Takdirku?

Takdirku?
Perjalanan


__ADS_3

"Emm tadi bicara apa aja sama Bapak?" Tanya April sambil mengeratkan pegangannya.


"Nanti pas di alun-alun aja ceritanya" Jawan Putra.


"Kok gitu ihh" April mundur menjauhkan diri dari Putra.Pantat April sudah di pucuk jok motor.


"Ehh kok mundur sih nanti kalo jatuh gimana?" Tegur Putra.


"Biarin" April memalingkan wajahnya yang cemberut itu.


Putra merilik tingkah April dari sepion motor,Putra tersenyum menggelengkan kepala.


"Sini-sini pegangan sama aku lagi yang !" Putra menarik pelan tangan April agar mendekat lagi padanya.


"Hmmm" Jawab April malas,namun tetap menurut untuk duduk maju menempel pada Putra.


"Nahh,gini kan enak" Dilingkarkan tangan April pada perut Putra.


"Dinginnnn,tadi lupa bawa jaket" Keluh April manja.


"Makanya duduknya yang deket,sini tangannya masukin ke kantung Hoodie !" Putra menarik tangan April.Sebelum berangkat tadi,Putra memakai Hoodienya yang Ia tinggalkan di atas motor.


"Emmm"


"Helm kamu sudah jelek,nanti kalo aku sudah dapat kerja aku beliin kamu helm." Ucap Putra lagi.


"Aku gak pernah ke main keluar,jadi ya gak tertarik beli helm.Ini helm sejuta umatt tauuu he he he" Canda April.Pasalnya,helm yang April kenakan adalah helm hadiah pembelian motor baru.Helm berwarna hitam dengan tulisan HON*A.


"Iya kalo aku udah ada uang nanti aku belikan" Putra tersenyum mengelus pipi April.


"Iyaa"


"Duhh, bensinnya mau habis Pom bensin masih jauh lagi" Ucap Putra tiba-tiba.


"Loh kamu gimana sih" Ucap April jadi ikut bingung.


"Aku lupa gak ngecek bensin tadi.Baru keinget pas sampai sini,aku lihat ternyata panahnya sudah di E. Harus cari bensin eceran ini mah" Kata Putra


"Ayo cepetan keburu motornya mati"


"Tenang aja yang,kita lewat gang kecil aja,nanti banyak yang jual bensin eceran"


"Iya terserah kamu aja,yang penting gak nyasar" Ujar April.


"Nah itu didepan pertigaan ada yang jual bensin yang" Ucap Putra senang

__ADS_1


"Oh iya,untung aja gak jauh" jawab April.


"Eh eh kok motornya jalannya nyendat-nyendat" Ucap Putra


"Waduh bensinnya udah mau habis pastii.Cepetan gas yank,cuma tinggal nyebrang pertigaan aja" Ucap April menepuk pundak Putra.


Saat sedang menyebrang di pertigaan,tiba-tiba motor mati tepat ditengah jalan.


"Cepet turun dorong yank,nanti ada kendaraan lain lewat" pekik Putra


April rekflek melompat turun dari motor lalu mendorongnya sampai kedepan tukang bensin eceran.


"Untung aja udah deket dorongnya" ucap April berkacak pinggang.Padahal tinggal 2 meter lagi sampai ditempat tukang bensin eceran,tapi motornya malah mati ditengah jalan.


"Hehehe,capek ya" Kekeh Putra melihat April.


"Bensinnya mau berapa Dek?" Tanya Bapak penjual bensin.


"1 liter aja mang" Jawab Putra


Penjual bensin menuangkan 1 botol berisi bahan bakar motor itu


"10.000 Dek" Ucap penjual bensin menengadahkan tangan.


"Ada uang pecahnya?" Tanya April.


"Makasih Dek" Ucap penjual bensin


"Dah ayo naik yank" Ucap Putra.


"Lest go" April dan Putra melanjutkan perjalan.


"Maaf ya,gara-gara aku lupa isi bensin kamu jadi dorong motor" Ucap Putra tak enak.


"Gak papa"


Tak ada obrolan lagi sampai tiba di Alun-alun.


"Waahh,parkirannya penuh banget,gak ada yang kosong lagi.Gimana Tra?" Tanya April saat sampai di Alun-alun kota,trotoar jalan sudah menjadi tempat parkir roda 2,dan itupun sudah penuh semua.


"Kita muterin Alun-alun dulu cari tempat kosong" Jawab Putra seperti sudah hafal dengan hal-hal semacam ini.


"Eh itu tu ada yang keluar,cepetan nanti keburu dimasukin orang" Setelah 2 kali memutari Alun-alun akhirnya mendapatkan tempat parkir.


"Iya iya sabar sayanggg" Kekeh Putra.

__ADS_1


"Kiri bang,maju maju maju.Stopp,dah bang taroh situ aja nanti saya tata sendiri" Ucap Juru parkir.


"Bayar sekarang atau nanti bang?" Tanya Putra.


"Bayar langsung bang,5000 saja"


"Busyett,mentang-mentang malam Takbir banyak pasangan yang dateng jadi cari untung bayak tuh tukang parkir" Gumam April dipinggir jalan.


"Udah ayok jalan" Putra menggenggam tangan April sambil berjalan.


April dan Putra berjalan bergandengan memasuki Alun-alun.Malam ini sangat ramai,banyak penjual yang mencari keuntungan dari banyaknya pengunjung uang datang.


"Ayo lompat sini aku bantu" Ucap Putra mengulurkan tangan hendak membantu April.


Karena area dalam Alun-alun lebih rendah,jadi pengunjung harus melompat ke bawah,jaraknya sekitar 60 cm.


Putra turun lebih dulu,lalu meraih kedua Tangan April.Tanah dibawah Putra sedikit licin karena air.


"Tinggi banget yah" Keluh April.


"Hati-hati dibawah licin,pegang kuat-kuat tangan aku biar ndak jatuh,yok lompat yank." Ucap Putra.


Happ..


April melompat dengan dan mendarat sedikit oleng karena tergelincir,untung saja Putra memegang erat tangan april,sehingga April tak jatuh.


"Eettsss,Kamu gak papa kan?" Tanya Putra khawatir.


"Iya gak papa"


"Hati-hati,yaudah ayok masuk" Ucap Putra menggandeng April.


"Penuh banget Tra,udah gak ada tempat buat duduk ini mah" Ucap April saat melihat semua tikar penuh dengan pasangan muda mudi.


"Kita duduk lesehan ditanah aja ya,udah gak kebagian tikar soalnya." Bujuk Putra.


"Yaudah gak papa."


.


.


.


.

__ADS_1


.


Dukung terus karyaku ya.


__ADS_2