Takdirku?

Takdirku?
Pamit


__ADS_3

Pukul 4 dini hari Andi terbangun lebih dulu.Andi memandangi April yang masih tidur disampinya.Andi tersenyum,karena saat ini April berada dalam dekapannya.Entah hilang kemana guling yang menjadi pembatas semalam.


Saat Andi sedang menikmati momen kedekatan itu,April bergerak menunjukkan tanda-tanda akan bangun dari tidurnya.Andi buru-buru menutup matanya berpura-pura masih tidur.Andi pun tak merubah posisi mereka,Ia ingin melihat bagaimana reaksi April saat mereka tidur berpelukan seperti ini.


"Eemmm..." April menggeliat tertahan,April membuka matanya dan melotot dengan sempurna.


April terkejud melihat posisi tidur mereka yang sangat intim.Dengan April yang tidur dilengan Andi sebagai bantalnya dan tangan April yang melingkar sempurna memeluk pinggang Andi.April sungguh malu,mungkin semalam April mengira Andi adalah gulingnya.Hingga Ia memeluk Andi dengan begitu posesifnya.


Tampan juga Mas Andi.Gak kelihatan begitu tua kok,walaupun umurnya sudah 32 tahun. Batin April memanndangi Andi yang pura-pura tidur itu.


Ahhhh...Kenapa April hanya diam saja tak menarik dirinya mundur? Apa dia nyaman berdekatan denganku seperti ini yah? Tapi aku sudah tak tahan kalau terus seperti ini.Bisa-bisa si otong berontak nih. Batin Andi kegirangan.


Andi pun pura-pura menggekan matanya ber ekting seolah-olah akan terbangun dari tidurnya.Andi membuka matanya,Ia melihat April yang masih memandanginya.


"Astagfirullah" Kaget April menarik dirunya menjauh tapi ditahan oleh Andi.


Tangan Andi yang berada dipinggang April menahan pergerakan April yang hendak menjauh.Andi ingin sedikit menggoda April,Andi ingin mengetahui bagaimana reaksi April.


"Lepaskan Mas" Ucap April pelan tak ingin orang tuanya mendengar keributan dari dalam kamarnya.


"Kenap dilepas? Bukannya semalam Adek yang peluk Mas yah?" Goda Andi dengan wajah yang biasa saja.Andi terlalu kaku,hingga saat bercanda pun wajahnya masih terlihat serius.


"Lepas Mass" Ulang April dengan berontak melepaskan tangan Andi yang memeluknya.Andi hanya diam menggelengkan kepala tanda menolak.


"Kita bulum muhrim Mas ! Tak seharusnya kita berdekatan sepri ini !" Ucap April kesal memandang Andi.


"Astagfirullah...Mas lupa Dek" Ucap Andi yang langsung melepaskan pelukannya.


"Lupa- lupa apanya" Ketus April kesal lalu beranjak bangkit keluar kamar hendak berwudhu untuk solat subuh.


"Eh Dek mau kemana?" Cegah Andi mengikuti April.


"Ambil wudhu" Jawab April singkat.


"Ehh ikutt...kita solat berjama'ah."


Selesai berwudhu April dan Andi solat subuh berjama'ah.Selesai solat,April keluar untuk membantu Ibu memasak sarapan.Tapi ternyata ibu sudah selesai memasak untuk sarapan.


"Andinya mana Pril?" Tanya Ibu yang sedang meletakkan lauk du meja makan.


"Masih dukamar Buk,habis solat subuh."


"Udah hampir setengah 6 nih,kamu mau sarapan dulu atau mandi dulu?"


"Masih terlalu pagi untuk sarapan Buk,April mandi dulu saja yah?"


"Iya...Tapi buruan mandinya.Nanti sehabis sarapan kamu harus anterin Mas Andi pulang dulu sebelum berangkat sekolah."


"Harus April yah Buk yang nganterin Mas Andi?" Tanya April yang keberatan.


"Yaiyalah siapa lagi? Masak Ibu? Kan kamu calon Istrinya !"


"Hmm"


April kembali memasuki kamar hendak mengambil seragam sekolahnya.Sesampainya dikamar,Apeil melihat Andi yang rebahan dengan memainkan ponselnya.

__ADS_1


April pun cuek bebek hanya lewat mengambil baju dilemari tanpa memperdulikan Andi.


"Dek"


April diam saja,April masih kesal karena kejadian bangun tidur tadi.


"Dekk sini !" Andi menarik tangan April hingga Apeil jatuh terduduk di sisi ranjang samping Andi.


"Aduhh...Kenapa sih Mas?"


"Mas mau ngomong sebentar."


"Apa?"


"Emmm...Mas mau pamit sama Adek."


"Pamit? Emangnya Mas Andi mau kemana?" Tanya April penasaran.


"Sudah hampir sebulan Mas meninggalkan rumah makan Mas dikota.Ada masalah kecil yang mengharuskan Mas untuk pergi ke kota.Kira-kira Mas akan pergi selama 4 bulan,Mas akan menginap di sana."


"Terus?"


"Adek ngijinin nggak?"


"Kenapa harus minta persetujuan aku?" Tanya April biasa saja.


April sama sekali tak merasakan sedih mendengar kabar Andi akan pergi bekerja selama 4 bulan.Dan ekspresi biasa April dapat dibaca oleh Andi.Andi merasa sedikit kecewa melihat respon April yang sama sekali tak merasakan kesedihan.


"Karena kamu calon istri Mas" Jawab Andi datar karena merasa kecewa.


"Ini uang apa Mas?" Tanya April yang membuat Andi mengehentikan langkahnya saat baru sampai di pintu.


"Tambahan uang saku untukmu selama aku pergi.Aku sedang tak memiliki uang banyak,hanya tersisa itu untukmu." Jawab Andi singkat lalu berjalan kembali keluar.


"Tap---" Ucap April terhenti karena Andi sudah keluar dari kamar.


April pun buru-buru keluar menyusul Andi dengan membawa pakaian gantinya yang telah Ia ambil sebelumnya.


Ternyata Andi sudah duduk dimeja makan bersama dengan Bapak dan Ibu.April pun tak jadi mendekat ke Andi,April berlalu pergi untuk mandi.


Andi hanya melihat April yang berlalu melewatinya tanoa menoleh sedikitpun ke arahnya.


"Gak makan dulu Pril?" Tanya Bapak yang melihat April berlalu.


" Nanti Pak setelah mandi,keburu kesiangan." Elak April menjawab Bapak.


Sebegitunya kamu tak perduli padaku April? Lihat saja ! Akan ku buat kamu jatuh cinta padaku nantinya. Batin Andi menatap punggung April.


"Maafkan sikap April ya Nak Andi" Ucap Bapak yang paham dengan apa yang dirasakan Andi.


Bapak sebenarnya tahu jika April menerima Andi karena terpaksa,tapi Bapak tak bisa berbuat apa-apa.


"Gak papa Pak" Jawab Andi memaksakan senyumnya.


Selesai mandi April pun bergabung ikut sarapan bersama yang lainnya.Tak ada obrolan sepanjang makan,hanya terdengar suara dentingan sendok yang sedang beradu dengan piring.

__ADS_1


Selesai sarapan April hendak berangkat sekolah dan mengantarkan Andi pulang terlebih dahulu.


"Pamit dulu Pak,Buk" Ucap Andi berpamitan dengan orang tua April.


"Iya" Jawab mereka singkat dengan tersenyum.


"Assalamualaikum" Ucap Andi dan April berbarengan.


Andi dan April melajukan motornya menuju rumah Andi.April dan Andi saling diam selama di jalan,hingga April buka suara.


"Uang Mas Andi aku kembalikan ya" Ucap April tiba-tiba yang membuat Andi mengerem mendadak.


"Apa maksudmu? Kesal Andi menoleh ke arah April.


"Yaa aku kayak nggak pantes saja menerima uang dari Mas Andi."


"Kamu calon istriku...jadi jangan pernah menolak pemberian dariku" Tegas Andi kembali melajukan motornya.


April hanya diam hingga sampai didepan rumah Andi.Andi turun dari motor dan April berpindah duduk didepan hendak berangkat sekolah.


April mengulurkan tangannya hendak salim dengan Andi.Andi pun menerima ukuran tangan April.April mengecup tangan Andi berpamitan.


"April sekolah dulu Mas"


"Gak mampir dulu?"


"Udah siang Mas...Nanti telat."


"Yaudah"


"Mas hati-hati kalau berangkat ke kota nanti ya.Jaga kesehatan disana dan terima kasih untuk uang jajannya.Salam buat Ibu dan Pak Ridwan dirumah.April berangkat dulu Mas,Assalamualaikum."


"Waalaikim salam...Hati-hati."


Setelah kepergian April,Andi pun masuk kerumahnya hendak bersiap-siap menata barang-barang yang akan Ia bawa pergi ke kota.


.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa


Like


Komen


Vote


Favorit yah..

__ADS_1


__ADS_2