
Kembali lagi disaat April sedang menuangkan air.Pada episode ke 78.
April menuangkan air 1 galon di panci yang dibawa Mbak Resa tadi.Sedangkan Mbak Resa membuka bungkusan teh,lalu di masukkan di dalam panci yang berisi air.
Saat April menunggu air yang di galon habis.
"Wokk,Aprill..." Panggil Mas Tono.
Deg Deg..
Haduhhh...Bagaimana ini? Apa Mas Tono akan marah denganku? . Batin April ketar-ketir.
Saking takutnya,galon yang sedari tadi Ia pegang agar airnya dapat mengalir ke panci terjatuh.
Jedugg...
"Hampirrrr saja..."Gumam April sambil mengelus dadanya.
Galon itu hampir menimpa kakinya jika April tak buru6buru menggeser kakinya.
"Wokkk..." Panggil Mas Tono lagi.
April takut-takut menoleh perlahan.
"Da-dalem Mas" Sahut April tergagap.
"Kamu kalau mau izin harus pagi.Kalau kamu minta izinnya siang,gak bakalan saya balas." Tegas Mas Tono menatap April tajam.
"Ba-baik Mas."
"Saya gak suka kalau ada karyawan yang minta izin dadakan." Ucap Mas Tono lagi."
"Ma-maaf Mas." Jawab April tergagap.
Mas Tono diam dan melanjutkan makannya.Mbak Resa pun juga telah selesai melanjutkan menuangkan air galon.
"Ayo Dek,bantu aku mengangkatnya." Ucap Mbak Resa.
April mengangguk lalu membantu mengangkat panci dan diletakkan diatas kompor.
Selesai,April dan Mbak Resa kembali ke tempatnya.
"Oiya,tadi ada anak baru di bagian kita loh." Ucap Mbak Resa antusias.
"Masak sih Mbak? Dimana dia ? Kok dari tadi aku gak tau ?" Tanya April.Pasalnha sedari tadi Ia tak melihat adanya anak baru.
"Pas kamu datang dia lagi mandi.Mungkin sekarang sedang siap-siap di kamar tuh." Jelas Mbak Resa.
"Oalah...Cowok apa cewek Mbak?"
"Cewek...Namanya Febi."
"Yah...Kok cewek lagi sih Mbak? Katanya Mas Tono mau carikan karyawan barunya laki-laki,biar bisa disuruh angkat-angkat berat." Protes April.
"Tadi katanya Mas Tono,gak ada pelamar laki-laki.Banyak pelamarnya cewek,jadi ya mau gimana lagi.Karena sebentar lagi puasa,nanti pasti riweh.Makanya dicarikan karyawan sekarang,biar bisa diajari dulu,dan nanti kalau pas bulan puasa sudah bisa buat minumannya." Jelas Mbak Resa.
"Oalah...Emang seribet apa sih Mbak kalau pas bulan puasa?" Tanya April penasaran.
"Ribet banget Dek...Kalau cuma 2 orang Mah dijamin keteteran semua kerjaannya."
"Haduhh kok aku jadi takut yah..."Ucap April.
"Tenang aja...Kan kita udah berempat."
__ADS_1
Sedari tadi April dan Mbak Resa dusuk di drum kecil.Mereka duduk di samping meja.Sedangkan Ambar sedang ikut duduk berada disamping Mas Yen dan Mas Agung.Hingga tak terasa mereka mengobrol sudah sampai jam 7 malam.
"Kalll...Kaliii..." Panggil Mas Yen.
"Apa Mas?" Jawab April bingung.
"Kamu sudah dilamar ya...?" Tanya Yen tiba-tiba.
Deg Degg Deg...
Bagaimana Mas ten bisa tahu tentang hal itu? . Batin April ketar-ketir.
Mas Yen dan Mas Agung pun berjalan mendekati April.Setelah sampai di samping April.Mas Yen pun lanhsung menarik tangan kiri April.
"Nahhh inii...Ini ada cincin polos yang melingkar di jari manismu." Ujar Mas Yen sembari mengangkat tangan April dan menunjuk cincin yang dimaksud.
April buru-buru melepas genggaman tangan Mas Yen demgan kasar.
"Kenapa sih Mas?" Tanya April datar.
"Kamu beneran sudah dilamar kan?" Desak Yen dan Agung bersamaan.
"Beneran Pril?" Mbak Resa pun ikut bersuara.
"Siapa yang bilang sama kalian?" Tanya April memandang Yen dan Agung.
"Ambar tuh." Ucap keduanya sembari menengok melihat Ambar yang sedang makan.
Ambarpun yang ditatap sedemikian menjadi salah tingkah hingga tersedak.
"Apaan sih kalian lihat-lihat?" Tanya Ambar gerogi.
April,Yen,Agung dan Resa berpaling dari Ambar.Sedangkan Ambar sepertinya tahu sesuatu.
"Duh duhh perihhh...." Pekiknya setelahnya.Ambar yang tadinya sedang makan dengan sambal memekik.Pasalnya,tangannya masih belepotan sambal,tapi malah Ia tepuk-tepukan didahinya.Jadilah sambal ditangannya mengenai matanya.
Ambar buru-buru lari ke wastafel untuk mencuci matanya yang terasa terbakar karena sambal.
Sedangkan April pun jengkel dengan sikap Ambar yang sangat ember.
Ckkk...Dasar emberrrr...Pasti kabar aku kamaran sudah tersebar di desanya Mbak Ambar nih. Batin Aprik kesal.
"Iya kan kamu sudah lamarann?" Desak mereka bertiga lagi.
"Kalau iya kenapa Mas? Toh yang ngelamar aku bukan suami orang kan? " Jawab April kesal.
"Jadi beneran?" Mereka malah melotot tak percaya.
"Iya beneran...Malahan sudah mau nikah bulan Agustus nanti." Ucap April pelan.
"Aapaaaaa !!!"
"Iissssshhh...Ngapain teriak sih?" kesal April sambil mengusap telinganya.
Untung saja para karyawan sedang pada makan dibelakang.Jadi hanya ada mereka berempat di sana.
"Beneran kamu? Serius?" Ternyata mereka masih tak percaya.
Dengan malas April hanya mengangguk sambil memutar kedua bola matanya.
"Isshh isshhh isshhh...Masih pada bocil udah mau nikah aja nih.Kayak Vani juga kamu Pril." Ucap Agung.
"Ya mau gimana lagi,namanya jiga jodoh." Jawab April sambil mengangkat bahunya.
__ADS_1
"Kamu mau nikah muda apa gara-gara sudah gak tahan?" Tanya Yen dengan suara pelan.
"Gak tahan apa Mas?"
"Gak tahan ingin merasakan ena-enak...Ha ha ha..." Sambung Yen dengn tertawa..
Sontak saja ku pukul bahunya keras karena saking kesalnya.
"Sembarangan kamu Mas...Aku ini masih kecil,otakku masih suci.Mana ada aku mikir sampai menjurus ke sana." Ucap April kesal.
"Jiaaahhhh...Udah tau masih kecil kenapa mau nikah Jubaedahhh..." Sergah Mas Agung.
"Ya karena April di jodohkan...April mau bahagian orang tua April.April gak mau ngecewain orng tua April." Jawab April pelan.
Yen,Agung dan Resa pun terdiam setelah mendengar ucaoan April.
"Aaa...Eeemmm... Ka-kamu suka sama calon suamimu?" Tanya Resa kemudian.
"Sebenarnya aku awalnya sama sekali gak kenal sama Mas Andi.Walaupun kami satu desa,tapi Mas Andi orangnya jarang main jadi aku gak kenal."
"Mas Andi itu nama calon suamimu ya?" Tanya Agung.
"Iya."
"Umurnya berapa?" Tanya Yen.
"32." Ucap April cepat dengan nada pelan.
"Apaaaa !!! Om Om dong." Pekik pelan mereka.
April hanya diam..
"Aprill...Di depan ada yang nyariin kamu tuh." Ucap Su'am yang tiba-tiba datang.
"Siapa?" Tanya April bingung.
"Gak tau, dia laki-laki yang sedang duduk di meja nomor 9." Ucap Su'am yang lalu pergi kedepan lagi.
"Aku ke depan dulu ya Mbak." Pamit April pada Mbak Resa.April berjalan melalui Yen dan Agung begitu saja.Mengabaikan ekspresi terkejud sekaligus penasaran mereka yang masih terpampang nyata di raut wajah.
April berjalan pelan kedepan.Pandangannya menyapu setiap meja,mencari meja nomor 9 yang berdiam laki-laki yang dimaksud su'am.
Ketemu,meja nomor 9 dengan seorang laki-laki yang tengah duduk menggunakan baju merah marun,celana hitam selutut dan jaket levis yang Ia sampirkan di kursi belakangnya.
April membola tak menyangka.Ternyata yang datang menemuinya adalah..........
.
.
.
.
.
Bersambung..
Jangan lupa like komen vote serta favorit yah...
Selalu dukung karya saya.Dukungan kalian sangat berarti bagi saya.
Oiya...jangan lupa jaga kesehatan yah..Babayy..😄
__ADS_1