Takdirku?

Takdirku?
Part 125


__ADS_3

Nenek mulai mengoleskan lulur oengantin pada Andi dan April. Cemong sudah seluruh tubuh April dan Andi. Penuh dengan warna orange karena campuran kunyit di lulurnya.


"Nahh sudah selesai. Andi sudah boleh pulang. Kalian harus tidur dengan tetap seperti itu. Biar lulurnya bisa meresap. " Ujar nenek.


" Saya pulangnya gimana ini Nek?" Tanya Andi.


" Pulang ya tinggal pulang to Le." Jawab Nenek enteng.


" Pulang dengan badan seperti ini Nek? " Tanya Andi tak percaya.


Mau ditaruh mana muka Andi jika harus pulang dengan keadaan seluruh badan berwarna oren. Cemong-cemong di seluruh tubuh dan wajah.


" Halahh...Orang rumahmu cuma 5 menit doang sampe kok ribut to Le le." Enteng Nenek.


" Ta-tapii...." Andi memandangi tubuhnya lagi.


Ahhh siaalll... Pasti si Seto dan yang lainnya akan menertawakanku. Aku sudah seperti se-ekor tikus yang kejebur sepiteng saja. Batin Andi.


" Aku tidur dulu yah mas. sudah larut,besok aku harus bangun petang untuk membersihkan lulur ini. Dan besok si perias juga akan datang pagi-pagi sekali." Ucap April.


" Ahh i-iy Dek.. Sampai bertemu lagi besok dengan status yang baru." Jawab Andi tersenyum.


April tak menjawab hanya tersenyum samar.


Andi lalu mengambil baju dan celannya. Andi keluar dengan perasaan malu. Untung saja di luar sudah tak ada orang selain keluarga April dan ke 4 orang yang sudah menunggunya.


Wajar saja jika sudah sepi. Sekarang jam sudah menunjukkan pukul setengah 12 malam.


" Widihh... Habis kecebur di lautan taikk lu ya Mas?" Ejek Seto tak kuasa menahan tawa.


" Kampreett luu.." Andi melemparkan pakaiannya ke arah Seto.


" Sudah ayo kita pulang sekarang." Ucap Ardi yang memang sedari tadi ingin pulang.


" He em." Gumam Andi.


Mereka ber-lima pun akhirnya pulang. Andi di bonceng oleh Ardi adiknya. Katanya,manten tak boleh naik motor sendiri. Takut ada apa-apa di jalan.


Sesampainya di rumah,Andi bertemu dengan keluarganya. Saudara Ibu dan Ayah juga memenuhi kediaman Andi.


Mereka sibuk mempersiapkan segala keperluan resepsi besok. Terdapat banyak bingkisan parsel yang sudah siap untuk di bawa besok.


" Anak lelaki Ibu Risma kok wajahnya jadi cemong kayak gitu." Tagur tante Lisna.


" Biar besok amin kinclong Tan." Jawab Andi seadanya.


Andi langsung nyelonong masuk saja ke kamarnya. Malu jika harus bertemu orang dengan keadaan yang seperti ini.

__ADS_1


" Aaahhhhh.... Besok aku akan menikah dengan Aprill..." Ucap Andi senang merebahkan tubuhnya di ranjang.


" Ehh tapii... Kalau besok aku salah ngucapin ijab qobuknya gimana ?" Panik Andi langsung bangkit duduk.


" Gak bisa gak bisa... Aku harus latihan dulu sebelum ijab qobul besok. Mau ditaroh mana muka aku jika besok salah." Gumam Andi.


Andi mengambil ponselnya,lalu membuka aplikasi youtube unyuk menonton acara ijab qobul. Andi ingin mencontih dan belajar pelafalannya.


" Okk... Jika pak penghulu billang. "


Saya nikahkan dan kawinkan saudara Andi Pratama bin Ridwan,dengan saudari Aprilia Calista dengan mas kawin seperangkat alat solat,serta emas seberat 13 gram di bayar tunai.


" Lalu setelah ada kode hentakan tangan dari pak Penghulu. Aku harus menjawab."


Saya terima nikah dan kawinnya Aprilia Calista dengan mas kawin seperangkat alat solat serta emas seberat 13 gram di bayar tuuunnnaaiii.


" Nahh.. Jadi aku harus hafalkan kalimat ijab qobul itu. Disini dijelaskan kalau kalimat ijab qobul harus dilafalkan sekali tarikan nafas." Gumam Andi yang sedang membaca artikel di google.


" Jadi,sebelum ber-ucap aku harus mangambil nafas banyak-banyak terlebih dahulu. Agar tak kehabisan nafas di tengah kata." Monolog Andi manggut-manggut.


" Saya Terima kawinnnya Aprilia Calista dengan mas kawin seperangkat alat solat serta emas seberat 13 gram di bayar tunaii..." Andi mencoba menghafalkan.


Tiba-tiba terdengar suara deheman seseorang dri pintu kamar Andi.


" Nikahnya mana Mas? Kenapa yang diterima hanya kawinnya saja? Harusnya kan saya terima nikah dan kawinnya. Bukan saya terima kawinnya saja." Tegur Ardi geleng-geleng kepala.


"Mas sih terlalu fokus latihan ijab qobul,sampi-sampai Mas gk tahu kalau aku masuk." Jawab Ardi melipat tangannya di dada.


" Sana-sana,keluar kamu !! Jangan ganggu aku." Andi bangkit mengusir Ardi. Andi malu karena ketahuan Ardi.


" Aku kesini cuman mau ngingetin. Ngafalin ijab qobuknya jangan kenceng-kenceng. Malu di dengerin orang luar. Banyak yang nguping sambil ngetawaain tadi. mangkanya aku tegur kamu mas." Ucap Ardi berbalik hendak keluar.


" Oh iya,besok kalau ijab qobuk jangan salah lagi. Jangan kawin nya aja yang di terima. Nikahnya juga harus diterima Mas." Ledek Ardi lalu berjakan cepat meninggalkan kamar Andi.


Brakkkk.... Pintu kamar di tutup keras oleh Andi. Tak lupa Andi menguncinya pula.


" Astaga... Saking fokus dan semangatnya aku sampai tak sadar kalau suaraku kedengeran sampai luar. Ckkk,mau di taroh mana mukaki besok." Andi menepuk-nepuk jidatnya pelan.


" Tapii apa benar kata Ardi ? Masa tadi aku hanya bilang saya terima kawinnya saja? Tapi sepertinya memang iya sih? Tapi kenapa aku melupakan kata nikahnya? Apa karena aku sydah tak sabar kawin?" Gumam Andii merebahkan dirinya.


" Ahhhhh tak sabarnyaaa kawinnn..."


" ehh uppss... Maksudnya tak sabarnya nikahh .." Andi memukul-mukuk kasur gemas.


Tok Tok tok...


Andi hening seketika.

__ADS_1


" Jangan keras-keras Mas. " Teriak Ardi dari luar kamar Andi.


Andi langsung menepuk mulutnya berulang-ulang.


" Duhh... Lemes banget nih mulut dah."


Gerutu Andi merutuki mulutnya yang tak bisa dikontrol.


" Astaga,sudah jam setengah 2 malam. Aku harus cepat tidur,agar tak bangun kesingan besok."


" Tak lucu kan kalau aku jadi viral gara-gara gak jadi nikah karena bangun kesiangan." Seloroh Andi geli.


Andi pun langsung memposisikan badannya mencari posisi ternyaman untuknya tidur.


" Habis kuning semua nih sarung bantal sama seprai Ibu." Ucap Andi yang melihat noda kuning menempel di seprai.


" Aahh bodo,yang penting besok nikah."


Tak lama Andi pun benar-benar terlelap. Bahkan saking lelapnya tidur Andi. Andi sampai mengigau,


" Zaaayyaa terimmaaa kawwiinnya Aapr....... Zzzzzzzzz zzzzzz...." Gumam Andi yang terngiang-ngiang lafal ijab qobul sampai ke alam mimpinya.


Sementara di sisi April. Calon istri itu sudah tertidur sangat lelap. Tak seperti Andi yang sibuk menghafalkan ijab Qobul.


.


.


.


.


...Bersambungg......


...Haaii para readerssku....


...Maaf yah karena saya telap update nya....


...Saya punya kendala di ponsel,keyboard ponsel saya sering eror dan mengetik sendiri tak jelas. Bahkan sering tak bisa berfungsi....


...Mohin dimaklumi yah,mau ganti ponsel tapu uangnya masih belom ada. Maklumm dampak copitt,kerjaan suami jadi terganggu....


...Terimakasih yang sudah stay terus bareng aku,semoga kalian semua di beri kesehatan,kebahagian serta kelacaran rezeki....


...Oiya,jangan lupa Like Komen Vote Serta Favorit yah.....


...Babayy...

__ADS_1


__ADS_2