Takdirku?

Takdirku?
Kedekatan pertama


__ADS_3

Andi berdiri didepan April dengan gugupnya.


"Emmm....Emmmm" Ucap Andi bingung tak tau hendak bicara apa.


April hanya diam menunduk melihat tingkah Andi.


"Emm...ituu...emmm...Bo-boleh minta nomer WA-nya?" Ucap Andi yang sejak tadi a e a e saja.


April mengangguk lalu masuk ke kamar mengambil ponselnya yang Ia taruh asal diatas ranjang tadi.April keluar dengan ponsel yang sudah berada digenggamannya.


Andi mengeluarkan ponselnya dari saku kemejanya.Ponsel Andi masih baru,Ia membelinya seminggu yang lalu.


April memencet aplikasi berwarna hijau itu,lalu dipencet profilnya karena Ia tak hafal nomer whatsappnya.


"089" Ucap April mendikte.


Andi masih sibuk mengotak atik ponsel barunya dengan kedua tangannya.


"Sebentar-sebentar" Ucap Andi gugup dan terus mengotak-atik ponselnya.


April berjinjit sedikit untuk melihat hal apa yang sedang Andi lakukan dari tadi.Tangan Andi terus sibuk memijat-mijat layar ponsel yang masih terlihat kinclong itu.


Andi yang melihat tingkah April pun semakin gugup dibuatnya.


Andi bingung bagaimana cara memasukkan nomor baru di whatsapp.Diotak-atik,dipencet segala tombol yang berada di fitur whasapp namun tak ketemu juga bagian yang berfungsi menyimpan nomor baru.


Entah karena Andi terlalu gugup atau karena ponsel Andi baru ,jadi Ia belum fasih menggunakannya.


Ternyata dia dari tadi ngotak atik ponsel karena gak tau cara menyimpan nomor baru ?. Batin April tersenyum lucu.


Frustasi,akhirnya Andi merogoh kantung celananya lalu mengeluarkan satu ponselnya lagi.Ponsel jadul yang tak bisa untuk Whastapp.Hanya bisa untuk telepon dan sms dengan memggunakan pulsa.


"Tadi berapa nomornya?" Tanya Andi yang sudah siap mencatat nomor whatsapp April di ponsel jadulnya itu.


"Pfffttt" Tawa para orang tua tertahan karena tingkah bodoh Andi.


Andi menoleh memberikan tatapan membunuhnya.Menyuruh para orang tua untuk diam.


"Pfttt,089" Ucap April mendikte dengan tawa yang Ia tahan.


Andi hanya tersenyum kikuk dan menggaruk tengkuknya yang sama sekali tak gatal itu.


"089" Ucap andi menirukan April dan mencatatnya.


"628"


"339"


"436"

__ADS_1


"089628339436,Bener?" Ulang Andi memastikan jika nomer yang dicatat benar.


"He em" Angguk April menjawan pertanyaan Andi.


"Nanti saya Chat ya kalau sudah sampai rumah,jangan lupa disave ya nomerku nanti !" Ucap Andi menjulurkan tangan kanannya.


April mengernyit melihatnya,namun Ia paham maksud Andi menjulurkan tangan kanannya padanya.Sontak April kembali meraih tangan Andi dan menyalaminya lagi untuk yang kedua kalinya.


"Oeee,tadi kan udah salaman,kenapa salaman lagi?" Tegur Bapak Hadi yang melihatnya.


"Oh tadi sudah ya?" Jawab Andi bingung


Para orang tua menepuk jidat mereka masing-masing,heran dengan Andi karena mendadak menjadi orang yang terlihat bodoh di depan wanita.


"Emang tadi sudah salaman yah Dek?" Tanya Andi menatap April,tangan April masih diganggamnya,sayang jika dilepas.


"Su-sudah Mas" Jawab April kikuk.


"Masa sih? Kok Mas lupa yah" Jawab Andi terkekeh.


"Ehemm...Tangannya tolong dilepas!! Bukan muhrim !!" Tegur Bapak yang melihat tangan Andi dan April masih saling menggenggam.


"Astagfirullah" Gumam terkejud keduanya lalu spontan menarik tangan mereka maaing-masih.


April menggenggam tangannya sambil menunduk,sedangkan Andi hanya memasang wajah datar saja.


"Ayo pulang" Ucap Ayah Ridwan,


"Iya sama-sama Wan,terimakasih juga untuk niat baiknya" Jawan Bapak Hadi tersenyum ramah.


"Wassalamualaikum" Ucap serempak Rombongan Ayah Ridwan.


"Waalaikumsalam"


Setelah kepulangan keluarga Andi,April beserta keluarga menghele nafas bebas.


"Kenapa datangnya tiba-tiba sih Pak? Apa tadi Ridwan tak mengabari Bapak dulu?" Ucap Ibu Yani kesal.


"Kalau Ridwan memgabari Bapak dulu,pasti Bapak akan menyuruh kalian siap-siap dan menyediakan suguhan.Tak seperti ini yang semua serba dadakan.Sampai-sampai memasang taplak meja pun dihadapan para tamu" Ucap Bapak panjang lebar.


"Ah iya,itu hal yang sangat memalukan" Kesal Ibu mengingat kejadian itu.


"Ada yang lebih memalukan dari pada itu" Ucap Bapak lagi.


"Apa Pak?" Ucap Ibu menoleh kepada Bapak,April pun iku menoleh memandang wajah Bapak,penasaran demgan hal yamg akan diucapkannya.


"Pakaian kita sangat memalukan" Ucap Bapak tegas mwmandang ke arah Ibu Yani dan April.


Sontak Ibu dan April langsung melihat pakaian yang mereka kenakan.Dan benar saja,pakaian yang mereka kenakan sangatlah tak pantas untuk menyambut kedatangan tamu penting.

__ADS_1


Bagaimana tidak,pasalnya Bapak Hadi hanya mengenakan bawahan sarung serta atasan baju koko tang dibuka semua kancingnya hingga memperlihatkan kaos dalamnya yang berwarna putih kekuning-kuningan itu.


Sedangkan Ibu Yani hanya menggunakan baju daster sederhana ala-ala Ibu ART yang ditv-tv,dibagian ketiak dan ujung bawahnyapun sudah ada sedikit robekan.


Dan April sang primadona hanya mengenakan celana panjang leging bermotif kora berwarna pink.Dibagian ujung sebelah kanan celananya pun sudah robek sekitar 5 cm lebih.Pakaian yang dikenakan hanyalah kaos berwarna biru yang hanya sebatas bawah ketiak,panjangnya tak sampai setengah lengannya.


Rambutnya yang tak disisir dikuncir satu dengan anak rambutnya yang beterbaran kemana-mana karena dikuncir asal-asalan.


Ya Tuhan,malu sekali aku.Aku terlihat seperti gembel dengan pakaian yang sobek sobek seperti ini.Sungguh tak pantas sekali jika untuk menyambut tamu,Ini kesan pertama pertemuan yang sangat buruk. Batin April merutuki keteledorannya.


"Iya,apa yang Bapak ucapkan benar.Bahkan Ibu sudah seperti pembantu dengan daster yang sobek ini,jika saja Ibu tadi memakai serbet yang disampirkan di pundak,pasti dikira pembantu beneran" Ucap Ibu bercanda.


"Ya mau bagaimana lagi"Jawab Bapak mengangkat bahunya dengan kepala sedikit dimiringkan kekiri,


"Lagian Ibu dan April juga salah,kenapa pakaian sobek masih dipakai segala?" Sambung Bapak heran.


"Ya karena nyaman" Jawab Ibu dan April bersamaan.


"Ha ha ha ha" Tawa ketiganya pecah menertawai kekonyolan yang mereka perbuat.


"Adek ketinggalan apa nih?" Ucap Mira yang tiba-tiba berdiri disamping Ibu dengan tangan yang memondong oenih makanan pemberian keluarga Andi tadi.


"Astaga...Dasar anak ini taunya makan saja" Ucap Ibu geleng-geleng kepala.


"He he he...Habisnya kelihatan enak sih Buk,jadi Mira makan deh.Ini mira bawaan buat semua di makan di ruang tengah bareng-bareng kok" Jawab Mira nyengir kuda.


"Hedeh hedeh hedeh" Ucap serempak Ibu Bapak dan April.


"Oiya,tadi pada ngetawain apa sih? Kok kelihatannya seru banget?" Tanya Mira penasaran.


"Kepooo" Ucap Ibu,Bapak,April bersamaan


"Ihhhh kok gitu sihh" Ucap Mira cemberut.


"Ha ha ha"


"Anak kecil gak boleh ikut campur urusan orang tua" Jawab Bapak sambil mengelus pucuk kepala Mira.


. .


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2