Takdirku?

Takdirku?
Memulai lagi


__ADS_3

"Mungkinkah hal serupa juga terjadi disini?" Tanya Andi pada seluruh karyawannya.


"Apa Bapak mau mencari bantuan orang pintar?" Tanya Siti.


"Orang pintar bagaimana Siti? " Tanya Andi tak paham.


"Orang yang memang ahlinya dalam hal seperti ini." Lanjut Siti.


"Siapa? Apa? Dimana?" Tanya Andi sungguh tak paham.Otaknya sedang konslet mungkin,jadi sangat lama memproses.


"Ckkk" sontak seluruh karyawan berdecih gemas pada Andi.


"Kenapa?" Tanya Andu semakin terlihat bodoh.


"Dukunn lah Mass..." Jawab Seluruh karyawan mereka berbarengan.Mereka gemas karena Andi sama sekali tak paham.


"Orang pintar? Orang yang ahli? Dukun ?....Buat apa?"


"Astaga Mas Andii....." Geram Dito menjambak rambutnya sendiri.Dito memang lebih berani dengan Mas Adni dari pada karyawan lainnya.Karena Dito adalah kawan Andi sendiri sekaligus tangan kanannya.


"Apa sihh..." Ucap Andi tanpa beban.Padahal Andi sudah membuat seluruh karyawannya gemas minta ampun.


"Dah lah males omongan sama kamu Mas..." Ucap Dito ketus.


Andi mengernyitkan dahinya melihat ekspresu Dito yang kelihatan jengkel padanya.


"Begini loh Mas Andi...Dulu Tante saya saat mengalami kejaduan seperti ini,Tante saya ke orang pintar.Kebetulan orang pintar itu masih terhitung sodara jauh dari saya juga.Rumahnya malahan pas disamping rumah saya." Ucap Siti.


"Weeehhhh Promisii nih critanya..." Sindir sofyan.Pasalnya Siti merekomendasikan Dukun yang masih ada ikatan sodara dengan Siti.


"Ckk apaan sih Soff...Ganggu aja." Ketus Siti melirik Sofyan sinis.


"Sofyan diem dulu....Siti lanjutkan." Potong Andi.


"Tante saya minta ditrawang tuh sama Orang pinter,kat---"


"Dukunn Siti Dukunn...Pakek acara nyebutnya orang pinter segala lagi." Potong Sofyan lagi.


Siti bangkit lalu memiting kepala Sofyan.Kesal Siti dengan Sofyan karena selalu memotong dan membantah ucaoan Siti.


"Rasain kamu Rasainn nih..."


"Aduh duh duhh ...Sakit Woii..." Pekik Sofyan kesakitan karena kepalanya di kempit dengan kuat dibawah ketek Siti.


"Sofyan....Sitiii...."Tegur Andi.


Yang lain hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan keduanya.Hal seperti itu sudah sering mereka saksikan.Siti dan Sofyan memamg akan seperti tom dan Jerry saat di satukan dalam satu lingkup.


Mendengar namanya dipanggil Andi,sontak Softan Dan Siti langsung diam dan berdiri sempurna mengatupkan kedua tangannya meminta maaf.


"Dasar duo S kebanyakan tingkah..." Cibir Dito.


"Duo S ? Dingin dong." Sambung Sofyan..

__ADS_1


"Dingin apaan,Lu pikir sikap Mas Andi Ke elu apa?" Canda Dito.


Krik krik...krik krikkk...


Garing sekali,tak ada tawa yang terdengar justru tatapan mata tajam setajam silet yang menghunus Dito.


Dito yang merasa menjadi pusat perhatian nyengir kuda sambil garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"He he he bercanda Mass...Pissss !!" Ujar Dito mengacungkan 2 jarinya membentuk huruf V.


Andi masih menatao Dito dengan tajam seolah meminta penjelasan.Dito pun menjadi canggung sendiri.


"Duo S itu maksudnya Sofyan dan Siti.Kan sama-sama berawalan S.Ya jadi pantas diberi julukan Duo S. He he he..." Jelas Dito pada akhirnya.


"Jadi tadi bagaimana Siti?" Andi pun beralih kepada Siti lagi.


"Sampai mana tadi yah?" Ujar Siti yang lupa.


"Sampai Tante kamu minta di trawang sama Dukun." Ucap Andi.


"Oiya...Terus kan ditrawang tuh...Nah katanya ada saingan warung Tanteku yang sirik.Akhirnya saingan Tanteku itu pakek Dukun buat bikin makanan di warung Tanteku basi semua.Ya persis seperti kejadian disini Mas.Tapi bahkan lebih parah Di sini." Jelas Siti.


"Lalu akhirnya bagaimana?" Tanya Andi kepo.


"Ya Tante saya juga minta tolong ke Orang Pinter buat mengembalikan kiriman jin yang buat makanan basi di warungnya agar kembali ke pemiliknya. Terus melakukan hal serupa pula pada saingan warung Tante saya."


"Terus?"


"Terus besoknya warung Tante saya ramai lagi.Makanannya sudah normal dan gak basi lagi.Gantian Warung yang di depan Tante saya yang mengalami.Jadi ketahuan kan siapa yang ngirim Jin buat ngerusuhin usaha Tante saya.Akhirnya warung depan tempat Tante saya bangkrut karena ulahnya sendiri." Jelas Siti.


"Ya udah gak ada terus-terusannya lagi lah Mas.Nanti malah Nabrak kalau diterusin." Canda Siti.


"Ckkk..." Semua berdecak mendengarnya.


"Bagaimana Mas? Mas juga mau ke Orang Pintar?" Tanya Siti .


"Belum tau,nanti saya pikirkan lagi." Jawab Andi.


"Jadi hari ini gimana Mas?" Tanya Dito.


"Hari ini kita tutup,kita beraih-bersih.Buang semua sayuran dan protein yang busuk.Buang juga nasi yang basi."


"Baik Mas." Jawab mereka kompak.


"Apa ada lagi selain bahan masakan dan nasi?" Tanya Andi memastikan.Pasalnya tadi Andi hanya mengecek sayuran dan nasi saja.


"Beras 2 karung juga dipenuhi ulat dan kutu Mas." Ucap Si Mbok.


"Astagaa Ya Allah.." Andi syok mendengarnya.


"Emmm,Gula di gudang juga di kerubungi semut Mas,sangat banyak semut.Sampai satu karung gula habis." Ucap Karyawan bagian gudang.


"Satu karung tepung terigu juga dipenuhi kutu dan ulat Mas." Tambah yang lain.

__ADS_1


"Hahhhh....." Andi menunduk menjambaki rambutnya.


"Baiklah,kita keluarkan semua bahan-bahan yang sudah tak layak pakai.Masukkan semuanya ke dalam mobil bak terbuka.Termasuk bahan makanan yang busuk tadi,masukkan ke dalam kamtong plastik lalu angkut dan taruh ke mobil bak.Nanti semua akan saya buang di pembuangan sampah terdekat."


"Untuk Sofyan da Dito nanti bantu saya belanja untuk kebutuhan warung besok dan seterusnya.Kita akan menstok lagi semuanya dari nol.Dari bumbu dapur,sayuran,beras dan bahan kering lainnya yang kosong." Sambung Andi.


"Baik Mas.."


"Rapat kali ini di tutup.Kalian semua sudah bisa mulai untuk acara bersih-bersihnya."


"Baik Mas."


"Wassalamualaikum wr wb."


"Waalaikumsalam wr wb."


Andi pun pergi meninggalkan area rapat.Andi berjalan menuju ruangannya untuk berganti baju santai.


Andi akan ikut membantu para karyawannya untuk membuang semua bahan yang rusak.


Andi berjalan dengan lesu tak bersemangat.Andi akan berusaha sekali lagi memmulainya dari awal.


Sebenarnya Andi sangat tergiur dengan tawaran Siti untuk pergi ke orang pintar.Tapi akal sehat Andi menolak keras.


Andi sadar betul jika hal seperti itu sangatlah salah.Tak sepatutnya Andi menerima saran Siti.


Jika Andi percaya dan pergi ke Dukun itu.Sama saja Andi menduakan Allah.Andi akan jatuh dalam lubang kemusrikan.


Dan Andi tak mau hal itu terjadi.Andi lebih memilih berusaha lagi semuanya dari awal.


.


.


.


.


Bersambung..


Jangan lupa


Like


Komen


Vote


serta


Favorit yah Readerss...


Maaf jika banyak Typo yang mengganggu.Dan maaf pula jika waktu update tak menentu.Bahkan kadang tak update selama beberapa hari.Mohon di maklumi yah Readerss..

__ADS_1


Dan terimakasih untuk semua pembaca yang setia selalu dengan karya ini.


Happy Readingg...😍


__ADS_2