April.
" Ayo cepat putar balik." ucap April.
Andi pun langsung putar haluan. Mereka sampai di KUA tepat pukul 4 kurang 5 menit.
.
.
.
.
.
Bersaambung
Jangan lupa
like
komen
vote. serta favorit yahh.
Terimakasihh...
__ADS_1
Happy readingg...