
"Dek..."
Deg Deg..
Jantung April berdetak cepat,tubuhnya seketika menegang.Panggilan itu,hanya Mas Andi yang memanggil April seperti itu.
"Mas Andi." Ucap April tanpa suara,hanya gerakan bibirnya saja yang terlihat.
April pun membalikkan badannya,dan berharap orang itu adalah Mas Andi.
"Akhirnya Mas Andi dat--- tangg..." Ucap April girang sambil membalikkan badannya.Namun ucapan April melemah saat melihat kenyataan di depannya.
"Mas Andi ? Siapa Sek?" Ucap Laki-laki yang tadi menepuk bahu April.
"Aahh eemmm...Ti-tidak Mas,tadi aku kira Kakak saya yang manggil." Elak April canggung.
"Dek...Tolong motornya jangan dimundurin dulu.Saya dulu yang keluar dari parkiran.Saya lagi buru-buru soalnya." Ucap laki-laki yang seusinya Mas Andi.Mungkin Ia salah satu wali murid yang akan pulang juga.
April mengangguk meng-iyakan ucapan si Mas-Mas tersebut.
Pupus sudah harapan April.tadinya, hati April sudah terbang ke awan karena berfikir Mas Andi datang.Kini jatuh terhempas di lapisan bumi paling dalam karena salah orang.
Issshhh....Lagian kenapa juga sih aku berharap banget kalau Mas Andi datang. Batin April kesal.
April pun pulang dengan ke adaan hati yang dongkol.
●●●
Sesampainya dirumah April langsung mengganti baju dan membersihkan wajahnya dari make up yang tebal tadi.
"Sayang sekali jika harus dihapus make up nya.Padahal sudah bayar mahal-mahal dan hanya digunakan selama 6 jam." April ber monolog menyayangkan jika riasan wajahnya harus dihapus.
"Ya jangan dihapus kalau sayang.Biarin aja begitu sampai hilang sendiri Kak." Sambung Mira yang ternyata sudah berdiri di pintu kamar April.
"Eh kamu Dek...Sejak kapan disitu? Kok Kakak gak tau?"
"Ya Kakak sih terlalu sibuk mengagumi kecantikan wajah Kakak." Kelakar Mira.
"Yeeyyyy....Tapi kan memang cantik." April berucao sembari tersenyum dan menaik turunkan alisnya.
"Dasar Narsis...Yaudah jangan dihapus riasannya biar cantik terus" Ejek Mira.
"Nanti wajah Kakak berjerawat dong.Kamu kan tau jika wajah Kakak sensitif banget kalu pakai make up." Jelas April.
"Oiya aku lupa Kak..." Mira menepuk keningnya.
"Tadi kesini mau ngapain Dek?"
"Nah kan Aku jadi lupa...Tadi aku disuruh Ibu tanya Kakak.Kakak hari ini kerja tidak?" Ucap Mira.
"Sebenarnya sih harusnya berangkat kerja.Tapi kayaknya Kakak mau minta ijin cuti sehari aja deh." Jelas April.
"0h yaudah Kak.." Mira langsung keluar setwlah mendapat jawaban dari April.
"Yeeyyy tu anak gimana sih.Gak jelas banget." Gumam April.
April pun langsung mengambil ponselnya hendak mengirim pesan ke Mas Tono.
📤Assalamualaikum Mas Tono.Ini saya April,mau minta izin untuk cuti 1 haru full boleh tidak Mas.Ini setelah wisuda masih ada acara makan-makan sama kawan-kawan sekelas.
Send,centang dua berwarna abu-abu.
April pun selesai membersihkan wajahnya lalu mandi dan beringsut menaiki kasur untuk tidur.Istirahat sejenak,untuk tidur siang.
__ADS_1
Aprip terbangun dari tidurnya pukul setengah 3 sore.April mencari-cari ponselnya dengan mata yang masih terpejam.
Setelah tangannya dirasa telah memegang ponselny,April membuka Aplikasi berwarna hijau.
Dilihatnya pesan yang tadi Ia kirim ke Mas Tono.Centang 2 berwarna biru.April segera membuka lebar-lebar matanya.
"Pesanku sudah dibaca,tapi kenapa gak di bales sama Mas Tono yah?" Gumam April bingung.
April pun mengirim pesan pada Vani untuk bertanya.
📤Eh Van...Tadi pas kamu minta izin ke Mas Tono dibales gak? Atau cuma di read doang kayak aku ini?. Send.
Satu menit kemudian terdengar bunyi pesan masuk.Buru-buru April membuka pesan balasan dari Vani.
📥Tadi aku dibalas Pril....Iya,ok begitu..
📤Tapi ini aku kok cuma di baca doang Van? Aku harus bagaimana ini? Berangkat atau tidak ini?
📥Yang penting kamu udah izin kan,udah dibaca juga.Gak usah berangkat gak papa.
📤Tapi gak dibalas Van...Berbeda dengan kamu,kamu mah udah dapat balasan dan udah dapet izin.
📥Tauh ah terserah kamu...Udah dulu yah,aku masih sibuk nih.
Tinggallah April dengan sejuta kebimbangannya.Pesannya hanya dibaca oleh Mas Tono.Dan hal itu yang membuat April pusing.
Sungguh,lebih baik Mas Tono membalas pesannya,dan menolak izin April.Kan semua jadi lebih mudah.April akan berangkat bekerja jika sudah begitu.
Lah,jika begini.April sungguh bingung.Jika April tak berangkat,nanti takutnya Mas Tono marah dan memecat April.Tapi jika April berangkat? Kan tadi sudah izin,walaupun cuma di baca saja.
"Aaarrhhh" Pekik April bingung.
"Ada apa sih Pril?" Tanya Ibu yang mendengar jeritan kekesalan April.
"Kenapa? Kamu beneran gak kerja kan hari ini?" Tanya Ibu.
"Nah itu masalahnya Buk."
"Masalah kenapa?" Tanya Ibu heran.
"April sudah kirim pesan sama Bos April Buk.Tapi cuma dibaca saja,todak di balas.April harus bagaimana Buk? Berangkat atau tidak?" April pun meminta saran dari Ibunya.
"La kemaren gimana kesepakatannya? Izinnya satu hari full atau setengah hari?" Tanya Ibu.
"Harusnya satu hari full Buk.Tapi kemarin Mas Tono berubah pikiran,jadi cuma setengah hari.Lah tadi pagi si Vani minta izin lagi ke Mas Tono,minta cuti 1 hari full.Dibalas Buk,dan di izinkan.Lah giliran April yang minta izin kok gak dibalas yah Buk?" Ucap April resah.
"Lebih baik berangkat saja Nak." Saran Ibu.
"Gitu yah Buk? Jadi lebih baik April berangkat saja?"
"Iya,dari pada jadi masalah nanti kalau kamu gak berangkat." Ucap Ibu.
"Iya deh Buk,April berangkat saja."
April menoleh melihat jam yang nangkring di dinding belakang tubuhnya.April terkejud,karena jam sudah menunjukkan pukul setengah 4 dan April belum bersiap sama sekali.
Butih waktu kurang lebih setengah jam bagi April untuk sampai di tempat kerjanya.
"Waduhh sudah jan setengah 4 Buk...April masuknya paling lambat jam 4." Panik April berlarian menuju lemari mengambil baju ganti.
"Sebelum berangkat makan dulu." Pinta Ibu.
"Gak sempat Bu...Ini aja April gak sempat mandi.Nanti makan disana saja Buk." Jawab April sembari berganti pakaian.
__ADS_1
"Kamu sudah hafal jalannya kan? Kamu berangkat sendirian ini loh." Tanya Ibu.Tersirat nada khawatir karena memang April sangatlah payah jika harus mengingat rute jalan.
"Emm,sepertinya sudah hafal April Buk.Kan sudah hampir 1 bulan April bekerja.Nanti April lewat simoang 5 saja deh biar gak kesasar.Tapi sore-sore begini ada polisi gak yah Buk? Tanya April sembari memakai sepatunya.
"Alahh..palingan juga endak."
"Yaidah Buk ...April berangkat dulu...Assalamualaikum."
April kemudian bergegas berangkat,memacu motornya dengan kecepatan diatas 60 km/jam.Ini rekor bagi April,biasanya April akan mengendarai motor tak lebih dari 50 km/jam.
Dan tepat sekali,April sampai di parkiran Rumah Makan tempatnya bekerja pukul 3.58 sore.2 menit lagi April akan terlambat.
"Wih wih wihh...siapa nih jam segini baru berangkat." Goda Mbak Siska yang bertugas sebagai kasir.
Pelanggan sedang sepi,karena belum memasuki waktu makan malam.Jadi karyawan masih bebas bersenda gurau.
"He he he...Tadi habis wisuda Mbak.Terus berangkatnya setengah hari,dan dikasih keringanan Mas Tono boleh berangkat jam 4."
Jawab April sembali berjalan kebelakang.
Sesampainya di tempat tukang es.April menghampiri Mbak resa.
"Eh berangkat kamu?" Ucap Mbak Resa kaget.
"Iya Mbak...Tadi izin minta cuti 1 hari gak dibales Mas Tono." Jawab April mengadu.
"Aku naroh Tas dulu sama Hp ya mbak." Sambung April lagi.
"Ok."
Selesainya April menyimlan barangnya.April kembaki menghampiri Mbak Resa yang sedang menenteng panci.
"Mau ngerebus teh yah Mbak?" Tanya April.
"Iya,ayo ikut kebelakang,nanti bantu ngangkat." Ajak Mbak Resa.
April pun mengambik 5 bungkus teh untuk nanti Ia tuangkan dalam panci.
April melihat Mas Tono sedang makan di meja samping jejeran tempat air galon.April mengangkat satu galon,lalu dibuka penutupnya.
April menuangkan air 1 galon di panci yang dibawa Mbak Resa tadi.Sedangkan Mbak Resa membuka bungkusan teh,lalu di masukkan di dalam panci yang berisi air.
Saat April menunggu air yang di galon habis.
"Wokk,Aprill..." Panggil Mas Tono.
Deg Deg..
Haduhhh...Bagaimana ini? Apa Mas Tono akan marah denganku? . Batin April ketar-ketir.
Saking takutnya,galon yang sedari tadi Ia pegang agar airnya dapat mengalir ke panci terjatuh.
.
.
.
.
Bersambungg...
Happy Readingg..
__ADS_1
jangan lupa Like Komen Vote serta Favorit yah..