Takdirku?

Takdirku?
S-2 °•°Part 1


__ADS_3

1 bulan setelah pernikahan adalah masa-masa yang sangat sulit bagi sepasang pengantin baru itu. April masih setia pada keterpurukan serta rasa bersalahnya. Sedangkan Andi terfokus memberi perhatian penuh ke April, serta mencari pekerjaan yang layak.


Saat ini,Andi dan April sedang menginap di rumah Andi. Karena belum memiliki rumah sendiri, mereka masih bergilir untuk menginap.


Saat ini, pasangan sejoli itu tengah duduk santai di teras rumah Andi,menikmati semilir angin malam yang terasa menusuk di kulit.


" Jangan melamun terus Dek." Tegur Andi sambil menutup mata April agar berhenti menatap kosong.


April menurunkan tangan Andi, ditatapnya Andi dengan datar.


" Makan bakso mau?" Tawar Andi. April mengangguk, suasana malam yang sejuk sangatlah cocok jika memakan bakso yang hangat serta pedas.


" Tapi bakso mini saja ya, he he he.... " Cengir Andi mencubit hidung April, April pun mengernyit.


" Ini sudah hampir jam 8, kamu mau makan diluar? "


"Malas Mas, mager."


" Nahh makanya, pasti nanti sebentar lagi ada tukang bakso mini lewat. Itu lohh, abang-abang yang jualannya bawa motor, terus gerobaknya warna hijau." Jelas Andi.


" Emangnya lewat sini ya?"


" Iya, tiap hari malahan."


" Mau mau Mas, aku suka kalau baksonya abang itu." Jawab April antusias.


Gampang sekali membuatmu senang Dek. Hanya di jajanin bakso mini saja, sampai segitu senangnya. Batin Andi tersenyum.


Perlahan-lahan, April sudah mulai membuka diri untuk Andi. April berusaha mengikhlaskan keberangkatan Ayahnya ke luar negri.


Setelah solat tahajud kemarin, April jadi sadar. April sadar, jika selama 1 bulan ini sudah menjadi iatri yang buruk bagi Andi. Bahkan, April belum memberikan haknya pada Mas Andi.


Bermula dari malam itu, April bertekat untuk menjadi istri yang baik serta menantu yang baik. April sudah mulai bisa tersenyum, walau tak seceria dulu.


Ting ting ting ting....Bunyi mangkok di ketuk dengan sendok.


" Waahh itu suaranya..." Girang April.


Dan benar, dari kejauhan terlihat sorot lampu dari sepeda motor yang berjalan pelan. Semakin terdengar jelas suara dentingan mangkok yang diketuk. Bunyi khas pedagang bakso mini keliling.


" Bangg beli bangg..." Panggil April melambai. Tukang bakso pun berhenti.


April langsung berjalan cepat ke arahnya, sedangkan Andi masih duduk di kursi nyamannya. Baru setengah jalan, April berbalik lalu berlari menghampiri Andi.


" Kenapa balik lagi? Gak jadi ? Itu tukang baksonya sudah terlanjur berhenti, gak enak kalau gak jadi beli." Ujar Andi.


" Tunggu bentar bang." Teriak April, kang bakso pun mengangguk.


" Uang mana?" April mengatongkan tangannya di depan Andi.


" Oalahh... Minta uang tohh. Kasian banget sih kamu, gak punya duit." Goda Andi sambil merogoh uang di saku celanya.

__ADS_1


" Kan belum di kasih nafkah sama Mas Andi." Sanggah April.


Andi memang masih menganggur selama sebulan ini. Bukannya malas, Andi sudah mencari kerja,namun masih belum mendapatkan pekerjaan.


Sebulan ini, Andi masih memiliki pegangan uang hasil sumbagan tamu undangan di pernikahannya. Lumayan banyak, cukup jika hanya dipakai untuk beli cilok serta kuota beberapa bulan ke depan.


" Kasih nafkah batin dulu aja ya." Seringai Andi menggoda.


" Cepetan ihhh... Abang baksonya udah nunggu tuh." Desak April.


" Ckkk... Sampai kapan sih si anu buka puasa." Gerutu Andi.


"Maaf.." April langsung berlari menuju oenjuak bakso yang setia menunggu.


" Sekalian buat Ibu, Ayah dan Ardi Dek."


" Sydah tau lah." Jawab April cepat.


" Bang, baksonya 5 bungkus yah." Pesan April.


" Yang berapaan Dek?"


" Emangnya paling sedikit beli berapa ribu bang?" Tanya April balik.


" Yaa tergabtung Dek. kalau bocil-bocil sih kebanyakan pada beli 2.000. Kalau remaja sama emak-emak biasanya 5.000 atau 10.000. Bahkan nih ya, kadang ada emak-emak super pelit. Masak anak batitanya di belikan bakso cuma seribu." Adu kang bakso.


" Kalau aku beli 500 san boleh dong berarti ." Canda April.


" Bercanda bang, 5000 an 5 yah." Dengan cekatan, 5 bungkus bakso pun siap.


April menaruh 2 di meja samping Andi, sisanya di bawa kedalam unyuk di berikan kepada mertuanya.


"Bukk, Yah, ini ada bakso mini." Ucap April.


" Wahhh pas nih hangat-hangat. Makasih ya nak." Ucap Ibu.


" Iya Bu, April ke depan dulu ya " Pamit April.


Ternyata Andi lebih duku memakan baksonya, tanpa menunghu April.


" Lohh... Kok Mas Andi makan duluan sih." Protes April


" Habisnya, aromanya melambai-lambai. Jadi langsung abang sruput deh." Andi memakan bakso mininya langsung dari plastik. Salah satu sisi bagian bawah plastik di lubangi, lalu langsung happ.


"Nih minumnya." April meletakkan 1 botol berisi air putih. Sebelum keluar tadi, April sempat mengambik 1 botol air dingin di kulkas .


" Huhh hahhh... Pedes banget dek." Rancau Andi dengan bibir jontor.


" Lohh Mas Andi ketuker baksonya. Itu yang Mas makan punyaku, sambalnya 3 sendok. Yang ini punya Mas Andi, sambalnya cuma 1 sendok." April menunjukkan bungkusan yang bagian atasnya di sobek sedikit.


" Pantesan pedes banget." Andi langsung meminum setengah botol air.

__ADS_1


" Aku kan suka pedes Mas. Lagian siapa suruh gak sabaran."


" Aduh duh duh... Kuahnya nyiprat kena mata Dek." Risingis Andi dengan mata terpejam.


Saat menyeruput mi bihun, tak sengaja kuah baksonya malah menciprat ke mata.


" Perihh perihh..."


April ikut panik saat melihat Andi kelabakan. April langsung mengambil botol yang isinya tinggal setengah.


Byuurrr..


Air dalam botol kangsung berpindah ke wajah Andi. Hal iti cukup berhasil mengurangi rasa perih di mata Andi.


" Mata Mas Andi merah banget." Ucap April.


" Lain kali hati-hati dong Mas makannya." Tegur April.


" Yahh.. Bajuku jadi basah semua." Andi memegang bajunya yang sudah basah sampai ke dada.


" Ha ha ha... Yang penting udah gak perih lagi matanya."


.


.


.


.


.


... Bersambung.......


... Hai hai haii......


... April dan Andi come backk nih......


...siapa nih uang rindu sama mereka?...


...Yok buruan like, komen, vote, favorit serta berikan hadiah bunga atau kopi buat mereka....


...Happy Reading.....


... Babayy.....


.......


.......


.......

__ADS_1


.


__ADS_2