Takdirku?

Takdirku?
Si Caper


__ADS_3

"Kalii Kall..." Panggil Mas Apit yang berada di tempat tukang es.


"Kali mana Sa?" Tanya Mas Apit pada Mbak Resa yang sedang menyerut agar-agar.


"Tuh lagi di depan kompor,lagi manasin lemon tea pelanggan yang kurang panas." Jawab Mbak Resa menunjuk dengan menggerakkan kepalanya.


"Ok."


Mas Apit berjalan ke arah kompor.Pantas saja Mas Apit tak menemukan April.Posisi kompor ada dibalik lemari pendingin.Dan ternyata April sedang jongkok di depan kompor.Badannya terhalang meja.


"Woii Kall.." Ucap Mas Apit yang melongokkan kepalanya dari belakang lemari pendingin.


"Ayam eh ayamm..." April terkejud sampai terduduk karena saking kagetnya.


"Mas Apitt ihhh..." Pekik April menatap tajam Mas Apit.


"Hia ha ha..." Mas Apit tertawa terpingkal-pingkal.


April bangkiy berdiri lalu menuepuk-nepuk pantatnya.Agar debu lantai yang menempel terhempaskan.


"Ada apa?" Tanya April yang maaih sibuk mengusir debu.


"Bikinin minum." Pinta Mas Apit.


"Kan aku lagi bikin orderan Mas,minta dibikinin Mbak Resa dulu aja...." Protes April.


"Ya nanti setelah itu."


"Yaudah iya...Minum apaan?" Tanya April.


"Biasa...air putih dingin dengan 1 es butir es batu." Ucap Mas Apit sembari mengedipkan sebelah mata.


"Oke."


"Bawa kebelakang yah nanti Kal !"


"Iya iyaa..."


10 menit kemudian April selesai membuatkan minum untuk Mas Apit.April berjalan ke arah belakang hendak memberikan minum.Saat ini adalah jam makan siang bagi para karyawan.Dan Mas Apit sedang makan dibelakang,makanya meminta April untuk dibuatkan minum.


Saat sampai dipintu belakang,April melihat Mas Apit yang sedang duduk membelakanginya bersama dengan Deli.Mereka sedang makan berdua,lebih tepatnya satu piring berdua.


Yeaahh,begitulah kebiasaan para karyawan disini.Mereka akan lebih senang makan beramai-ramai satu piring dari pada makan sendiri-sendiri.


Tapi tak biasanya Mas Apit hanya makan berdua saja,dengan perempuan pula. Apalagi perempuan itu Deli,sang Pramusaji.Biasanya jam makan karyawan belakang dan Pramusaji berbeda.


Karena tidak fokus,kaki April tersandung pintu saat hendak melangkah.

__ADS_1


"Adu du duhh.." April kecacalan.Tangannya berusaha menyeimbangkan gelas berisi air yang Ia bawa agar tak tumpah.


Mas Apit menoleh,sedangkan Deli memang sudah dari tadi melihat kehadiran April,tapi Ia diam saja.


"Ati-ati Wokk...Ntar kesandungg..." Ucap Mas Apit memperingatkan.


"Ckkk....Telat Mas telatt...Udah keburu kesandung baru di ingetin." April mendengus kesal.Sekesal hatinya saat ini saat melihat Mas Apit makan berdua dengan Deli.


"Nih minumnya." April meletakkan gelas di tepi piring.Deli masih sibuk makan tanpa menghiraukan April.


Deli mengambil air minum yang baru diletakkan April.Dimunumnya air itu hingga tersisa setengah.


"Itu kan airnya Mas Apit Del." Protes April tak terima.


"Biarin aja." Tukas Mas Apit.


April diam mendengar pembelaan Mas Apit pada Deli.April berusaha menahan kekesalannya.


"Yaudah Mas." April berbalik hendak kembali.


"Sini makan dulu bareng-bareng." Mas Apit menarik tangan April,menahan April agar tak pergi.


"Gak usah Mas." tolak April ramah.Tangan April masih digenggam oleh Mas Apit.


April melirik Deli yang tengah melihat tangan April yang di genggam Mas April


"Kenapa gak maj Kal?" Tanya Mas Apit.


"Kapan kamu makan? Orang dari tadi kamu bikin orderan terus." Sanggah Mas Apit.


"Kenyang makan angin." Jawab April asal.


"Kamu gak mau ya makan bareng Aku?" Tanya Mas Apit dengan ekspresi kesalnya.


April yang melihat ekspresi Mas Apit yang terlihat kesal menjadi canggung.Sungguh sebenarnya Ia sangat ingin makan bersama Mas Apit pula.Apalagi tadi Mas Apit mengolah ayam dengan resepnya sendiri.


Tapi apalah daya,Deli yang sedang makan bersama Mas Apit sama sekali tak menawari April untuk ikut bergabung.Sedari tadi Deli hanya diam saja sambil sesekali melirik setiap interaksi April dengan Mas Apit.


"Enggak kok Mas...Bukan begitu maksudku." Sergah April. Takut Mas Apit salah paham.


"Bilang saja kalau gak mau makan bareng aku...Yaudah sana kalau mau balik." Ketus Mas Apit lalu berbalik makan.


April pun juga langsung pergi menuju tempatnya lagi.


"Mas Apit sudah makan yah Pril?" Tanya Mbak Ambar saat April mendudukkan dirinya di samping Mbak Resa.


"Udah Mbak,lagi makan bareng Deli dibelakang." Jawab April.

__ADS_1


"Tadi mereka makan apa Pril ? Olahan ayam bukan ? Tadi aku lihat Mas Apit ambil jatah makan ayam mentah lalu dimasak sendiri.Masakan Si Emak kurang enak,makanya Mas Apit masak sendiri."


"Iya Mbak,mereka lagi makan ayam."


"Wahhh enak tuh pasti...Aku ikut kebelakang dulu yah...Mau ikutan makan,hi hi hi..." Ambar berlari kecil menuju tempat Mas Apit makan.


"Ck ck ck....Dasar Ambar si tukang minta." Ucap Resa menggelengkan kepalanya.


"Secara kan Mas Apit tukamg masak Mbak,pasti masakannya enak.Dan Mas Apit disini punya sedikit kuasa dan kebebasan karena Ia adiknya Mas Tono." Ucap April.


"Ya pasti enak lah...Eh,tapi kok kamu gak ikut makan Mas Apit tadi?" Tanya Mbak Resa heran.


"Enggak Mbak."


"Kan kamu abis nganterin minumnya,apa gak ditawari makan yah?"


"Sebenarnya sih ditawari Mas Apit,bahkan bisa dibilang dipaksa untuk ikut makan.Tapi aku gak enak sama Deli Mbak."


"Kenapa memangnya?" Tanya Resa kepo.


"Saat aku datang Deli hanya melirik saja.Saat Mas Apit memaksaku gabung makan dia juga diam saja sambil terus makan.Kan akunya jadi gak enak kalau mau ikut gabung Mbak.Sedangkan Deli saja yang sedang makan bersama Mas Apit sama sekali tak meresponku." Jelas April.


"Bener itu...Secara gak langsung si Deli itu gak mau kamu ikut gabung.Kalau aku yang sedang makan sama Mas Apit,pasti aku juga ikut nawarin kamu biar ikut gabung lah." Ucap Mbak Resa.


"Nah itu Mbak...Tadi pas aku nolak gak mau ikut makan,Mas Apit terlihat jengkel sama aku.Dia bilang kalau aku gak mau makan bareng dia." April menghela nafas berat.


"Biarin saja lah.Yang kamu lakuin bener kok." Bela Mbak Resa.


"Mbak kan tau sendiri.Saat ini Deli juga sedang dekat dengan Mas Apit."


"Iya,sebenarnya aku kurang suka sama si Deli.Dia itu pintar cari muka sama laki-laki.Dia kalau lagi sama Anton saja suka ngerangkul.Mas PW yang biasanya cuek sama karyawan juga sering tertawa dan banyak omong kalau sama Deli. Dan sekarang dia sedang mendekati Mas Apit." Ucap Resa.


"Udah si Mbak biarin aja.Kita lihat aja bagaimana kedepannya." Ucap April tak ingin meng-gibah.


"Ya kesel aja."Ucap Resa.


"Udah ah...Tu orangnya dateng ke sini." Ucap April menyenggol Mbak Resa,kode supaya Mbak Resa diam.


Deli datang membawa mangkuk yang terisi olahan ayam tadi.Deli mengambil gelas lalu minum.


"Nih Pril buat kamu ! Enak loh." Deli menyerahkan mangkok ke arah April.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2