Takdirku?

Takdirku?
Part 128


__ADS_3

Waktu semakin berputar dengan lambat. Kini sudah jam 1 siang.Bapak semakin panik,sedangkan Andi sudah tak karuan.


" Bagaimana ini Pak Parman? Sudah 3 jam kita menunggu,kenapa penghulu belum datang-datang juga?" Panik Bapak semakin mendesak Pak Parman.


" Aku juga yak tau Di." Pasrah Pak Parman.


Di sini,Pak Parman lah yang bertanggung jawab penuh mengurusi kelansungan pernikahan April dan Andi. Mulai dari pendaftaran hingga acara akad nikah selsai.


" Coba telpon lagi." Sahut Ibu Yani yang sedsri tadi juga panik.


Pak Parman memgangguk lalau kembali menghubungi nomor si penghulu. 2 kali tak dijawab,namun pada panggilam ke 3.


' Haloo assalamualaikum Parman.' Terdengar suara penghulu di sebrang telepon..


'Waalaikum salam.. Kamu di mana Rul?' Tanya Parman cepat.


' Inii... Saya masih di desa X.' Jawab Khoirul santai.


' Bagaimana bisa kamu masih di desa X? Kamu seharusnya sudah ada disini dari 3 jam yang lalu.' Protes Pak Parman mencoba menahan emosinya.


Bagaimana mungkin Pak Parman tidak emosi. Pak Parman selalu di tekan dan di pojokkan di rumah April. Sedangkan ternyata Khoirul masih berada di desa X.


' Aku masih harus mengurusi suatu hal.' Jelas Khoirul.


' Segeralah datang,kamu sudah membuat kita menunggu selama 3 jam. Bahkan kamu tak memberi sama sekali.' Ketus Pak Parman.


' Baiklah Parman,setengah jam lagi saya sampai di sana.'


' Jika bisa harus secepatnya !! Aku sudah jadi bulan-bulanan masa di sini.' Ucap Parman memelankan suaranya.


' Ohh maafkan aku.' Jawab Khoirul.


' Cepatlah datang.' Sekalai lagi Parman menekankan.


' Baiklah,aku tutup telponnya. Aku akan langsung OTW.'


' Wassalamualaikum.'


' Waalaikum salam.'


Parman menyimpan ponselnya,lalu matanya menyapu sekitar. Ternyata terdapat banyak pasang mata yang memeperhatikannya. Parman jadi kikuk sendiri melihat semua orang di sekitarnya diam memandangi dirinya.


" Jadi bagaimana Man?" Tanya Bapak cepat. Sedangkan yang lain masih diam memandang,harap-harap cemas.


" Huuuffff..." Parman mengatur nafas bermaksud megurangi kegugupannya.


" Cepatlah Parmann.. jawab pertanyaan kami." Ujar Ibu tak sabar.


" Si Khoirul masih di desa X."


"Bagaimana bisa..." Bapak mengacak rambutnya frustasi.


Ibu mendekat mengelus lengan Bapak untuk menenangkan.


" Sabar lah Pak.. Semuanya tak akan terselesaikan jika Bapak Emosi seperti ini." Ucap Ibu lembut,walaupun dalam hatinya juga sama emosinya seperti Bapak.


" Khoirul akan sampai ke sini 30 menit lagi." Ucap Pak Parman.

__ADS_1


Seto yang sedari tadi menguping pun kembali ke tempat Andi dan yang lainnya duduk.


"Hei hei heii...." Heboh Seto begitu sampai di hadapan yang lainnya.


"Ckkk... Kau ini." Sebal Galuh.


" Apa yang kau dengar di sana?" Tanya Andi tak sabaran.


" Mau tau aja atau mau tau bangett.." Goda Seto . Seto melipat tangannya didada serta menaik turunkan alisnya. Dan hal itu sukses membuat Andi kesal.


" Bicaralah yang benar Seto." Ucap Ardi datar.


Mungkim bisa dibilang,Ardi lah yang paling waras dari semua teman Andi.


" Tadi kata Pak Parman,penghulu yang bernama Khoirul akan datang dalam 30 menit lagi. Sekaramg si Khoirul itu sedang berada di desa X." Jelas Seto.


" Argggg... Kita sudah menunggu selama 3 jam tanoa kepastian. Dan kini aku harus menunggu 30 menit lagii." Pekik Andi pelan sambil menjambak rambutnya.


" Sabar lah Mas." Ardi menepuk pundak Andi.


" Hanya 30 menit lagi. Kamu bisa menunggu April lulus sekolah selama 1 tahun. Dan ini hanya menunggu 30 menit lagi masa kamu gak bisa?" Ucap Ardi.


Andi menarik nafas meredam emosi. Benar juga apa yang Ardi katakan. Kini Andi bisa bersikap lebih tenang.


Sedangkan April,wanita itu masih diam termenung. Keramaian acara hiburan tak dapat membuatnya rileks. April bukannya gugup karena akan segera menikah.


Tapi entah kenapa,hati April seperti ada sesuatu yang mengganjal. Sedari pagi,perasaannya tak enak.


April melirik jam dinding,sudah pukul setengah 2 siang. Hiburan berlangsung meriah,tersengar bunyi gendang yang bertalu-talu.


Para perias sudah bangun dari tidurnya,mereka ber-empat sedang santap siang.


" Makan dulu ya manten." Ucap Susi menawari April.


" Iya Mbak... Mbak Susi duluan saja." Tolak April lembut.


" Jangan iya-iya saja. Kata Ibu Yani,tadi pagi kamu hanya makan 3 sendok saja. Acara ini akan sampai larut loh,jangan sampai kamu pingsan karena kelelahan dan kelaparan." Tegur Mbak Susi yang mengkhawatirkan mantennya.


" Iya Mbak,nanti kalau lapar aku akan makan." Ucap April tersenyum.


" Ya sudah,kami makan dulu ya." April mengangguk.


April berdiri sejenak,di gerakkannya pinggangnya ke kanan dan ke kiri. Pegal rasanya duduk di kursi seharian. Sanggul dan hiasan dikepalanya yang berat membuat kepalanya terasa pusing.


" Penghulunya sudah datang." Ucap Seseorang yang disuruh untuk mengabari belakang.


" Benarkah?" Sahut Mbak Susi berbinar.


" Iya.... Sekarang sudah di tempat akad nikah bersama Andi Bapak dan para saksi." Jelasnya.


" baiklah baiklah..." Mbak Susi langsung meletakkan piring makannya yang masih tersisa separuh.


" Ayo Prill... Kita rapikan sejenak make up mu yang sedikit luntur karena keringat." Ucap Mbak Susi panik.


Mbak susi kembali mengoleskan bedak bertujuan untuk mengurangi minyak di wajah April.


" Manten putri disuruh keluar sekarang. Akad nikah akan segera di mulai." Seseorang kembali datang.

__ADS_1


" Iya iya... Sabar sedikit dong,siapa suruh bilangnya dadakan." Gerutu Mbak Susi.


" Sindi,tolong ambilkan sandal yang akan dipakai April di dalam koper." Suruh Mbak Susi sambil merapikan pakaian kebaya April.


" Maaf ya Mbak sudah merepotkkan." Ucap April tak enak.


" Ngomong apa sih kamu Pril. Ini memang sudah tugasku." Jawab Mbak Susi.


April dan Mbak Susi memang sudah kenal sebelumnya. Mbak Susi adalah anak dari kerabat buyutnya Bapak. Jadi bisa dibilang kalau Mbak Susi dan April adalah saudara jauh.


"Tapi makan Mbak susi jadi terganggu." Ucap April lagi.


" Alahhh,nanti bisa disambung lagi. Sekarang yang terpenting itu kamu. Kita sudah menunggu 3 jam setengah untuk hal ini. " Ucap Mbak susi yang paham jika April merasa sungkan.


" Hemm.."


" Ayo sekarang kita keluar." Ajak Mbak Susi dengan senyum.



# Gambar hanya pemanis belakang,sumber dari google. Anggap saja April menggunakan pakaian itu saat akad nikah.


April berjalan dengan Anggunnya menuju tempat akad nikah akan dilaksanakan. Mbak Susi setia di belakang April mengangkat rok gaun yang di kenakan April.


Sejurus kemudian,April menjadi pusat perhatian bagi seluruh tamu undangan yang hadir. Musing gending-gending jawa yang tadinya terdengar meriah. Kini hening,menyambut kedatangan April dengan damainya.


April melangkah perlahan dengan pandangan yang tertunduk bibirnya menyunggingkan senyum tipis. Malu rasanya menjadi pusat perhatian.


" Kamu cantik,jadi percaya diri lah." Bisik Mbak Susi di belakang April.


April mengangguk samar,mendengar semangat yang fiberikan Mbak Susi,kepercayaan diri April bangkit.


April memgangkat wajahnya memandang semua orang dengan senyum menawannya. Langkahnya tegas tanpa ada keraguan sedikitpun.


" Mas.. Mas Andi..,Tutup mulutmu Mas." Senggol Ardi yang melihat Kakaknya melongo.


Andi menutup mulutnya,namun pandangan Andi masih tak bergeming. Matanya sejurus menatap keindahan ciptaan Tuhan.


Nikmat mana lagi yang ku dustakann... Sungguh indah ciptaanmu ya Rabb. Batin Andi mengagumi kecantikan April.


.


.


.


...Bersambunggg.......


...*Jangan lupa LIKE,KOMEN,VOTE,FAVORIT yah... Dukung terus karyaku ini....


...Boleh juga berikan gift untuk April,sebagai hadiah di hari pernikahan April....


...Terimakasih sudah setia membaca karya saya,maaf jika banyak typo yahh readerss......


... Happy Readingg.....


... Babayyy...😉*...

__ADS_1


__ADS_2