Takdirku?

Takdirku?
Kencan pertama part 2


__ADS_3

"Hhhahhhh,Putra lama banget sihh,sampai lumutan aku disisni.Katanya tadi 10 menit lagi sampai,lah ini udah 15 benit lebih..huuhhh" kesal April menghentak hentakkan-kaki.


"Maaf ya lama nunggunya" ucap putra tanpa dosa,Ia sudah sampai disamping April.Dia menggunakan jaket hoodie berwarna abu-abu dengan celana coklat susu diatas lutut.Ia berjalan dengan tangan dimasukkan ke dalam saku hoodienya.


Tampan.Batin April


"Mau berangkat sekarang atau masih mau memperhatikanku heemmm?" tanya Putra mendekatkan wajahnya dengan mengangkat sebelah alisnya.


"Issss,udaah ayok berangkat"April menutup wajah Putra yang sangat dekat dengan Wajahnya menggunakan tudung hoodienya.


"Ha ha ha,aku atau kamu yang di depan?" kekehnya menggoda April.


Bahaya kalo aku yang depan,nanti kalo tangannya jahil mampuss aku. Batin April


"Ya..ya kamu lah yang didepan,masak cewek yang disuruh nyetir" malu April memalingkan wajah.


"Yaudah ayokk" ucapnya menepuk bagian penumpang.


Putra menjalankan motornya dengan pelan, menikmati momen kebersamaan dengan April.


"Pegangan nanti jatuh" Tegur Putra


"Hmm" April meletakkan tangannya di bahu Putra.


"Kalo begini aku bisa mati tercekikk sayangg" ditarikya Tangan April yang menindih tudung hoodienya


"He he he maaf" kekeh April malu.


"Pegangannya tuh gini" Menarik tangan April lalu dilingkarkan di perutnya.April bergerak maju karena tarikan Putra dan tubuh bagian depan April menempel sepenuhnya pada punggung Putra.


Nyaman,aku tak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Batin April.


April bersandar di bahu Putra, dieratkan pegangannya.April menghirup wangi parfum Putra yang memabukkan.


"Tapi tangannya jangan kebawah-bawah ya" Goda Putra melirik dari kaca spion.


"Apaan sih" April melotot menabok bahu Putra dengan keras.


"Aduh duh duh,sakit yang" protesnya mengelus bahu yang April tabok.


April hanya tersenyum menanggapi.


Dielus lembut tangan April yang berada diatas perutnya.Sesekali ditekan pelan kuku jempol tangan April.


"Emm yang,5 menit lagi buka puasa,jadi mau buka dimana kita.Kalao mau ke kota udah ga keburu soalnya" Tanya Putra


"Didepan kayaknya ada warung bakso,belok aja kesana basonya enak kok" saran April.


"Ok,tuh dah kelihatan warung basonya"


Sampai diwarung bakso,warungnya ramai,tapi April dan Putra masih beruntung karena masih ada 2 meja yang kosong.Mereka masuk kedalam dan menunggu pesanan.


"Ini serius makan disini yang?" bisik Putra.

__ADS_1


"Iya gak papa yang penting bisa batalin puasa kan" jawab April santai.


"Ku kira kita bakal buka puasa di kafe kafe yang,taunya cuma di warung baso pinggir jalan" ucapnya datar lalu mengambil rokok dan menyalakannya.


"Kamu merokok?" heran April.


"Iya memangnya kenapa,jangan larang aku buat ngerokok yang,susah berhentinya" ucapnya santai seperti tau apa isi pikiran April.


April dan Putra duduk berhadapan dan kebetulan April yang menghadap pintu masuk warungnya.Saat April menatap kedepan,April terkejud melihat orang yang Ia kenali masuk ke dalam warung baso ini.


"Eh eh,kita tukeran tempat ya,kamu yang disini" panik April.


"Kamu kenapa si" heran Putra


"Udah pindah dulu aja,cepet buruann" ucap April tak sabaran sambil menarik-narik tangan Putra


"Iya iya" pasrahnya berdiri lalu berpindah posisi.


"Kenapa sih" tanya Putra penasaran.


"Dibelakang ada sodaranya Nenek aku,rumahnya dibelakang Nenek.nanti kalo mereka tau aku makan disini sama cowo takutnya ngadu ke Nenek trus Ibu dan Bapak tau.Aku takut dimarahin" jawab April pelan sambil menutup wajahmya.Padahal posisi April sudah membelakanginya tapi tetap saja Ia panik.


"Udah kamu santai aja,asalkan kamu diem dan gak tengak tengok pasti mereka ndak tau kok" ucap Putra menenangkan April.


Allahuakbarr allahhhhhuakbar.......


"Alhamdulillah" ucap April lalu meraih gelas berisi es jeruk kesukaannya.


"Ini mbak mas basonya" ucap pelanyan baso meletakkan mangkok berisi bakso yang masih panas.


April dan Putra makan tanpa obrolan,setelah seharian puasa tentu saja April sangat lapar dan haus. April melahab habis baso dan es jeruknya.Mungkin kalo April sedang bersama Vani Ia akan nambah 1 mangkok baso lagi.Tapi karena sekarang sedang bersama Putra Ia harus jaga tingkah.


Plukk.


Ada yang melempar krupuk mengenai tangan April,sengaja April abaikan,karena tak berani menengok kebelakang.


"Kenapa?" Heran Putra melihat gelagat April.


"Ada yang leparin kerupuk" jawab April pelan.


"Mereka menatap ke arah sini terus" jelasnya aambil memakan basonya yang tinggal sebiji.Santai sekalii


"Gimana dong,trus kita pulangnya gimana,kalo kita jalan keluar pasti ketahuan" bisik April panik.


"Yaudah kita disini dulu sampai mereka pulang duluan,mereka juga sudah selesai makan kok,tinggal anak perempuannya saja yang belum" enteng Putra.


Dretttt dretttt dreettt..


Ponsel April bergetar,ada pesan masuk dari grup keluarga,


**L**agi buka puasa makan baso,eh ketemu sama keponakan yang lagi buka bersama dengan pacarnya.Dia pura pura gak lihat lagi,sudah dilempar kerupuk juga nggak nengok. -roni aditia*


Anak dari sodara Nenek memfoto April,lalu dengan jahilnya mengunggah ke grup keluarga.Untung saja posisi April sedang membelakangi kemera,jadi wajahnys tak terlihat.

__ADS_1


**S**iapa itu ron -ria oktavia*


**Y**ang bersangkutan nggak berani muncul ternyata -roni aditia*


"Duhh mati aku,ngapain sih si roni malah ember di grup" gumam April kesal.


"Kenapa lagii?" putra malas melihat tingkah April.


"Nihh lihat" ucap April menunjukkan room chat.


"Udah si biarin,lagian mereka juga ndak tau kalo itu kamu kan" jawabnya enteng


"Mereka sudah pergi,ayo kita juga pergi" imbuh Putra.


"Iya ayok"


"Bayarnya pake duitmu ya,uangku ga cukup he he he" Cicit Putra tanpa malu.


April diam lalu mengambil uang 50.000 di sakunya lalu diletakkan dimeja dan beranjak keluar.


Sementara Putra membayar baso.April duduk di atas motor sambil menggoyang goyangkan kakinya.


"Nih kembaliannya" menyerahkan uang kembalian April.


"Hemm"


"Jangan langsung pulang ya.Kita jalan jalan dulu ke kota" bujuk Putra


"Kemana? Ini udah jam setengah 7,nanti kalo aku pulang kemalaman dimarahin Ibu" elak April mencari alasan.


"Kita ke Stadion,disana enak kalo buat pacaran,gak lama deh,masa baru ketemu sekali udah mau pulang aja,kan aku masih kangen sama kamu yang" jawab Putra membujuk,Putra duduk dihadapan April dengan tangannya yang menggenggam tangan April


"Yaudah deh iya,tapi jangan lama lama ya" pasrah April,karena sebenarnya April juga masih ingin bersama Putra.


"Siap bosa,ayo" ucap Putra semangat.


"Emm."


.


.


.


.


.


Jngan lupa like komen dan vote ya Kakak-kakak.


Maaf kalo banyak typo,nulis kata segini banyaknya bikin jari pegel soalnya.


Emang kelihatannya sedikit kalo dibaca,tapi nulis sambil mikirnya itu lama banget he he he..

__ADS_1


Salam maniss Kakak-kakak,jangan bosen bosen ya🤗


dukung aku terus.


__ADS_2