
Semuanya berjalan lancar,tak terasa sudah satu bulan setelah keluarga Andi berkunjung waktu itu.Dan hari ini adalah hari pertunangan Andi dan April.
April masih sekolah,tak mungkin Ia membolos hanya karena tunangan.Lucu saja jika alasan yang ditulis di surat ijin nantinya adalah tidak bisa masuk sekolah dikarenakan bertunangan.Ha ha ha,pasti satu sekolah akan segera tahu jika April akan bertunangan.
Lagi pula acara pertunangannya berlangsung malam nanti.Jadi April masih bisa sekolah dan pulangnya bantu-bantu dirumah untuk mempersiapkan acara pertunangannya dengan Andi.
Dalam hati terdalam April sebenarnya masih ada keraguan yang sangat besar.April selalu meyakinkan dirinya jika semua akan indah pada waktunya.
April pun berangkat sekolah dengan lesunya.Selama jam sekolah,April sangatlah tak fokus.April selalu memikirkan acara lamarannya namti malam.
Saat pulanh sekolah Vani menghampiri April.Vani yang sedari pagi mengamati sikap April pun bertanya pada April.
"Heii kamu kenapa sih? Seharian kok kusut amat kayak benang yang uwel-uwelan?" Tanya Vani yang diselingi dengan candaan.Vani merangkul pundak April dan menjepit merapatkan kepala April ke badannya.
"Ckkk,diamm" Kesal April melepaskan diri dari rangkulan Vani.
"Ckk kenapa sih?"
"Ketekmu bauuu" Jawab April asal.
"Astagaaa !! Yang benar saja kamu?" Respon Vani sangat konyol.Vani langsung mengangkat keteknya dan menciumi keteknya sendiri.
"Enggak bau kok" Ucap Vani lagi yang masih terus mengendus bau keteknga.
"Bwahahahaha" Tawa April pecah seketika melohat kelakuan konyol Vani.
"Issss Aprilll !! Kamu bohongin aku ya?" Geram Vani menatap April kesal.
"Ha ha ha..Salah sendiri,percaya aja dibohongin" Jawab April tertawa.
"Isshh...Aku kan nanti mau pulang bareng Mas Aldo.Nanti kalo ketekku beneran bau kan bahaya" Ucao Vani beraungut-sungut kesal.
"Ha ha ha....Maaf deh maaf,aku kan cuma bercanda.Ketek kamu harum kok,seharum bunga bangkai" Ucap April tertawa meledek.
"Bunga bangkai pala lu peyang"
"Tapi beneran gak bau ketek kan?" Sambung Vani kembali bertanya memastikan.
"Enggak Vani enggakkk" Jawab April jengah melihat tingkah lebay Vani.
"He he he....Oiya,kamu dari pagi kenapa mukanya ditekuk terus sih?" Tanya Vani kembali ke topik awal.
"Gak Papa sih,lagi pengen ajah" Jawab April asal.
"Seriusan Aprill"
"hahhh" April menghela nafas beratnya.
"Kok cuma memghela napas aja sih jawabannya" Ucap Vani kesal.
"Nanti malam aku dilamar sama Mas Andi"
__ADS_1
"AAPAAAAA? DILAMARR?" Pekik Vani berteriak sangat kencang.
Sontak seluruh siswa yag berada disekitar mereka langsung menengok ke arahnya.April buru-buru menutup mulut Vani rapat-rapat agar tak berteriak lagi.
Vani yang mengerti dengan respon April pun langsung memutar otaknya membuat alasan agar orang-orang tak salah paham dengan ucapannya tadi.
Vani melepas tangan April yang membekap mulutnya,lalu berkata dengan nada yang keras juga seperti sebelumnya.
"Jadi pemeran utama dari novel yang semalam kita baca akan dilamar sama cowok yang jahat itu? Seriusan kamu? Aku belum membaca kelanjutan ceritanya,pasti aku sudah ketinggalan banyak" Ucap Vani mendrama,melebih-lebihkan kebohongannya.
April yang bingung dengan perkataan Vani pun hanya mengangguk mengiyakan saja.
"Aku sungguh tak rela jika pemeran utamanya akan bersanding dengan cowok yang jahat itu!" Ucap Vani lagi dengan nada yang sangat kesal.
Ternyata alasan Vani diterima oleh orang-orang yang tadi memandanginya.Orang-orang itu pun sudah tak memperhatikan Vani dan April lagi.
"Dasar orang aneh,hanya karena cerita novel jadi teriak-teriak gak jelas" Gerutu salah satu dari mereka yang masih terdengar oleh April dan Vani.
Buru-buru April menarik Vani ketempat yang lebih sepi.April mencubit pinggang Vani demgan geramnya.
"Aduh aduhh...Kok dicubit sih Pril?" Pekik Vami kesakitan lalu mengelus pinggangnya yang dicubit April.
"Kamu sih mulutnya kayak petasan.Kalau ngomong gede banget sampai ngagetin orang-orang.Untung saja mereka percaya demgan alasanmu yang gak masuk akal itu" Gerutu April mengerucutkan bibirnya.
"Tapi aku hebat kan bisa vari alasan demgan cepat dan terpercaya?" Ucap Vani sombong sembari melipat tangannya dan menaik turunkan alisnya.
"Kamu yang bikin masalah ya harus cari solusinya lah"
"Untung saja gak ketahuan.Aku gak mau kalau sampai satu sekolahan tau jika aku akan bertunangan dengan Mas Andi"
"Kenapa? Bukannya bagus yah?"
"Belum siap aja"
"Ohhh...Jadi lanjutan yang tadi gimana?" Tanya Vani kembali ke permasalahan yang awal lagi.
"Iya ituu,namti malam rombongan keluarga Mas Andi akan datang melamarku.Dirumahku sudah banyak kerabat Bapak dan Ibu yang bantu-bantu memasak untuk persiapan acara nanti malam" Jelas April.
"Terus kenapa kamu sedih?"
"Hatiku masih ragu" Jawab April menunduk dalam.
"Kalau ragu batalkan saja.Sudah dari awal aku surih kamu tolak aja kan perjodohan ini.Kamu sih maksa mau menerima,jadi gini kan akhirnya.Mumpung belum terlambat,batalin aja kalau kamu ragu" Ucap Vani yang tak suka melihat April akan memjadi pasangan dari Mas Andi yang selisih 14 tahun dari April.
"Aku tak bisa,aku akan tetap.melanjutkannya,aku tak ingin.mengecewakan orang tuaku.Lagi pula semuanya sudah dipersiapkan.Tak apa jika aku harus mengorbankan perasaanku,yang terpenting aku bisa memenuhi keinginan orang tua yang selama ini merawatku,walaupun mereka tahu jika aku bukan anak kandungnya" Ucap April tersenyum dalam kepala yang masih menunduk.
Vani tak bisa berkata apa-apa mendengar perkataan April.Vani mengelus pundk April demgan lembut,mencoba memberi ketenangan.
"Jika itu pilihanmu,semoga kamu bahagia" Ucap Vani tulus,tersenyum menatap April.
"Iya terima kasih sudah mendukungku"
__ADS_1
"Itulah sahabat" Jawab Vani lalau memeluk April sayang.
Dulu saat kamu yang bercerita akan dijodohkan,aku pernah berkata dalam hati jika tak akan sanggup dan tak akan mau jika berada diposisimu.Tapi sekarang,ternyata aku merasakan apa yang dulu kamu rasakan.Ternyata benar benar sulit dan tak semudah kata kata penyemangat yang dulu ku ucapkan padamu.Nasib kita sama,semoga aku bosa menerima Mas Andi seprti kamu yang bisa menerima Mas Aldo. Batin April dalam pelukan yang lama itu.
Vani melepaskan pelukannya lalu mengajak April pulang.April jadi sedikit tenang setelah bercerita dengan Vani.Kini April sedang menata perasaannya agar dapat bersikap senang dan bahagian saat berada dihadapat kerabat orang tuanya dirumah nanti..
.
.
.
.
.
Bersambung.
Maaf jika author telat updatenya yah.Jum'at kemarin nenek buyut saya meninggal.Dalam keadaan berduka,tak mungkin bagi saya jika harus menulis.
Insya Allah saya akan usahakan untuk sehari update 1 episode.Jika diwaktu luang dan sedang ada ide cerita,maka akan update lebih dari satu episode.
Terimakasih untuk para Readers yang setia menunggu kelanjutan cerita saya.
Jangan lupa tinggalkan jejak
Like
Komen
Vote
Serta Favorit yah para Readers.
Dukungan kalian semangatku untuk tetap melanjutkan cerita ini
Jaga kesehatan selalu dimanapun para Readers berada.Semoga tetap selalu berada dalam lindungan sang pencipta dan dijauhkan dari segala mara bahaya dan penyakit.
Diberikan kesehatan dan kebahagiaan selalu.
Jangan lupa bersyukur yah !
Sepahit apapun keadaannya,tetaplah bersyukur.
Tetaplah tersenyum.
Semua akan indah pada masanya.
Semangat menjalani hidup🤗😄
Sayang kalian🤗😍
__ADS_1