
Setelah lelah bekerja seharian. Kini waktunya pulang tiba.
Jika tak kerja lembur,para pekerja akan pulang pukul 4 sore.
Saat ini Andi dan para pekerja lain sedang bersih-beraih diri untuk bersiap pulang. Mereka berganti pakaian dengan baju yang bersih,lalu menyimpan baju yang sudah kotor ke dalam kantung kresek untuk di cuci di rumah.
Andi dan Galuh pulang bersama. Namun dengan motornya sendiri-sendiri.
"Kumpoll dulu sebelum pulang. Hari ini hari gajiann." Teriak Mandor melambaikan tangan memanggil para anak buahnya.
"Kok udah gajian aja sih Gal?" Tanya Andi pelan.
"Kalau kerja kulii memang gajiannya 2 minggu sekali An. Maklum lah,waktu satu bulan itu terlalu lama bagi kami yang sudah bekerja berat."
Andi hanya manggut-manggut saja.
Pak mandor membawa sebuah buku yang berisi absensi pekerja. Mandor menghitung upah dari banyaknya hari dan jam lembur pekerja. Jadi tak semuanya memiliki gaji sama rata seperti di Rumah Makan Andi dulu.
"Aaaa.... Andii si bocah baruu." Ucap Mandor melihat Andi. Diserahkannya beberapa lembar uang pada Andi.
"Kau baru ikut bekerja selama 10 hari. Dan tak ada lembur pula. Karena kau hanya kenek( pembantu tukang bangunan.) Maka gaji kau pun juga tak sebanyak tukang ya.Ku beri kamu 100 ribu di setiap satu harinya. Nahh gaji pertamamu disini,pas 1 juta yee." Ucap pak Mandor.
" Terima kasih Pak Mandor." Ucap Andi menerima gaji pertama-nya.
"nih ku beri tamnahan 100 ribu buat kau. Karena kau rajin sangatt bekerjanya. Jangan kapok kerja jadi kuli. Pekerjaan kuli bangunan memang berat. Tapi jika ditekuni uangnya juga banyak. Ya walaupun tak sebanyak gaji pegawai kantoran." Ucap pak Mandor lagi.
"Berapapun hasilnya akan saya syukuri Pak. Sekarang cari uang sangat susah." Ucap Andi.
"Terima kasih atas bonus-nya Pak. " Sambung Andi tersenyum.
"Alahhh santai saja. Ku dengar kau nak kawenn bukan depan kan. Bawa lah calon istrimu jajan keluar. Malam ini kan malam minggu." Goda Pak Mandor menyenggol Andi sambil menaik turunkan alisnya.
Wahh boleh juga ide Pak Mandor nih. Batin Andi tersenyum merencanakan sesuatu.
"Calon istrinya sedang kerja lah Pak. Pulangnya pun malam. Mana bisa dia keluar Apel." Cibir Galuh mengingatkan.
"Kasihan sekali kau anak muda..." Kekeh Pak Mandor.
Ahh iya ya. April kan kerja,lebih baik nanti aku ke tempat kerjanya saja. Batin Andi bersemangat.
" Tak perlu khawatir lah Pak. Nanti saya bisa pulang menjemputnya ditempat kerjanya." Santai Andi.
Setelah gajian dan sedikit berbincang-bincang. Andi pun pulang dengan hati yang senang. Kini Ia pulang mengantongi uang 1 juta 100 ribu rupiah. Gaji pertamanya menjalani pekerjaan berat.
Andi sampai di rumah pukul 6 malam. Butuh waktu 1 jam untuk menempuh perjalan pulang.
"Asaalamualaikum Bukkk..." Andi membuka pintu rumahnya. Dilihatnya Ibu sedang duduk di depan tv sehabis solat magrib.
Andi menyalami tangan wnita yang telah melahirkannya itu.
"Waalaikim salam. Baru pulang kamu An. Tumbenn baru sampai,biasanya sebelum magrib sudah sampai rumah." Tanya Ibu.
"Ohh tadi habis gajian Buk. Jadi agak telat pulangnya." Jelas Andi.
"Ohhh.."
"Bapak mana Buk?"
"Bapakmu masih di masjid.Mungkin sedang ngobrol bareng tetangga."
"Ooohhh..." Andi ber-oh ria saja.
"Oiya Buk,ini Andi ada sedikit uang untuk tambahan Ibu belanja sehari-hari. Memang tak sebanyak biasanya Buk. Tapi hanya ini yang Andi dapatkan. Andi haris menyimpannya sedikit untuk biaya nikahan bulan depan." Ucap Andi menyerahkan 3 lembar uang kertas berwarna merah muda.
__ADS_1
Mata Ibu Risma berkaca-kaca. Melihat badan anaknya yang kini terlihat kuruss karena bekerja keras.
"Kamu simpan saja semuanya Nak. Ibu masih pegang uang dari gaji terakhir Ayahmu." Tolak Ibu halus. Tak ingin menyinggung perasaan anaknya.
"Jangan menolaknya Buk. Uang ini memang tak seberapa,tapi ini adalah bentuk bakti Andi terhadap Ibu."
Dengan terpaksa,Bu Risma mengambil uang pemberian anak nya itu. Dengan hati yang berembun.
"Terima kasih Nak."
"Yasudah ya Bu. Andi mau mandi dulu lalu solat magrib dulu. Keburu waktunya habiss."
Andi bergegas ke kamar dan mandi. lalu solat,setelah solat Andi ber istirahat sejenak sampai isya.
Setelah solat isya,Andi baru lah makan malam. Lalu meminta izin pada Pak Ridwan.
"Andi mau keluar duku Yah."
"Kemana?"
"Bertemu April,sudah lama tak bertemu."
"Oh yasudah,hati-hati di jalan."
Andi pun langsung bersiap dan berangkat ke tmepat kerja April.Andi berangkat pukul 8 dari rumah. Dan sampai di sana pukul setengah 9. Setengah jam lagi Rumah Makan tempat April bekerja akan tutup. Jadi Andi memutuskan tak masuk ke sana.
Andi memilih menunggu April di kursi yang tersedia di trotor pinggir jalan. Andi memasang headset ditelinganya lalu menyetel lagu.
Andi menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi. matanya terpejam,menikmati musik serta hembusan angin malam yang menyejukkan. Dan tak terasa, Andi tertidur disana dalam posisi duduk.
Telolet...Telolet....
Andi terbangun karena terkejud mendengar suara klakson truk yang lewat.
"Astagfirullah." Andi langsung bangun dan mengelus dadanya.
" Sudah jam 10 malam. Pasti April sudah bersiap pulang." Andi langsung melihat kesamping belakang. Dan ternyata benar,terlihat para karyawan sudah memakai tas mereka dan berjalan menuju parkiran.
"Untung saja tadi ada truk lewat,jadi aku bisa terbangun. Kalau saja tidak,pasti aku akan tertidur disini semalaman."
Andi beranjak bangun ingin menghampiri April.
"Dekk..." Panggil Andi yang masih berada agak jauh dari April.
April yang tadinya sedang bersendau gurau dengan kawan-kawannya pun menjadi mematung seketika. April menghentikan langkahnya lalu menatap Andi yang sudah berdiri dihadapannya,yeaahh walaupun masih agak jauh.
"Mas Andii..." Gumam April pelan.
"Tuh orang manggil siapa sih? Dekk siapa juga yang dia maksud." Gerutu Deli.
"Calon suaminya April tuh." Ucap Vani. Vani dan April masih pada mode marahan.
"Kok om om sihh.. uppsss keceplosann." Ejek Deli menutup mulutnya centil.
April menoleh sekilas memandang Deli yang mengejeknya. Ucapan Deli memang tak terlalu keras. Namun Andi pun juga mendengar ejekan Deli.
Hati Andi menceloss,tak terima karena April dihina karena dirinya.
"Emmm... Kalian pulang dulu aja yah,aku mau menemui Mas Andi dulu." Ucap April.
"Jadi Om itu... Eh maksudku Mas itu memanggilmu? Tanya Devi.
"Iya,dia cakon suamiku." Jawab April tersenyum.
__ADS_1
April tak mau memperlihatkan raut wajah tak senangnya pada kawannya. April tak ingin kawannya berfikir jika April terpaksa menikah dengan Mas Andi.
"Yaudah,kita duluan ya." Pamit Devi dan Su'am.
April berjalan menghampiri Mas Andi yang berada di trotoar. Tanpa menghiraukan Vani dan Deli yang masih memandangi interaksi April.
"Mass..."Sapa April setelah berada di depan Andi.
April meraih tangan Mas Andi untuk di salaminya. Bukan maksud untuk pamer kemesraan. tapi memang itu sydah kebiasaan April jika bertemu dengan Andi.
" Sudah nunggu dari tadi Mas? Kenapa Mas Andi kesini gak bilang-bilang?"
"Kenapa Dek? Kamu malu ya karena teman-temanmu mengetahui jika aku calon suamimu." Ucap Andi insecure.
April tak menjawab,namjn malah menarik lengan Andi untuk duduk di tempat yang di duduki Andi tadi. Agar mereka bisa mengobrol leluasa tanpa merasa ter intimidasi dengan keberadaan Deli dan Vani.
"Bukan begitu maksudku Mas. Ngapain juga aku harus malu?"
"Yaa karena kamu akan menikah dengan Om Om sepertiku ini."
"Mau Om Om kek,mau berondong kek, bahkan mau Kakek-kakek sekali pun aku juga tak perduli Mas. Semua bukan tergantung usia,trtapi tergantung niat dari hatinya." Ucap April menunjuk dada Andi dengan jari telunjuknya.
Andi tersenyum,lalu di raih jari telunjuk April yang berada di dadanya.
" emangnya kamu mau jika harus menikah dengan kakek-kakek?" Goda Andi.
"Ehh... emm.. Yaaa enggak mau lah." Kekeh April.
"Lah tadi kata kamu mau,yang penting niat dari hatinya."
"Ihhh itu kan cuma perumpamaan Mas. Bukan betulan." Protes April.
Andi terkekeh,Andi bersyukur karena sekarang April sudah tak bersikao cuek lagi dengannya.
"Tapi ngomong-ngomong. Kenapa Mas Andi tiba-tiba ke sini gak bilang-bilang?" Tanya April lagi.
" Mas cuman Mau me----"
" Tunggu-tunggu. Apa ini Mas ? Kenapa begini Mas." Potong April memandangi Andi.
Andi diam saja,tak tau harus berkata Apa.
"Jawab Mas." Desak April.
"I-itu karenaa........"
.
.
.
.
.
Bersambungg...
Jangan lupa like,komen,vote serta Favorit yah readerss.
Dan jika berkenan,boleh juga berikan author hadiah poin berupa bunga atau sebagainya.
Agar author semangat gitu ngetiknya... he he he..
__ADS_1
Happy Readingg
..